Percaya bahwa apa pun yang telah dan akan terjadi, semuanya merupakan kehendak Tuhan.
26 Mar 2025 04:07 WIB · Hiburan
Ode dan Ade dipertemukan oleh rasa cinta. Mereka bahagia atas nama cinta. Namun, mereka baru sadar, cinta saja tidak cukup untuk mengikat kebahagiaan.
Komang Ade (Aurora Ribero) pertama kali berjumpa dengan Raim Laode (Kiesha Alvaro) di satu pertunjukan stand-up comedy. Saat itu, hanya Raim yang bisa membuat Komang tertawa di antara begitu banyaknya komika. Senjatanya tidak lebih dari canda-canda ringan, tapi tak tahu mengapa Komang langsung jatuh hati.
”Nama saya Raim Laode. Saya dari Wangi-Wangi, tapi tinggal di Baubau. Jadi mana yang benar, nih? Saya wangi atau bau?” canda Raim memperkenalkan diri. Tak lama selepas itu, cinta memang tidak ke mana, Raim dan Komang dipertemukan kembali melalui kenalan kerabat masing-masing.
Raim langsung memberanikan diri mengajak Komang untuk pergi jalan berdua. Taktik Raim saat itu mau mengenalkan Kota Baubau kepada Komang yang berasal dari Bali. Dalam hati sudah tampak api asmara, maka tak perlu waktu lama sampai Raim menembak Komang. Mereka berpacaran dan berjanji mengikat diri dengan panggilan Ode dan Ade.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/25/e3099005766091a2f23a3632d5a29102-Kiesha_Alvaro_sebagai_Raim_Laode_di_film__Komang__1_.jpg)
Komang (2025) adalah film terbaru karya sutradara Naya Anindita. Film ini mengangkat kisah nyata dari percintaan lintas agama yang dialami oleh komika sekaligus penyanyi, Raim Laode bersama dengan istri tercintanya, Komang Ade.
Komang adalah wanita beragama Hindu, sedangkan Raim adalah lelaki Muslim. Mereka berdua sama-sama memiliki ajaran yang kuat dari keluarganya. Perbedaan inilah yang harus dilawan oleh Raim dan Komang.
Selain pertentangan keyakinan, Raim juga harus bergelut dengan mimpinya untuk bisa sukses di Jakarta. Ia ingin sekali menjadi komika dan penyanyi terkemuka di Jakarta. Namun, meme (ibu dalam bahasa Bali) Komang tidak setuju. Meme takut Raim membawa Komang pergi jauh meninggalkannya.
Dengan dinding penghadang yang begitu tebal nan tinggi, Raim harus membuktikan diri bahwa dirinya layak untuk mendapatkan Komang, membuktikan bahwa mereka memang ditakdirkan untuk bersama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/25/1a29fe896adc98f6f62e95a014e2987e-Aurora_Ribero_sebagai_Komang_Ade_di_film__Komang_.jpg)
Meski memiliki cerita yang tidak terlalu berbeda dengan film-film romansa pada umumnya, Komang berhasil menjadi tontonan yang menarik
Film ini mengajak kita untuk selalu merayakan takdir. Percaya bahwa apa pun yang telah dan akan terjadi, semuanya merupakan kehendak Tuhan.
Raim, selaku tokoh asli dari kisah ini, terus tidak habis pikir dengan lika-liku jalan cintanya. Menurut dia, apa yang dialami olehnya dan Komang adalah satu jalan takdir yang masih tidak dapat dipercaya. Dengan semua tantangan yang dihadapi, Raim dan Komang berhasil mendapatkan jalan akhir yang bahagia.
”Nonton film tadi kita tidak sadar ternyata itu kisah kita. Saya baru bilang dengan Komang di terakhir tadi, oh! Ternyata jadi juga mereka,” ucap Raim seraya bercanda saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Rabu (19/3/2025).
Kisah film ini boleh jadi sudah diketahui oleh para penonton akan berakhir bahagia. Itu karena kita bisa melihat langsung Raim dan Komang yang telah bahagia menjadi suami-istri. Raim di tahun lalu juga sempat naik daun berkat lagu populernya berjudul ”Komang”.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/25/026dc5c5c03d29c1dbb4d3af47cd0116-Kiesha_Alvaro_sebagai_Raim_Laode_di_film__Komang_.jpg)
Oleh karena itu, film Komang memiliki tantangan besar untuk membuat penontonnya tidak bosan dan terus terpaku pada cerita. Rentang kisah cinta yang terjadi selama tujuh tahun harus mereka padatkan menjadi kisah menarik dengan durasi kurang dari dua jam.
Hasilnya cukup memuaskan, laju cerita di sepanjang film terasa mulus, tidak tergesa-gesa ataupun ada bagian yang hilang. Sayangnya, konflik yang dihadirkan dalam cerita masih terasa tidak tereksplor dengan dalam. Sebagai contoh, pada babak akhir film, Raim memiliki konflik batin antara menyerah atau memberanikan diri bertemu keluarga Komang. Resolusi dari sikapnya ini kemudian diselesaikan begitu saja dengan alasan yang klise.
Selain laju cerita yang baik, Komang juga berhasil membawa nuansa daerah. Film ini melakukan pengambilan gambar secara langsung di Kota Baubau, Pulau Buton. Keindahan kota tersebut digambarkan dengan sangat baik di sepanjang film. Penonton juga dibuat terpukau dengan kedua pemeran utama yang fasih bicara menggunakan dialek khas asal Buton dan Bali.
Komang adalah film yang sangat ringan untuk ditonton. Film ini banyak menyisipkan momen humor melalui dialog-dialog tokohnya. Komedinya pun pas, tidak berlebihan atau sampai membuat kita lupa akan cerita.
Setiap tokoh yang dihadirkan dalam film ini pun memiliki porsinya masing-masing. Tidak ada satu tokoh pun yang terasa kurang dimaksimalkan atau sekadar ada saja, semuanya memiliki peran dalam perjalanan cinta Raim dan Komang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/25/4c532fa9f67a5294a71e21d0c4f02efd-Kiesha_Alvaro_sebagai_Raim_Laode_di_film__Komang__2_.jpg)
Dengan semua kelebihan dan kekurangannya, Komang adalah film yang asyik untuk ditonton bersama dengan pasangan di momen Lebaran. Film ini menekankan bahwa rasa cinta dapat datang di antara siapa saja, bahkan pada mereka yang berbeda keyakinan.
Raim menyebut cinta itu tidak akan pernah hilang apabila kita menjumpai orang yang tepat. Jodoh itu adalah orang yang selalu bersama di kala suka maupun duka. ”Saya selalu bilang ke teman-teman, jodohmu itu bukan yang menemanimu saat buka puasa, tapi yang bangun bersamamu, temani sahurmu,” ucapnya.
Komang akan tayang di bioskop Indonesia pada liburan Lebaran 2025. Film ini layak disaksikan untuk mereka yang menyukai kisah romansa ringan dalam balutan humor jenaka.
Catatan: Artikel ini merupakan hasil kolaborasi dengan peserta magang Harian Kompas, yakni Ammar Rezqianto, mahasiswa Program Studi Jurnalistik, Universitas Padjadjaran
Penulis:
Dahono FitriantoEditor:
Moh. Hilmi Faiq