Tingginya derajat kepuasan publik yang terekspresi 100 hari usia Kabinet Merah Putih ini terbilang istimewa. Pasalnya, baru ini sepanjang sejarah survei.
20 Jan 2025 15:23 WIB · Politik & Hukum
SUMEDANG, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto menegaskan, kinerjanya sebagai presiden bukan untuk mencari penilaian yang baik dari publik. Prabowo bersama seluruh jajaran menteri ingin memberikan yang terbaik kepada rakyat.
Prabowo mengatakan, tingginya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah merupakan hasil dari kerja keras semua pihak. Presiden beserta semua menteri Kabinet Merah Putih senantiasa bekerja dengan kompak dan tanpa lelah. Mereka bahkan bekerja pada saat masyarakat libur untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Presiden, berbagai tantangan selama tiga bulan pertama pemerintahan dapat diatasi dengan baik. Harga bahan bakar minyak dan bahan pangan relatif terkendali. Bahkan, untuk pertama kalinya, harga tiket pesawat saat mendekati hari Natal dan Tahun Baru 2025 dapat diturunkan. Ongkos haji pun turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kami bekerja bukan untuk cari penilaian baik. Kami bekerja sungguh-sungguh untuk memberikan yang terbaik untuk rakyat.
Meski demikian, Prabowo menegaskan, kinerjanya sebagai presiden bukanlah untuk mencari penilaian baik dari masyarakat. Presiden bekerja sungguh-sungguh untuk memberikan yang terbaik untuk rakyat.
”Kami bekerja bukan untuk cari penilaian baik. Kami bekerja sungguh-sungguh untuk memberikan yang terbaik untuk rakyat,” ujar Prabowo seusai Peresmian Proyek Strategis Kelistrikan di 18 Provinsi yang digelar di Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/20/d053c788-5481-47ad-8252-4bfadd21c0d5_jpg.jpg)
Prabowo pun optimistis terhadap kinerja pemerintah selama lima tahun mendatang. Para menteri mampu bekerja sama dan menjadi satu tim. Bahkan, dalam waktu kurang dari 100 hari pertama, ia sudah melihat bukti dan kemampuan yang dimiliki jajarannya.
”Di sana-sini masih ada hal-hal yang kita kurang puas, kita perbaiki. Ada kadang-kadang salah pengertian, ya, kita selesaikan, kita perbaiki. Niatnya adalah bawa kemajuan kesejahteraan ke rakyat kita,” ucap Prabowo.
Salah satunya program Makan Bergizi Gratis yang belum menjangkau semua anak-anak Indonesia. Program unggulan itu pun ditargetkan dapat menjangkau semua anak-anak pada akhir 2025, lantaran janji politik itu merupakan proyek yang sangat besar dan tidak ringan.
”Tapi saya beri penekanan, diupayakan cari cara terbaik, tercepat, supaya semua anak-anak kita bisa merasakan. Tapi kalau belum merasakan, saya minta maaf. Tapi insya Allah akhir 2025 ini berhasil,” kata Prabowo.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/20/45ee00d6-3626-445f-943a-7adf24a3a88e_png.png)
Berdasarkan hasil survei opini publik yang dilakukan Litbang Kompas, 4-10 Januari 2025, mayoritas masyarakat mengungkapkan apresiasi mereka terhadap kinerja pemerintah saat ini. Tidak kurang dari 80,9 persen responden yang tersebar di 38 provinsi negeri ini menyatakan rasa puas terhadap kinerja pemerintah. Sebaliknya, hanya sebesar 19,1 persen yang menyatakan tidak puas.
Tingginya derajat kepuasan publik yang terekspresikan dalam 100 hari jalannya usia Kabinet Merah Putih ini terbilang istimewa. Pasalnya, sepanjang sejarah penyelenggaraan survei opini publik, yang secara khusus dilakukan untuk memotret penilaian publik terhadap kinerja pemerintahan, baru pada kesempatan kali ini mencatatkan apresiasi publik setinggi ini.
Tingginya derajat kepuasan publik yang terekspresikan dalam 100 hari jalannya usia Kabinet Merah Putih ini terbilang istimewa
Sebagai pembanding, survei 100 hari pemerintahan Presiden Joko Widodo yang diselenggarakan pada Januari 2015, misalnya, mencatatkan derajat kepuasan publik sebesar 65,1 persen. Sebaliknya, sebanyak 34,9 persen publik merasa tidak puas. Begitu pula penilaian kepuasan periode selanjutnya, bahkan hingga periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Apa yang ditorehkan kabinet pemerintahan saat ini mendulang apresiasi yang lebih besar.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2020/05/25/IMG_20200525_154613_1590396590_jpg.jpg)
Direktur Eksekutif Algoritma Research and Consulting Aditya Perdana mengatakan, tingginya tingkat kepuasan publik di awal pemerintahan mendandakan publik percaya dengan Prabowo-Gibran. Kepercayaan itu harus terus dijaga sampai berakhirnya pemerintahan lima tahun mendatang.
”Tidak mudah menjaga kepercayaan publik yang tinggi di awal pemerintahan. Harus diikuti dengan kerja nyata yang dirasakan langsung oleh publik”
Menurutnya, program-program populis yang dirasakan publik secara luas telah dilaksanakan. Program-program seperti MBG, subsidi listrik, bantuan sosial, serta pembatalan pelaksanaan PPN 12 persen membuat dukungan publik langsung meningkat.
”Tidak mudah menjaga kepercayaan publik yang tinggi di awal pemerintahan. Harus diikuti dengan kerja nyata yang dirasakan langsung oleh publik,” kata Aditya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/21/deea6dca-3aea-41b2-a61a-ec862b4ed3c8_jpg.jpg)
Di sisi lain, konsolidasi yang dilakukan oleh Prabowo di awal pemerintahan cenderung berhasil. Prabowo mampu mengonsolidasikan kelompok yang mendukung dan tidak mendukung di Pilpres 2024 agar mendukung pemerintahan.
Namun demikian, ia mengingatkan jalannya pemerintahan masih sangat panjang. Program-program unggulan yang mendongkrak tingkat kepuasan publik harus terus disosialisasikan. Begitu pula kesalahan-kesalahan dari anggota kabinet dalam menyampaikan informasi ke publik dan berperilaku harus terus dibenahi.
Lebih jauh, berbagai tantangan ekonomi yang berdampak langsung ke masyarakat kemungkinan masih akan terjadi. Situasi itu berpotensi membuat kepercayaan publik menurun apabila tidak bisa diatasi dengan baik.
"Mempertahankan kepercayaan publik yang tinggi itu tidak mudah, harus diimbangi dengan kerja nyata yang dirasakan langsung oleh publik," ucap Aditya.
Penulis:
Iqbal Basyari, Erika KurniaEditor:
SuhartonoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji