Sepekan terakhir, pertemuan antara Presiden Prabowo dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad kian intens. Apakah ini berarti Dasco diandalkan oleh Presiden?
23 Nov 2025 18:58 WIB · Politik & Hukum
ISTIMEWA
Dalam sepekan, setidaknya tiga kali Presiden Prabowo Subianto berdiskusi dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Tidak hanya di Istana Kepresidenan, keduanya juga bertemu di kediaman pribadi Prabowo. Sama halnya dengan diskusi bersama menteri-menterinya, Presiden Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra itu pun membahas berbagai kebijakan strategis dengan Dasco yang juga menjabat Ketua Harian Partai Gerindra.
Pertemuan terakhir Prabowo dengan Dasco berlangsung di kediaman Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/11/2025). Mereka bertemu empat mata di ruang kerja Prabowo. Keduanya tampak berdiskusi sambil melihat ke arah beberapa kertas yang tergeletak di atas meja.
”Dalam pertemuan tersebut, Prof Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan sejumlah surat serta laporan tertulis dari berbagai daerah,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui keterangan tertulis, Minggu (23/11/2025).
Dokumen-dokumen itu, kata Teddy, memuat berbagai persoalan hukum yang tengah berkembang di seluruh wilayah Indonesia. Presiden pun menelaahnya satu per satu, mengingat seluruh dinamika penegakan keadilan dan kepastian hukum menjadi perhatiannya. ”Presiden Prabowo kemudian berdiskusi mengenai perkembangan berbagai persoalan hukum yang tengah terjadi di Tanah Air,” kata Teddy.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/09/937aa7d7-8ca3-44b7-bf6a-56c7b2639169_jpg.jpg)
Menurut dia, pertemuan ini merupakan bagian dari komitmen Presiden untuk menjaga komunikasi dengan lembaga legislatif. Dengan begitu, Presiden bisa menerima masukan secara langsung dari pemangku kepentingan mengenai isu-isu yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Namun, tak hanya sekali Presiden bertemu dan berdiskusi dengan Dasco. Dua hari sebelumnya, Presiden juga menerima Dasco di Istana Merdeka. Sama seperti di Hambalang, Presiden juga mendengarkan sejumlah laporan dari Dasco.
Tak hanya sekali Presiden bertemu dan berdiskusi dengan Dasco. Dua hari sebelumnya, Presiden juga menerima Dasco di Istana Merdeka.
Akan tetapi, bukan soal isu hukum yang dibahas melainkan tentang perlindungan sosial bagi para mengemudi ojek daring. Soal reforma agraria, redistribusi lahan, dan penyelenggaraan ibadah haji 2026 juga dibahas.
”Selain itu, Wakil Ketua DPR RI juga menyampaikan aspirasi dari para kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI), agar program-program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat desa,” ungkap Teddy.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/21/035ace03-72e2-482d-86c7-97374640c872_jpg.jpg)
Pada Senin (17/11/2025), seusai meluncurkan program digitalisasi pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Bekasi, Jawa Barat, Prabowo juga menerima Dasco di Istana Merdeka. Menurut Teddy, ada beberapa program strategis pemerintah yang dibahas baik yang sedang berjalan ataupun yang akan diakselerasi.
Di bidang olahraga, misalnya, Prabowo dan Dasco membahas pentingnya pembangunan kompleks pelatihan atlet yang modern dan terintegrasi. Menurut rencana, fasilitas itu akan dirancang menjadi pusat pembinaan atlet dalam jangka panjang. Keberadaan kompleks pelatihan itu dinilai penting untuk menghasilkan atlet-atlet yang mampu bersaing di kancah global.
Selain pelatihan di dalam negeri, keduanya juga mendiskusikan rencana pelatihan atlet secara intensif di luar negeri. Pelatihan itu ditujukan untuk atlet dari cabang-cabang unggulan di Indonesia.
Pada sektor ekonomi, Presiden juga menegaskan kepada Dasco mengenai target pertumbuhan ekonomi minimal 8 persen. Target itu diiringi dengan sejumlah kebijakan yang berorientasi pada hasil konkret dan langsung bisa dirasakan publik, misalnya, hilirisasi di seluruh sektor. Hilirisasi dipandang perlu untuk dipercepat agar bisa menjadi penggerak utama industrialisasi nasional, sekaligus membuka kesempatan bagi pemerintah daerah berperan lebih besar dalam menciptakan nilai tambah daerahnya masing-masing.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/13/54a39b8c-5555-4090-8e7c-d78f45fedc10_jpg.jpg)
Di luar itu, Prabowo dan Dasco juga membahas situasi terkini di bidang politik dan keamanan. Hal itu terutama terkait dengan komitmen pemerintah menjaga stabilitas serta menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
Di akhir pertemuan, kata Teddy, Presiden juga memerintahkan Dasco agar seluruh program strategis pemerintah segera dieksekusi. Menurut Presiden Prabowo, percepatan realisasi program juga akan mempercepat manfaat kebijakan pemerintah diterima masyarakat.
Di masa pembentukan Kabinet Merah Putih, hampir semua tokoh yang menjadi menteri dan wakil menteri terlebih dulu dinilai oleh Dasco.
Kedekatan antara Prabowo dan Dasco bukan hanya terbangun dalam seminggu terakhir. Keduanya merupakan pendiri Partai Gerindra yang sudah mengikuti tiga kali pemilu sejak 2009 dan mengantarkan Prabowo menjadi Presiden ke-8 RI. Sejak 2020, Dasco pun didapuk menjadi Ketua Harian Gerindra dan dikenal sebagai salah satu tokoh yang paling berpengaruh terhadap langkah politik Prabowo.
Pasca-Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, pengaruh Dasco semakin menonjol. Pada masa pembentukan Kabinet Merah Putih, hampir semua tokoh yang menjadi menteri dan wakil menteri terlebih dulu dinilai oleh Dasco sebelum diputuskan oleh Prabowo. Bahkan, saat Prabowo mengumumkan susunan kabinetnya setelah dilantik sebagai Presiden, Dasco mendampingi Prabowo secara langsung di Istana kendati ia merupakan anggota DPR.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/08/cabd7f34-0546-4d68-af2d-22602d8bee3e_jpg.jpg)
Setelah pemerintahan berjalan, Dasco juga kerap berada di Istana. Ia juga sering kali menyampaikan kebijakan yang bakal dilaksanakan pemerintah. Ketika terjadi kontroversi kebijakan yang melibatkan menteri-menteri Kabinet Merah Putih, Dasco tampil berulang untuk memberikan klarifikasi terkait sikap pemerintah kepada publik.
Akan tetapi, kehadiran Dasco di sekitar Prabowo mulai berkurang ketika kerusuhan Agustus lalu berlangsung dan beberapa waktu setelahnya. Dalam sejumlah pertemuan di Hambalang dan Istana, Presiden lebih sering terlihat bersama dengan elite Gerindra lainnya, misalnya, Ketua Dewan Kehormatan Gerindra yang juga Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Ahmad Muzani. Pertemuan antara Prabowo dan Dasco baru mulai terlihat pada Oktober dan kian intens memasuki November.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno melihat bahwa intensnya pertemuan Prabowo dengan Dasco menegaskan posisi Dasco yang begitu dekat dengan Presiden. Bukan sekadar kedekatan personal yang terbangun sejak lama melainkan juga sebagai pihak yang diandalkan untuk menjaga stabilitas politik, khususnya di parlemen.
”Posisi Pak Dasco selama ini sangat strategis. Publik melihatnya sebagai jangkar yang mengomunikasikan kepentingan pemerintah dengan DPR, partai politik, dan elemen-elemen kunci lainnya,” kata Adi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/06/14/66646c11-364e-4884-8024-49ba3cbc5e32.png)
Senada dengan Adi, Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes juga melihat bahwa Dasco merupakan tokoh yang berperan penting sekaligus spesial di sisi Prabowo karena menguasai simpul-simpul dan jaringan politik di tingkat nasional, tetapi juga daerah. Selain itu, Dasco juga memiliki koneksi yang baik dengan para elite partai dan penegak hukum sehingga ia bisa memahami setiap persoalan dan implementasi kebijakan di lapangan secara cepat.
Oleh karena itu, kata Arya, wajar jika Dasco menjadi tokoh paling dekat dan dipercaya oleh Presiden. Selain bisa diandalkan untuk mengeksekusi isu dan kebijakan strategis, Dasco juga dinilai mampu menjadi penengah di antara orang-orang dekat di sekitar Prabowo.
Penulis:
Kurnia Yunita RahayuEditor:
Madina NusratPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase