Barcelona dalam Godaan ”Gegenpressing”

Hansi Flick terus berupaya menambal kelemahan Barca dalam mengantisipasi serangan balik. Metode ”gegenpressing” ala Juergen Klopp layak dicoba Flick.

05 Apr 2025 13:48 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

BARCELONA, SABTU – Jelang menjamu Real Betis, ada satu hal yang mengusik pikiran Hansi Flick. Pelatih Barcelona itu masih belum menemukan formula jitu mengatasi kelemahan timnya dalam meredam serangan balik lawan. Metode ”gegenpressing” sangat layak dicoba Flick sebagai solusi. Betis adalah lawan yang tepat untuk mengujinya.

Barca melanjutkan upaya melepaskan diri dari kejaran Real Madrid di peringkat kedua. Betis yang sedang dalam tren positif berpotensi jadi batu sandungan dalam laga yang dihelat di Stadion Olimpiade Lluis Companys, Barcelona, Minggu (6/4/2025) pukul 02.00 WIB.

Di tengah upaya menjauh dari Real, Flick masih dipusingkan dengan kelemahan Barca yang belum terselesaikan. Gaya bermain menekan dengan garis pertahanan tinggi Flick sangat membahayakan Barca dari skema serangan balik lawan.

“Saat kami menguasai bola, kami melihat kecepatan yang fantastis. Tetapi banyak tim tahu cara memanfaatkan kesalahan kami saat mereka sedang menguasai bola. Itulah mengapa kami harus fokus pada hal itu dan menghilangkan peluang bagi lawan. Tidak lebih dari itu. Terkadang kami dapat memberikan banyak ruang untuk serangan balik, dan itulah yang ingin kami hilangkan,” tutur Flick dalam sesi konferensi pers jelang laga, Jumat (5/4/2025) malam WIB.

Gaya bermain dengan garis pertahanan tinggi ala Flick bertujuan menjebak lawan dalam posisi offside. Kemampuan itu sempat membuat Barca ditakuti pada awal musim. Kylian Mbappe sempat teperdaya jebakan offside Barca saat duel “El Clasico”. Penyerang Real tersebut terjebak offside hingga delapan kali dan berakhir dengan kekalahan telak 0-4 bagi Real.

Barcelona's Spanish forward #19 Lamine Yamal and Osasuna's Spanish midfielder #08 Pablo Ibanez fight for the ball during the Spanish league football match between FC Barcelona and CA Osasuna at Estadi Olimpic Lluis Companys in Barcelona on March 27, 2025. (Photo by LLUIS GENE / AFP)

Namun, seiring berjalannya waktu, tim lain mulai bisa mengatasi garis pertahanan tinggi Barca. Salah satunya adalah Benfica yang mampu memanipulasi taktik Barca itu dengan melepaskan umpan-umpan diagonal. Ada satu hingga dua penyerang yang sengaja ditempatkan pada posisi offside untuk mengecoh bek Barca, sementara bola dialirkan ke penyerang sayap yang tidak offside.

Semakin lama, metode garis pertahanan tinggi Barca kian terekspos. Barca tidak bisa senantiasa mengandalkan jebakan offside untuk memenangi laga. Flick pun kini tengah mencari antiformula yang sekiranya bisa menjadi solusi. Dari sekian banyak opsi solusi, pilihan menggunakan metode ”gegenpressing” ala Juergen Klopp bisa jadi pertimbangan Flick.

Quote

Saat kami menguasai bola, kami melihat kecepatan yang fantastis. Tetapi banyak tim tahu cara memanfaatkan kesalahan kami saat mereka sedang menguasai bola.

”Gegenpressing” atau counter-pressing dipopulerkan oleh Klopp semasih menangani Borussia Dortmund dan Liverpool. Gaya bermain ini menyerang kelengahan lawan yang sedang berupaya membangun serangan dari bawah. Syarat utama dari ”gegenpressing” adalah ketahanan fisik prima dari para pemain untuk tidak pernah lelah menekan lawan sejak di area pertahanan.

Metode ini layak dicoba Flick, yang sebagaimana Klopp, dibesarkan dalam kultur sepak bola Jerman. Dengan terus menekan lawan saat mereka sedang menguasai bola, kemungkinan Barca mendapat serangan balik bisa ditekan semaksimal mungkin.

Barcelona's Polish forward #09 Robert Lewandowski and Osasuna's Cameroon defender #22 Flavien Boyomo fight for the ball during the Spanish league football match between FC Barcelona and CA Osasuna at Estadi Olimpic Lluis Companys in Barcelona on March 27, 2025. (Photo by LLUIS GENE / AFP)

Flick tidak secara tersurat mengatakan bakal mencoba metode “gegenpressing” saat menjamu Betis. Ia hanya mengatakan membutuhkan pemain-pemain dalam kondisi bugar untuk meraih hasil optimal.

“Kami harus mengelola usaha para pemain kami. Kami membutuhkan setiap pemain dan kami akan membutuhkan pemain yang segar saat melawan Betis,” ucapnya.

Ahli transisi

Menghadapi Betis bisa dikatakan sebagai ujian sempurna bagi kelemahan Barca. Tim besutan pelatih Manuel Pellegrini itu sangat berbahaya dalam skema serangan balik. Statistik liga mencatat, Betis masuk lima besar tim dengan gol serangan balik terbanyak (4 gol). Inilah yang menjadikan Betis sebagai salah satu tim ahli transisi di Spanyol.

Betis saat ini tengah menikmati bulan madu bersama Pellegrini. Mereka menantang Barca dengan situasi telah mencetak enam kemenangan beruntun di liga. Tipikal taktik Pellegrini secara garis besar adalah kombinasi antara bola-bola panjang, serangan balik kilat, berbahaya dalam set piece, dan pertahanan solid.

Pada pertemuan pertama di markas Betis, Barca sukses mencuri poin dalam laga yang berakhir imbang 2-2. Kali ini, Pellegrini bertekad balik memberikan kejutan di markas Barca.

Spain Soccer La Liga

“Seperti yang dilakukan Leganes dan Las Palmas, atau seperti yang kami lakukan di sini pada paruh pertama musim ini, di mana kami menciptakan banyak peluang untuk mengalahkan mereka,” ujar Pellegrini, dikutip dari Mundo Deportivo.

Hanya saja, Betis tidak akan tampil dengan kekuatan penuh menyusul gelandang kreatif, Isco, yang terkena hukuman larangan bertanding. Sebagai gantinya, Pellegrini akan menyiapkan Giovani Lo Celso sebagai pengatur serangan.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari