Kesaksian Viswashkumar Ramesh, satu-satunya korban selamat kecelakaan pesawat Air India.
14 Jun 2025 17:05 WIB · Internasional
Sebuah foto tangkapan layar rekaman video yang diambil dan dirilis oleh saluran Youtube Narendra Modi pada 13 Juni 2025 menunjukkan pertemuan Perdana Menteri India Narendra Modi dengan Vishwash Kumar Ramesh, 40 tahun, satu-satunya yang selamat dari kecelakaan penerbangan Air India 171, di sebuah rumah sakit di Ahmedabad, India.
Terbaring di ranjang rumah sakit dengan seprai yang didominasi warna ungu muda, tangan kanan Ramesh dibalut perban pada pergelangan sampai sebagian telapak tangan, sedangkan tangan kirinya juga dibalut perban di bagian siku. Pada wajahnya terlihat luka lecet yang mengering dan menghitam di pipi sebelah kiri dan kelopak mata.
”Ketika saya membuka mata, saya menyadari bahwa saya masih hidup,” katanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/14/447e2186-ef53-486a-b29c-0952f312f709_jpg.jpg)
Ramesh adalah satu-satunya penumpang selamat dari kecelakaan Air India yang menewaskan 241 orang. Ia duduk di kursi nomor 11A di pesawat naas itu. Warga negara Inggris asal India itu sedang menuju London ketika pesawat itu jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari kota Ahmedabad di barat laut India pada Kamis sore.
Kecelakaan itu menjadi salah satu bencana penerbangan terburuk di India dan kecelakaan pertama untuk Boeing 787-8 Dreamliner sejak pesawat berbadan lebar dan bermesin ganda itu mulai beroperasi pada 2009, menurut basis data Aviation Safety Network.
Saat ini Ramesh dirawat di rumah sakit pemerintah setempat. Ia menceritakan, pesawat itu tampak terjebak di udara dalam beberapa detik setelah lepas landas. Ia mengatakan, lampu hijau dan putih menyala, dan tepat setelah itu, pesawat itu melaju kencang, tetapi tampaknya tidak dapat mencapai ketinggian sebelum jatuh.
Pesawat yang ia tumpangi jatuh ke lantai dasar sebuah gedung. Ramesh melihat ada ruang baginya untuk melarikan diri setelah pintunya terbuka. Ia membuka sabuk pengamannya dan memaksakan diri keluar dari pesawat. Ramesh mengalami luka bakar di tangan kirinya dan sempat berjalan agak jauh karena terkejut sebelum ia dibantu oleh penduduk setempat dan dibawa ke rumah sakit dengan ambulans.
Perdana Menteri Narendra Modi, yang mengunjungi lokasi kecelakaan pada hari Jumat, bertemu dengan satu-satunya korban selamat. ”Saya memberi tahu Modi semua yang saya saksikan. Ia juga menanyakan kesehatan saya,” kata Ramesh dari ranjang rumah sakitnya, seperti dikutip Associated Press.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/14/c749876f-966e-4e6b-9c75-843e37d9812e_jpg.jpg)
Ramesh, yang membawa serta boarding pass ke rumah sakit, mengatakan bahwa ia melihat beberapa penumpang dan awak pesawat kehilangan nyawa dan bagian-bagian pesawat berserakan di sekitar lokasi kecelakaan. Ramesh juga sempat mengabarkan keadaan dirinya kepada saudaranya lewat telepon dan mengabarkan bahwa dirinya dalam kondisi baik dan selamat.
Kotak hitam pesawat Air India yang jatuh telah ditemukan pada hari Jumat, yang kemungkinan akan mengarah pada petunjuk tentang penyebab kecelakaan yang menewaskan 241 orang di dalam pesawat dan sejumlah orang di darat.
Pesawat Boeing 787 yang menuju London itu menabrak asrama perguruan tinggi kedokteran saat jatuh tak lama setelah lepas landas pada Kamis di permukiman di kota Ahmedabad di barat laut.
Perekam data penerbangan digital pesawat, atau kotak hitam, ditemukan di atap dekat lokasi kecelakaan. Kecelakaan pesawat ini termasuk salah satu bencana penerbangan terburuk di India.
Warga di sekitar lokasi kecelakaan, yang termasuk orang pertama yang bergegas ke lokasi kecelakaan dan membantu penyelamatan, menggambarkan skala kerusakan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.
”Awalnya, saya tidak mengerti apa-apa, hanya asap di mana-mana. Kami bisa melihat beberapa bagian kecil (pesawat) terbakar,” kata Indrajeet Singh Solanki. Ia mengatakan bahwa dirinya dan banyak orang lainnya membantu orang-orang yang terluka dan membawa mereka ke rumah sakit. ”Kami hanya punya satu tujuan: menyelamatkan nyawa, apa pun yang terjadi,” katanya. Tragedi itu membuatnya terguncang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/14/32699a92-84e6-431b-bad4-4c2da93c8e13_jpg.jpg)
Pemerintah India dibantu tim ahli penerbangan masih melakukan investigasi kecelakaan pesawat ini. Secara terpisah, regulator penerbangan sipil India juga memerintahkan Air India untuk melakukan inspeksi tambahan terhadap Boeing 787-8 dan 787-9 Dreamliner yang dilengkapi dengan mesin GEnx General Electric. Pemeriksaan itu termasuk pemeriksaan parameter bahan bakar, kompresor udara kabin, sistem kontrol mesin, sistem hidrolik, dan parameter lepas landas.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti