Kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bandung Barat terus meluas. Selain ratusan pelajar, sejumlah guru juga menjadi korban keracunan.
15 Okt 2025 12:17 WIB · Kesehatan
BANDUNG BARAT, KOMPAS — Kasus keracunan akibat menu Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus meluas. Para korban keracunan itu terdiri dari siswa SD, SMP, dan SMK serta guru. Mereka pun harus menjalani perawatan.
Kasus keracunan terjadi ketika para pelajar dan guru mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (14/10/2025) pukul 10.00 WIB. Menu yang mereka konsumsi antara lain seporsi nasi, sepotong ayam, sayur, dan sepotong buah melon.
Setelah mengonsumsi makanan tersebut, para pelajar mengalami gejala keracunan hingga jatuh sakit. Mereka merasakan pusing dan mual.
Berdasarkan pantauan Kompas, hingga Rabu (15/10/2025) pukul 11.00 WIB, korban keracunan terus berdatangan ke SMP Negeri 1 Cisarua. Sekolah ini menjadi posko perawatan bagi para korban.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/15/baca2922e4413f3dfb9ff4d2d9662a90-IMG_20251015_094310.jpg)
Terdapat 11 ruangan yang disiapkan pihak SMP Negeri 1 Cisarua untuk merawat para korban. Para korban keracunan yang menjalani perawatan itu tidak hanya berasal dari SMP Negeri 1 Cisarua, tetapi juga SD Garuda dan SMK Negeri 1 Cisarua.
Dari posko ini, sebagian korban dibawa ke sejumlah rumah sakit dan klinik untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif. Lebih dari 40 unit ambulans lalu lalang membawa para korban dari posko ke rumah sakit dan klinik.
”Total korban sekitar 200 orang. Korban tak hanya siswa SMP, tetapi juga siswa SD dan SMK hingga guru,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung Barat Asep Sehabudin.
Asep mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan rumah sakit dan klinik di Bandung Barat dan sekitarnya untuk menangani para korban.
”Diperkirakan jumlah korban yang menjalani perawatan terus bertambah. Namun, korban yang telah kembali ke rumahnya juga sudah banyak,” tuturnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat Lia N Sukandar memaparkan, sampel makanan yang dikonsumsi para korban telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Jabar. Sampel yang dikirim itu berupa ayam dan sayur.
”Pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Daerah Jabar untuk mengetahui penyebab makanan tersebut memicu peristiwa ini,” tutur Lia saat ditemui di saat ditemui di SMP Negeri 1 Cisarua.
Dalam sebulan terakhir, sudah terjadi tiga kali peristiwa keracunan MBG di Bandung Barat. Dua kasus sebelumnya terjadi pada 22 September dan 24 September 2025 dengan jumlah korban sebanyak 1.315 pelajar.
Total korban sekitar 200 orang. Korban tak hanya siswa SMP, tetapi juga siswa SD dan SMK hingga guru.
Guru SD Negeri Garuda, Cisarua, Rieke Amelia Yani (21), menjadi salah satu dari tiga guru yang turut mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah.
Rieke menceritakan, dirinya sempat merasa mual, panas di perut, dan diare setelah menyantap menu nasi, ayam kecap, sayur, dan buah melon yang disajikan pada Selasa kemarin.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/14/b127ebf8148c5c9a840355b44fae5160-IMG_20251014_183021.jpg)
”Awalnya tiga orang, termasuk saya. Namun, malamnya saya sudah dikasih obat sama orangtua sehingga agak enakan, tinggal lemas dan pusing saja,” kata Rieke.
Menurut Rieke, dua rekannya sesama guru harus mendapat perawatan lebih lanjut. Sementara itu, jumlah siswa yang mengalami gejala serupa terus bertambah.
”Sekarang sudah lebih dari 20 anak yang mengeluh sakit. Kebanyakan dari kelas 3, 4, dan 5. Kelas 1 dan 2 juga ada, tetapi lebih sedikit,” ujarnya.
Rieke menjelaskan, SD Negeri Garuda berada pada satu area dengan SMP Negeri 1 Cisarua. Siswa kedua sekolah itu pun menerima makanan MBG dari pemasok yang sama.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/14/3e0ccd9f313988ba4ffb9cc9cb16e36b-IMG_20251014_201024.jpg)
Sebelum mengonsumsi menu MBG, Rieke mengaku mencium aroma ayam yang berbeda dari biasanya. ”Baunya agak aneh, tetapi saya pikir mungkin cuma karena bumbu. Soalnya guru diminta untuk coba dulu sebelum dibagikan ke anak-anak,” ujarnya.
Agis Kurniawan (16), siswa kelas XI SMK Negeri 1 Cisarua, juga menjadi salah satu korban keracunan MBG yang menjalani perawatan di SMP Negeri 1 Cisarua. Ia mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu ayam kecap yang telah berbau.
”Saya mulai merasakan sakit mual hingga tak enak badan sejak semalam. Banyak teman saya juga yang menjadi korban,” ungkap Agis.
Penulis:
Fabio Maria Lopes CostaEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan