Klimaks Petaka Liverpool di Istanbul

Dua kekalahan beruntun, nirgol dua gim terakhir, dan delapan laga kemasukan ialah sinyal kemunduran Liverpool pada awal musim ini.

01 Okt 2025 10:13 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

ISTANBUL, RABU — Liverpool tidak baik-baik saja pada awal musim 2025-2026. Meskipun masih menduduki puncak klasemen Liga Inggris, performa ”Si Merah” masih penuh cela. Masalah itu mencapai klimaks di Stadion RAMS Park, Istanbul, Rabu (1/10/2025) WIB. Mereka menelan kekalahan 0-1 dari Galatasaray.

Nirpoin dari ”kota dua benua”, sebutan Istanbul, menandakan waktunya Liverpool introspeksi diri, terutama bagi Pelatih Arne Slot. Kekalahan dua laga beruntun dari Galatasaray dan Crystal Palace hadir karena Slot belum mampu menemukan ramuan mujarab untuk mengakhiri sejumlah titik lemah anak asuhannya.

Liverpool pada fase grup musim lalu baru menderita kekalahan pada laga pamungkas di kandang PSV Eindhoven. Mereka menjalani tujuh laga sebelumnya dengan kemenangan.

Kondisi kontras tercipta kini. Virgil van Dijk dan kawan-kawan sudah mengakhiri laga dengan kepala tertunduk ketika pertandingan baru memasuki hari kedua di babak awal. Bahkan, Liverpool tercatat selalu kalah pada dua laga tandang berturut-turut di fase grup Liga Champions.

Gol eksekusi penalti penyerang asal Nigeria, Victor Osimhen, pada menit ke-16 cukup bagi Galatasaray mengemas poin dan kemenangan perdana di Liga Champions musim ini. Meskipun terus berusaha, Liverpool gagal menaklukkan kiper Galatasaray, Ugurcan Cakir, yang melakukan empat penyelamatan.

Dalam laga di Istanbul, Liverpool hanya menghasilkan dua peluang besar. Florian Wirtz berpeluang menyamakan skor melalui peluang berpotensi gol mencapai 18 persen pada menit ke-32, tetapi sepakannya mampu dihalau Cakir.

Striker Galatasaray, Victor Osimhen, mencetak gol ke gawang Liverpool melalui titik penalti pada laga Liga Champions di Istanbul, Rabu (1/10/2025) dini hari WIB.

Pada awal babak kedua, tepatnya menit ke-49, peluang Hugo Ekitike di muka gawang tim tuan rumah tidak mampu membuat Cakir lepas dari ketenangan. Ketika 50.651 pasang mata di tribune tegang menyaksikan situasi itu, Cakir menghadang sepakan Ekitike yang memiliki kans gol mencapai 38 persen.

Kreasi serangan yang minim di tengah 67 persen penguasaan bola dan 16 tembakan menunjukkan lini depan Si Merah belum ideal. Wirtz, yang diboyong dari Bayer Leverkusen, belum menemukan sifat klinis di muka gawang.

Sembilan laga dilalui Wirtz dengan hanya satu asis dan dua kartu kuning. Ia baru satu kali mencetak gol selama berseragam Liverpool yang tercipta pada pertandingan pramusim kontra Yokohama F Marinos.

Catatan 57 sentuhan dan 32 operan akurat terlihat cukup baik, tetapi pergerakannya lebih sering anonim alias tidak signifikan membantu lini serang Liverpool. Improvisasinya di sepertiga akhir pertahanan Galatasaray amat minim karena hanya menyajikan satu dribel sukses dan lima operan sukses di zona akhir pertahanan lawan.

Keputusan Slot mencadangkan Salah, yang di delapan laga sebelumnya bermain penuh, berimbas kepada variasi serangan. Jeremie Frimpong yang menempati posisi Salah tidak mampu menghasilkan satu pun tembakan, juga nihil dribel sukses yang selama ini jadi keahliannya selama membela Leverkusen.

”Mengecewakan karena kami bermain untuk menang dan itu gagal kami lakukan,” ucap Slot dalam konferensi pers seusai laga.

Pelatih Liverpool Arne Slot memberikan instruksi kepada para pemainnya pada laga Liga Champions melawan Galatasaray di Istanbul, Rabu (1/10/2025) dini hari WIB.

Slot menilai, kekalahan dari Galatasaray berbeda dengan situasi saat laga kontra Palace. Anak asuhannya benar-benar tidak berdaya di Istanbul.

”Di babak pertama, mereka berjuang dengan seluruh kemampuan sehingga Anda harus beri pujian kepada mereka. Kami kesulitan memainkan bola pada babak kedua,” katanya.

Penurunan

Dalam 10 pertandingan awal musim 2025-2026, Liverpool menampilkan lini pertahanan yang rapuh. Krisis pertahanan bukan isapan jempol belaka.

Mereka sudah kemasukan dalam delapan pertandingan. Hanya menghadapi Arsenal dan Burnley bisa diakhiri tanpa kebobolan.

Angka itu penurunan drastis dibandingkan periode yang sama musim lalu. Alisson Becker, kiper Liverpool, pada awal kampanye edisi 2024-2025 hanya kemasukan pada empat pertandingan.

Bek Liverpool, Jeremie Frimpong (kiri), berebut bola dengan bek Galatasaray, Ismail Jakobs, pada laga Liga Champions di Istanbul, Rabu (1/10/2025) dini hari WIB.

Kelemahan di sisi sayap juga belum sepenuhnya bisa diatasi dengan kehadiran Frimpong dan Milos Kerkez. Pada dua pertandingan terakhir, Slot terlihat mulai kehilangan kepercayaan terhadap kemampuan bertahan Frimpong.

Ia lebih percaya memainkan Dominik Szoboszlai untuk mengisi pos bek sayap kanan. Meskipun memberi Galatasaray penalti akibat melanggar Baris Yilmaz, kontribusi Szoboszlai lebih baik daripada Kerkez yang berposisi murni bek sayap kiri.

Kapten tim nasional Hongaria itu bisa menghasilkan dua umpan silang akurat dan sebuah peluang, sedangkan tingkat akurasi umpan silang Kerkez nol persen.

”Beberapa kali kami membuat keputusan keliru, dan mereka memanfaatkan itu untuk mengancam kami. Saya sangat yakin kami bisa bangkit, kami akan terus bekerja dan bersatu. Tidak perlu panik, tetapi kami butuh peningkatan,” kata Van Dijk kepada Amazon Prime.

Petaka Liverpool semakin pekat akibat Alisson dan Ekitike pulang dari Turki dengan kondisi cedera. Slot memastikan keduanya akan absen pada laga melawan Chelsea, Sabtu (4/10/2025).

APTOPIX Turkey Soccer Champions League

Sementara itu, Galatasaray mencatatkan kemenangan kandang pertama di Liga Champions dalam tujuh tahun. Tak heran, semua pemain dan suporter merayakan koleksi tiga poin dengan semringah. Gemuruh di RAMS Park semakin terasa ketika wasit asal Perancis, Clement Turpin, meniupkan peluit akhir.

Pelatih Galatasaray Okan Buruk mengingatkan anak asuhannya untuk tidak terlena. Menurut dia, kemenangan atas Liverpool tidak akan ada artinya jika mereka gagal melanjutkan tren positif di enam laga fase grup tersisa.

”Kami hanya memenangi satu pertandingan. Jalan masih panjang. Sangat mencewakan jika kami gagal mempertahankan performa ini sehingga kami harus mempersipkan laga menghadapi Bodø/Glimt dengan level fokus yang sama,” tutur Buruk dilansir laman UEFA (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto