LATIHAN PESEPAK BOLA

Ketika Adama Traore Dilarang ”Nge-gym”

Pesepak bola biasanya berlatih angkat beban untuk menambah kekuatan otot. Namun, Adama Traore justru dilarang melakukannya karena dinilai sudah cukup kekar.

06 Mar 2026 07:59 WIB · Olahraga

AP/Pool/Friedemann Vogel

Oleh Rebiyyah Salasah

Posturnya atletis. Saat di lapangan, kekuatan eksplosif jadi salah satu kelebihannya. Itulah Adama Traore, pemain yang kini memperkuat West Ham United dan dilarang ikut latihan di gym karena badannya sudah cukup kekar.

Sebelum kekalahan 2-5 dari di Liverpool, pekan lalu, penyerang West Ham United, Crysencio Summerville, mengunggah video di media sosial yang menunjukkan Traore duduk di bangku tempat latihan angkat beban. Traore membantah ikut berlatih, sesuatu yang Nuno Espirito Santo harap kebenarannya.

Nuno Espirito Santo, Manajer West Ham, memang melarang anak asuhannya itu mengangkat beban di tempat latihan West Ham United di Rush Green. Menurut Nuno, genetika alami dan profil fisik Traore sudah menyediakan semua yang dia butuhkan untuk bersaing di level tertinggi.

”Ototnya luar biasa, itu genetika. Saya sudah menyuruhnya untuk menjauhi gym. Itu salah satu hal yang menurut saya perlu dia sadari,” kata Nuno saat konferensi pers sebelum laga kontra Fulham, Senin (2/3/2026).

West Ham's Adama Traore and Chelsea's Joao Pedro, left, get involved in a scuffle during the English Premier League soccer match between Chelsea and West Ham United in London, Saturday, Jan. 31, 2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Keputusan melarang Traore berlatih di gym itu jelas bukan pendisiplinan, melainkan urusan taktis. Kecepatan, kekuatan, dan kemampuannya dalam duel satu lawan satu adalah kualitas yang langka milik Traore. Namun, sang manajer percaya bahwa langkah selanjutnya dalam perkembangan Traore bukanlah tentang mengangkat beban yang lebih berat.

Menambah lebih banyak otot dapat berdampak negatif pada salah satu aset terbesar Traore, yaitu kecepatannya. Alih-alih berfokus pada peningkatan kekuatan, penekanannya adalah pada kerja pencegahan dan menjaga keseimbangan untuk menghindari cedera. Hal itu dilakukan sembari menyempurnakan pemahaman taktik dan memastikan daya tahan fisik.

Pendekatan ini berbeda untuk pemain lain dalam skuad. Bek muda Airidas Golambeckis, misalnya, didorong untuk menghabiskan waktu tambahan di tempat latihan angkat beban untuk membangun kekuatan dan menambah bobot tubuh. Rencana pengembangan setiap pemain disesuaikan secara individual.

Traore telah lama dikenal karena penampilan fisiknya yang khas. Selama masa baktinya di Wolverhampton Wanderers, pemain asal Spanyol ini terkenal mengoleskan minyak bayi ke lengannya agar lebih sulit bagi para bek untuk menahannya. Citra ini pun menjadi simbol gaya bermainnya yang unik.

<p>Manchester United&#8217;s English defender Luke Shaw (L) tackles Wolverhampton Wanderers&#8217; Spanish midfielder Adama Traore during the English Premier League football match between Manchester United and Wolverhampton Wanderers at Old Trafford in Manchester, north west England, on December 29, 2020. (Photo by Martin Rickett / POOL / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or &#8216;live&#8217; services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /</p>

Traore bergabung dengan West Ham dari Fulham dengan kontrak permanen pada bursa transfer Januari. Kehadirannya di West Ham membuat pemain sayap berusia 30 tahun itu kembali bekerja sama dengan Nuno seperti pada 2018 dan 2021 di Wolverhampton Wanderers.

”Dia adalah pemain berbakat yang harus kami manfaatkan, tetapi itu membutuhkan waktu. Dia harus beradaptasi. Dia harus memahami banyak hal dalam dinamika tim,” ujar Nuno.

”Dia telah membawa energi baru bagi kami. Kami telah berusaha setiap hari untuk membantunya. Tetapi, tentu saja di depannya ada dua pemain di puncak performa mereka (kapten tim, Jarrod), Bowen dan Summerville. Traore cukup sabar untuk menyadari bahwa kesempatannya akan datang,” ucapnya menambahkan.

Sejak bergabung dengan West Ham, Traore hanya mendapat sedikit kesempatan bermain di Liga Inggris, yakni 15 laga. Itu pun tidak pernah dimulai sejak sepak mula.

Gelandang Wolverhampton Wanderers Adama Traore (kiri) berusaha keluar dari tekanan bek Manchester United Aaron Wan-Bissaka dalam pekan ketiga Liga Inggris di Stadion Molineux, Wolverhampton, Inggris, Senin (30/8/2021) dini hari WIB. Meskipun penguasaan bola kalah dari United namun Wolve berhasil menciptakan 15 tembakan, 6 diantaranya tepat sasaran. (Nick Potts/PA via AP) *** Local Caption *** Wolverhampton Wanderers' Adama Traore, left, and Manchester United's Aaron Wan-Bissaka battle for the ball during the English Premier League soccer match between Wolverhampton Wanderers and Manchester United at Molineux Stadium, Wolverhampton, England, Sunday, Aug. 29, 2021. (Nick Potts/PA via AP)

Satu-satunya penampilan Traore sebagai pemain mula adalah dalam kemenangan perpanjangan waktu putaran keempat Piala FA melawan tim League One, Burton Albion. Integrasi pemain peraih Piala Raja Spanyol 2014-2015 bersama Barcelona ini ke dalam sistem taktik Nuno masih dalam proses.

Meskipun begitu, Nuno meyakini, kualitas Traore akan membantu West Ham dengan memberi pilihan berbeda di area penyerangan. Apalagi, saat bekerja sama dulu, Traore pernah membantu tim Wolves dua kali finis di peringkat ketujuh Liga Inggris dan mencapai perempat final Liga Europa 2019-2020.

Traore datang ke West Ham dengan motivasi yang juga besar. Jebolan akademi Barcelona, La Masia, ini menganggap keputusan bergabung bersama West Ham sebagai tantangan yang akan dijalaninya dengan upaya terbaik.

”Mentalitas saya selalu untuk berbuat lebih baik. Selalu untuk meningkatkan diri sebagai pemain, untuk membantu tim semaksimal mungkin,” ujar Traore. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti