IndonesIa memiliki empat wakil yang lolos ke semifinal Makau Terbuka. Salah satu di antara mereka adalah Alwi Farhan yang juga menjadi semifinalis pada 2024.
01 Agt 2025 19:12 WIB · Olahraga
MAKAU, JUMAT — Turnamen bulu tangkis Makau Terbuka tampaknya menjadi tempat yang nyaman bagi tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan. Alwi mencapai semifinal dalam dua partisipasi beruntun.
Semifinal Makau Terbuka 2025, yang akan berlangsung Sabtu (2/8/2025), dicapai setelah Alwi mengalahkan pemain Hong Kong, Jason Gunawan. Pada perempat final yang berlangsung di Macau East Asian Games Dome, Jumat (1/8/2025), Alwi menang dengan skor 21-17, 21-15.
Alwi mencapai semifinal pertama pada tahun ini dan yang kedua sejak aktif bersaing pada turnamen BWF World Tour pada 2024. Semifinal sebelumnya dijalani di turnamen yang sama pada 2024. Akan tetapi, dia kalah dari atlet senior Hong Jong, Ng Ka Long Angus, yang akhirnya menjadi juara.
Setahun lalu, Alwi tampil di Makau dengan status tunggal putra ranking ke-45 dunia. Poin ranking yang bertambah berkat perjananan lebih banyak dalam turnamen BWF membuat posisi Alwi dalam peringkat dunia naik. Saat ini, Alwi bermain sebagai pemain ranking ke-25 dan menjadi unggulan kelima.
“Rasanya bersyukur bisa masuk semifinal, tapi saya belum puas, masih ada pertandingan besok. Performa saya semakin baik dan berharap bisa mempertahankan momentum ini,” komentar Alwi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/02/b695b49ecb5a3cd143f9c84e6a58be37-20250602TOK15.jpg)
Momentum baik dan peningkatan performa menjadi dua faktor yang harus dibawa atlet berusia 20 tahun itu ke semifinal. Apalagi, dia akan berhadapan dengan unggulan kedua asal India, Lakhsya Sen, yang akan menjadi pertemuan pertama mereka.
Seperti Alwi, yang berprestasi di level yunior dengan menjadi juara dunia 2023, Sen memiliki rekam jejak yang baik sejak yunior. Dia adalah semifinalis Kejuaraan Dunia Yunior 2018.
Sen, Li Shi Feng, Kodai Naraoka, dan Kunlavut Vitidsarn (juara dunia yunior 2018) adalah empat semifinalis pada Kejuaraan Dunia Yunior 2018 yang bisa berkembang pada level senior. Sen adalah semifinalis Kejuaraan Dunia 2021, sementara Vitidsarn juara dunia 2023.
Meskipun performanya sejak 2023 tak sebaik 2022, salah satunya dengan menjadi finalis All England, Sen harus tetap diwaspadai. Dia mempunyai lebih banyak pengalaman bertanding dalam persaingan ketat dan melawan atlet-atlet top dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/22/d678731dc87ecc8ac339dc9b0092dc71-Alwi3_R32_ChinaOpen2025_PBSI_20250722.jpg)
Selain Alwi, tiket semifinal didapat Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah, dan Meilysa Trias Puspitasari/Rachel Alessya Rose.
Meilysa/Rachel memenangi perempat final terlama saat berhadapan dengan rekan latihan mereka di pelatnas, Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum. Meilysa/Rachel menang dengan skor 21-15, 15-21, 21-18 setelah bertanding selama satu jam 29 menit.
Apriyani/Febi sebenarnya memiliki kesempatan membalas kekalahan yang terjadi pada babak pertama Thailand Terbuka, Mei. Mereka mendekat pada posisi 18-19 setelah tertinggal 8-18 pada gim ketiga, tetapi, Meilysa/Rachel bisa mempertahankan keunggulan dan akan melawan unggulan kedua, Hsieh Pei Hsan/Hung En Tzu (Taiwan) di semifinal.
Setelah Makau Terbuka, Apriyani/Febi, Meilysa Trias, dan ganda putri pelatnas utama akan berganti pasangan. Seperti keterangan yang dirilis PP PBSI, Jumat, pertukaran partner terjadi di antara empat pasangan.
Formasi saat ini, yaitu Apriyani/Febi, Meilysa/Rachel, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, dan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari berubah menjadi Amalia, Lanny, Rachel/Febi, Febriana/Meilysa, dan Apriyani/Fadia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/05/6dbbbd64215a514ddf42f8f204fbc355-20250605TOK36.jpg)
Apriyani/Fadia sebenarnya merupakan formasi lama yang bersaing di arena BWF World Tour sejak Juni 2022. Akan tetapi, mereka berpisah ketika Apriyani absen dari turnamen selama tujuh bulan seusai Olimpiade Paris 2024.
Pelatih ganda putri Karel Mainaky mengatakan, sisa lima bulan pada 2025 digunakan untuk membentuk formasi berbeda guna mendapat pasangan terbaik. Targetnya adalah membuat mereka siap bersaing dalam level tinggi pada 2026, lalu mengikuti kualifikasi Olimpiade pada 2027.
"Di sisa tahun ini, saya ingin melihat empat ganda putri bisa meraih poin sebanyak-banyak dalam turnamen. Jadi, tahun depan sudah bisa langsung ikut turnamen level atas," ujar Karel.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari