Perang Israel dan Iran menempatkan anak-anak, perempuan, dan warga sipil sebagai korban.
16 Jun 2025 12:31 WIB · Internasional
Dua karya foto dari dua fotografer yang berbeda, dan dari dua tempat yang berbeda itu menggambarkan hal sama.
Foto pertama diambil di Ramat, Tel Aviv, pada 13 juni 2025, oleh fotografer AFP, Jack Guez, menceritakan tentang seorang bocah perempuan yang digendong petugas medis dari lokasi ledakan rudal yang luncurkan Iran dan jatuh mengenai bangunan pemukiman di Israel.
Sorot mata bocah dengan kaus biru itu tampak bingung, seakan tidak tahu apa yang terjadi, dia pasrah digendong di punggung petugas medis berompi oranye. Wajah petugas dipenuhi butiran-butiran keringat yang terlihat mengilap terkena pantulan sinar lampu.
Di belakangnya, tampak puluhan aparat tentara dan regu penolong di samping bangunan yang terlihat rusak.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/14/fdedbe99-cb0a-4aab-8435-fbdf34dcc926_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/16/f8282bb7-9610-45dd-beb2-880b1e47f741_jpg.jpg)
Pada foto kedua, yang diambil fotografer AP, Morteza Zangene, dua hari kemudian, Minggu (15/6/2025), menggambarkan suasana di kubu Iran. Seorang bocah perempuan dengan kaus putih tampak terluka ketika digendong seorang pria. Pipi kiri bocah itu masih terlihat darah, yang juga mengotori lengan bajunya yang berwarna putih.
Noda darah juga terlihat di kaki bocah yang salah satu sepatunya tidak terpakai dengan sempurna. Di belakangnya, beberapa warga sipil terlihat memberi minum seorang bocah lain, yang juga digendong pria berpakaian hijau.
Berbeda dengan suasana militer di latar belakang foto Israel, foto di Iran terlihat didominasi warga sipil.
Perang hanya menimbulkan penderitaan bagi anak-anak, perempuan, dan warga sipil. Setidaknya itu yang tergambar dari foto tersebut.
Perang dimulai Jumat (13/6/2025) pagi saat Israel meluncurkan serangan berskala besar ke Iran yang bertujuan menghancurkan fasilitas nuklir dan infrastruktur militer serta menyasar sebagian bangunan permukiman. Operasi yang dinamai ”Bangsa Singa” ini dilaporkan menewaskan Mayor Jenderal Hossein Salami, Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam, serta ilmuwan nuklir Fereydoon Abbasi dan Mohammad Mehdi Tehranchi.
Sebanyak 86 orang tewas dan 341 lainnya terluka dalam serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel ke wilayah Iran pada serangan pertama ini. Israel memulai operasi militer besar dengan mengerahkan sekitar 200 pesawat tempur untuk menggempur fasilitas program nuklir dan kemampuan rudal jarak jauh Iran.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/16/fdb4ea38-8d68-45ef-9957-5d6dce2a4a79_jpg.jpg)
Tak sampai 24 jam sejak diserang Israel, pada Jumat malam, Iran membalas dengan meluncurkan puluhan rudal balistik ke wilayah Israel. Asap terlihat mengepul di beberapa titik, sementara di langit Jerusalem dan Tel Aviv terlihat kilatan cahaya terang dan terdengar bunyi ledakan dan saat sistem pertahanan ”Kubah Besi” Israel berusaha mencegat serangan itu.
Asap mengepul di beberapa tempat yang terkena hantaman rudal, termasuk di Tel Aviv dan Ramat Gan, kota dekat Tel Aviv. Ribuan penduduk Israel dievakuasi ke bungker-bungker perlindungan, ratusan warga dikabarkan terluka dalam serangan ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/16/4005823e-915f-4c5b-a360-75901980d3e8_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/16/d5e8a3e0-daba-4427-8ba2-620acc143842_jpg.jpg)
Saling serang dengan rudal dan persenjataan berat lainnya antara Israel dan Iran telah memasuki hari ketiga, Minggu (15/6/2025) waktu setempat, meskipun ada seruan untuk menghentikan pertempuran.
Iran mengatakan, Israel menyerang kilang minyaknya, menyebabkan korban tewas sebanyak 224 orang. Otoritas kesehatan juga melaporkan bahwa 1.277 orang terluka, tanpa membedakan antara pejabat militer dan warga sipil.
Serangan Israel semakin meluas melampaui instalasi militer Iran hingga menghantam gedung-gedung pemerintah, termasuk Kementerian Luar Negeri, dan beberapa fasilitas energi yang memicu kebakaran besar di depot minyak Shahran di utara Teheran dan tangki bahan bakar di selatan kota. Iran mengubah stasiun metro, masjid, menjadi tempat perlindungan bom bagi penduduknya.
Sementara Israel, yang telah mengarahkan rudalnya ke program nuklir Iran yang berkembang pesat dan kepemimpinan militer, mengatakan, Iran telah menembakkan lebih dari 270 rudal sejak Jumat, 22 di antaranya berhasil menembus pertahanan udara bertingkat yang canggih di negara itu dan menyebabkan kekacauan di pinggiran kota, menewaskan 14 orang dan melukai 390 lainnya.
Sebuah kilang minyak rusak di kota Haifa, Israel utara, kata perusahaan yang mengoperasikannya. Bandara internasional utama Israel dan wilayah udaranya ditutup untuk hari ketiga.
Sirene serangan udara berbunyi di seluruh Jerusalem dan kota-kota besar Israel membuat warga Israel berlarian ke tempat perlindungan bom di kota metropolitan tepi laut Tel Aviv dan kota pelabuhan utara Haifa. Militer Israel melaporkan bahwa hampir dua lusin rudal Iran telah lolos dari sistem pertahanan udara Iron Dome yang dibanggakan dan menghantam daerah permukiman.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/16/6be31f5d-e001-40d3-a37d-79d0d824e6c5_jpg.jpg)
Perang antara Israel dan Iran telah melewati hari ketiga, tetapi belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari