Dari empat semifinalis Indonesia dalam turnamen Makau Terbuka, dua wakil melaju ke final. Mereka adalah Alwi dan Sabar/Reza.
02 Agt 2025 20:43 WIB · Olahraga
MAKAU, SABTU — Kesempatan langka pada 2025, yaitu meraih dua gelar juara dari satu turnamen, didapat Indonesia di turnamen bulu tangkis Makau Terbuka. Kesempatan tersebut didapat melalui Alwi Farhan dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.
Indonesia sebenarnya memiliki empat wakil yang tampil pada semifinal di Macau East Asian Games Dome, Sabtu (2/8/2025). Namun, hanya dua yang bisa meneruskan langkah ke laga puncak turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut.
Alwi mengalahkan semifinalis Kejuaraan Dunia 2021, Lakhsya Sen (India), yang menjadi unggulan kedua turnamen dengan skor 21-16, 21-9. Tiket semifinal kedua didapat Sabar/Reza yang menang atas pasangan Taiwan yang selalu mengalahkan mereka dalam dua pertemuan sebelumnya, yakni Lee Fang Chih/Lee Fang Jen, 21-19, 21-17.
Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Alessya Rose, wakil pertama Indonesia yang tampil di semifinal, mendapat peluang mencapai final kedua di ajang BWF World Tour setelah menjuarai Orleans Masters Super 300 pada 2024. Mereka unggul 16-14 saat melawan Hsieh Pei Hsan/Hung En Tzu (Taiwan) pada gim ketiga, tetapi gagal mempertahankan keunggulan itu hingga kalah 19-21, 21-18, dan 17-21.
Salah satu ganda putri pelatnas utama itu kehilangan gim pertama dengan momen sama seperti pada gim penentuan. Meilysa/Rachel unggul, bahkan, dengan selisih enam poin (14-8), tetapi kehilangan gim tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/08/8c3c1b92adacf59029ad902e55d19d0b-20250608TOK41.jpg)
Di ganda campuran, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah disingkirkan duet pemain muda dan senior asal Malaysia, yakni Jimmy Wong/Lai Pei Jing. Amri/Nita, yang menjadi unggulan keenam, kalah dengan skor 18-21, 16-21.
Meskipun hanya meloloskan dua wakil ke final dalam level terendah struktur turnamen BWF World Tour, ini menjadi momen langka bagi pebulu tangkis Indonesia pada 2025. Dari 17 turnamen Super 300-Super 1000 yang telah digelar, peluang itu hanya didapat di Indonesia Masters Super 500 dan Thailand Masters Super 300, Januari, itu pun dengan hasil tak begitu baik.
Dua finalis Indonesia Masters, Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, kalah. Di Thailand Masters, hanya satu gelar juara didapat (oleh Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari) dari empat final.
Turnamen lain yang memiliki dua wakil Indonesia di final adalah Taiwan Terbuka Super 300. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu juara setelah mengalahkan sesama pemain Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Fadia.
Indonesia akhirnya menambah satu gelar lain dari level lebih tinggi, yaitu China Terbuka Super 1000, melalui Fajar/Mohammad Shohibul Fikri.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/27/c02aacc8-6afb-47c1-b700-06310d03a593_jpg.jpg)
Dari minimnya prestasi Indonesia di level dunia pada 2025, satu faktor positif yang muncul adalah perkembangan performa pemain muda. Setelah Jafar/Felisha, yang berusia 22 dan 19 tahun, Alwi menembus final pertama BWF World Tour. Di final, atlet berusia 20 tahun ini akan melawan pemain Malaysia, Justin Hoh.
Alwi, yang bersaing dengan Hoh sejak era yunior, unggul 3-2 atas calon lawan berusia 21 tahun itu. Salah satu kemenangan didapat di Makau Terbuka 2024, yaitu pada babak kedua.
”Saya senang bisa ke final Super 300 pertama kali. Tadi bisa bermain baik, menerapkan strategi dengan bagus, dan bisa mengelola emosi dengan baik. Semoga besok bisa lebih maksimal lagi,” komentar Alwi yang kalah pada semifinal Makau Terbuka 2024.
Tunggal putra ranking ke-25 dunia itu menyebut, penampilan dalam level lebih tinggi pada dua pekan sebelumnya, Jepang Terbuka Super 750 dan China Terbuka, memberi pelajaran untuk bermain di Makau. Walaupun kalah pada babak kedua di Jepang dan babak pertama di China, Alwi mendapat pengalaman bermain dalam tekanan lebih besar saat melawan pemain elite. Salah satu kesempatan itu didapat ketika bermain tiga tim melawan tunggal putra nomor satu dunia, Kunlavut Vitidsarn, di China Terbuka.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/02/03bfd069de3c948d4ac8f398b199deb9-20250602TOK14.jpg)
Ketika Alwi selangkah lebih jauh dibandingkan dengan Makau Terbuka 2024, Sabar/Reza menuju selangkah lebih baik dibandingkan dengan hasil setahun lalu. Saat itu, mereka kalah dari Chen Xu Jun/Liu Yi (China), 18-21, 14-21, di final.
Final melawan Junaidi Arif/Roy King Yap menjadi final kedua bagi Sabar/Reza pada tahun ini setelah Indonesia Terbuka Super 1000. Sabar/Reza unggul 3-1 atas pasangan Malaysia tersebut, tetapi sudah 17 bulan tak bertemu.
Final lima nomor Makau Terbuka, turnamen BWF World Tour terakhir sebelum Kejuaraan Dunia di Perancis, 25-31 Agustus, melibatkan pemain dari enam negara. Selain Sabar/Reza, unggulan teratas yang lolos ke final adalah Chen Yu Fei. Tunggal putri China itu akan melawan Line Christophersen (Denmark).
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto