Komitmen Keberlanjutan ITM, dari Lumbung Bibit hingga Restorasi Terumbu Karang

Persemaian Mentawir hadir untuk menopang rehabilitasi lahan kritis, pemulihan kawasan hutan, dan pelestarian keanekaragaman hayati di IKN dan Kalimantan.

21 Agt 2025 15:37 WIB · Ekonomi & Bisnis

Oleh Mawar Kusuma Wulan

PT Indo Tambangraya Megah Tbk atau ITM telah menyerahkan tongkat estafet pengelolaan Pusat Persemaian Mentawir kepada pemerintah. Persemaian Mentawir merupakan lumbung bibit terbesar di Indonesia yang memproduksi bibit tanaman dengan kapasitas hingga 15 juta bibit per tahun.

Selain membangun Persemaian Mentawir di kawasan Ibu Kota Nusantara, ITM juga merealisasikan komitmen keberlanjutan dengan kegiatan reklamasi untuk mengembalikan daya dukung ekosistem di lahan bekas tambang.

”Secara keseluruhan, hingga akhir 2024, luas lahan yang telah direklamasi oleh anak-anak usaha ITM mencapai 16.431 hektar dari keseluruhan luasan lahan terganggu 29.779 hektar,” ujar Direktur ITM Ignatius Wurwanto, Selasa (19/8/2025).

Perusahaan juga melaksanakan revegetasi sebagai bentuk pengelolaan lahan terganggu dengan menanam pohon hingga 2.487.561 batang. Tanaman yang ditanam termasuk tanaman lokal dan tanaman yang memiliki nilai ekonomi. ITM pun terus berupaya memenuhi kewajiban rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), yang menjadi kewajiban perusahaan pemegang persetujuan penggunaan kawasan hutan (PPKH).

Nilai ESG Risk Rating yang dirilis Sustainalytics versi terbaru pada Maret 2025 menempatkan ITM di posisi Top 1 Coal di Indonesia maupun secara global dengan poin 31,8. Capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa perusahaan mampu mengelola risiko ESG dengan baik.

ITM juga menjadi anggota United Nations Global Compact, yang merupakan inisiatif global untuk mempromosikan prinsip-prinsip keberlanjutan yang mencakup hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan antikorupsi.

Pekerja merawat bibit tanaman di Persemaian Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (02/11/2023). Tempat persemaian yang diproyeksikan dapat memproduksi bibit dengan kapasitas 15 juta bibit per tahun ini bertujuan untuk menghijaukan kawasan IKN. Kompas/Priyombodo (PRI) 02-11-2023

Persemaian Mentawir hadir untuk menopang rehabilitasi lahan kritis, pemulihan kawasan hutan, serta pelestarian keanekaragaman hayati di IKN dan Kalimantan. ”Mandat yang diberikan kepada ITM telah kami jalankan secara penuh. Kami mendapat ruang untuk membangun fasilitas inti di kompleks Persemaian Mentawir, yang meliputi fasilitas persemaian itu sendiri, rumah pompa, laboratorium, dan kantor. ITM telah menunaikan mandat tersebut dan menyerahterimakannya kepada pemerintah melalui Kementerian Kehutanan pada Juni 2025,” tambah Ignatius.

Pembangunan dan pengelolaan Pusat Persemaian Mentawir melibatkan kolaborasi intensif antara pemerintah dan ITM. ITM menerima mandat dari pemerintah untuk membangun fasilitas inti di Persemaian Mentawir pada 2022. Adapun infrastruktur seperti embung dan jalan akses dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta pemeliharaan berkelanjutan dikelola oleh Kementerian Kehutanan.

Ketika menerima secara resmi pengelolaan Persemaian Mentawir dari ITM, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan apresiasi terhadap ITM dan berharap langkah ini menginspirasi pelaku industri lainnya untuk menunjukkan tanggung jawab ekologis. Ia mengajak dunia usaha untuk tidak hanya menjadi donatur, tetapi juga mitra aktif dalam merawat dan memulihkan lingkungan.

Kemenhut juga sedang menyusun standar kompetensi khusus bagi pelaku usaha tambang dalam bidang rehabilitasi hutan dan reklamasi. Raja Juli mendorong agar praktik-praktik penambangan yang baik (good mining practices) terus dijalankan secara bersama-sama untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup, kehutanan, dan pertambangan. Persemaian Mentawir sekaligus menjadi simbol keterpaduan fungsi ekologis dan ekonomi.

Suasana di sekitar lokasi pertambangan PT Indominco Mandiri (IMM), anak perusahaan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), di Kalimantan Timur.

Reklamasi tambang

ITM menekankan pengelolaan dan mitigasi dampak kegiatan penambangan terhadap ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati. Perusahaan berpedoman pada rencana pengelolaan pembukaan lahan dan reklamasi sesuai dokumen analisis mengenai dampak lingkungan pada tiap proses pengembalian fungsi lahan, serta pemenuhan semua standar penaatan sesuai dengan PPKH yang mendasarkan pada good mining practices.

Anak usaha ITM, PT Kitadin site Tandung Mayang, misalnya, telah menyelesaikan kegiatan pascatambang. PT Kitadin sudah menjalani penilaian dan menyerahterimakan area PPKH kepada pemerintah dengan nilai 95 berdasarkan standar kriteria reklamasi hutan dari Kementerian Kehutanan dan pengembalian area izin usaha pertambangan pascatambang dari Kementerian ESDM.

PT Indominco Mandiri (IMM), anak usaha ITM lainnya, mengembangkan dua arboretum di area reklamasi pascatambang dan area yang belum ditambang. Dengan total luas akumulasi 270 hektar, dua arboretum IMM merupakan upaya perusahaan untuk menjaga keanekaragaman hayati serta menyediakan lokasi penelitian bagi perguruan tinggi. Kawasan ini menjadi rumah bagi ragam flora dan fauna, termasuk satwa yang dilindungi dari kelompok mamalia, primata, dan burung.

IMM juga melakukan upaya pemulihan ekosistem wilayah pesisir seluas 72 hektar di Kecamatan Bontang Lestari, Kota Bontang, dan Kecamatan Marang Kayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Daerah tersebut memiliki tingkat abrasi yang tinggi, dengan kondisi terumbu karang yang semakin berkurang. Inisiatif pelestarian wilayah pesisir dilakukan dengan pemulihan hutan mangrove dan restorasi terumbu karang.

Proyek solar PV PT Cahaya Power Indonesia (CPI) anak usaha  PT Indo Tambangraya Megah Tbk.   CPI telah membukukan kapasitas PLTS atap terkontrak sebesar 90 MWp. Dengan kapasitas PLTS atap yang terus menunjukkan pertumbuhan yang baik, serta pengalaman untuk menciptakan operasional yang lebih efisien,  kontribusi bisnis energi terbarukan terhadap pertumbuhan ITM diyakini akan semakin besar.

Upaya pelestarian juga dilakukan pada ekosistem bawah laut di sekitar pelabuhan terminal khusus pemuatan batubara IMM, dengan melakukan penanaman 147 meja transplantasi seluas 200 meter persegi dengan total 2.352 bibit terumbu karang sejak 2022. Melalui PT Jorong Barutama Greston, ITM menjalankan kegiatan konservasi hutan galam primer di area seluas 99,46 hektar di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut.

Sebagai perusahaan pemegang PPKH, ITM dan anak-anak usaha memiliki kewajiban menanam pohon dalam rangka rehabilitasi DAS. Rehabilitasi DAS dilakukan di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, termasuk di IKN, Meratus, hutan lindung, Sungai Wein, Taman Nasional Kutai, serta Murung Raya. Hingga kuartal kedua 2025, ITM dan semua anak usahanya telah menyerahterimakan area DAS terehabilitasi seluas 26.800,42 hektar kepada pemerintah dan ini merupakan yang terluas di antara perusahaan pemegang PPKH.

Anak usaha ITM, PT Bharinto Ekatama, juga telah berhasil menuntaskan program penanaman dalam rangka rehabilitasi DAS Menoreh dengan konsep yang agak berbeda, yakni agroforestry, dan telah melewati tahap penilaian dengan tingkat keberhasilan 97,48 persen. Rehabilitasi DAS Menoreh memiliki nilai strategis nasional, yaitu membangun menara air alami yang menopang destinasi superprioritas Borobudur.

Konsep pemberdayaan masyarakat setempat diwujudkan melalui keterlibatan langsung kelompok tani hutan (KTH). Sebanyak 1.921 petani, 171 di antaranya perempuan, yang tergabung dalam 32 KTH dari 17 desa/kelurahan di 8 kecamatan, terlibat aktif dalam program ini. Secara total, terdapat 109.853 batang pohon yang saat ini dikelola petani, sebagian besar berupa jenis tanaman buah premium bernilai ekonomi tinggi, seperti alpukat, durian, kelengkeng, petai, mangga, dan manggis.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kiri) menyaksikan Galeri Foto PT Indo Tambangraya Megah Tbk atau ITM bertema pelestarian ekosistem hutan dan keanekaragaman hayati dalam acara serah terima Peresmian Mentawir pada Juni 2025.  Selain membangun Persemaian Mentawir di Kawasan Ibu Kota Nusantara, ITM juga merealisasikan komitmen keberlanjutan dengan kegiatan reklamasi untuk mengembalikan daya dukung ekosistem di lahan bekas tambang.

Upaya dekarbonisasi

”Kami menerapkan kinerja ESG yang terintegrasi dan terukur untuk memastikan terciptanya dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan tata kelola perusahaan. Untuk itu, kami menyusun tata kelola keberlanjutan dan membentuk Komite Keberlanjutan yang berperan mengintegrasikan dan mengawasi penerapan prinsip ESG ke seluruh operasionalisasi, sekaligus memperkuat keterlibatan pemangku kepentingan, termasuk dalam proses penyusunan laporan keberlanjutan,” kata Ignatius.

Selain melakukan upaya dekarbonisasi, ITM turut menjadikan reklamasi sebagai perhatian utama. ITM melibatkan masyarakat lokal dan perguruan tinggi untuk meningkatkan kesadaran konservasi sekaligus penelitian dan pengembangan potensi lahan rehabilitasi yang berdampak positif bagi serapan karbon. Fokus pascatambang juga diarahkan pada manfaat jangka panjang bagi masyarakat komunitas lokal.

Anak usaha ITM, PT Kitadin site Embalut, yang saat ini sedang memasuki tahap pascatambang, contohnya, dapat mengintegrasikan program pascatambangnya dengan membangun lahan pertanian terintegrasi di bekas area tambang, mencakup pertanian padi dan jagung, peternakan, serta pariwisata. Program ini menjadi contoh bagaimana pemulihan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi lokal.

Pengelolaan limbah dijalankan dengan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Limbah non-B3 dikelola secara mandiri dan/atau melalui dinas kebersihan serta bekerja sama dengan pihak ketiga, sedangkan limbah B3 disimpan sementara di fasilitas berizin sebelum diserahkan untuk dikelola oleh pihak ketiga berizin dari Kementerian Lingkungan Hidup. Seluruh data limbah dan proses pemantauannya tercatat melalui sistem pelaporan dan pemonitoran di dalam internal perusahaan dan melalui pelaporan online ke Kementerian Lingkungan Hidup.

Petugas mengecek pembangkit listrik tenaga surya atap yang ada di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (27/8/2024). Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan, kuota pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap. Dari kuota total 901 megawatt (MW) yang disediakan untuk tahun 2024, saat ini hanya tersisa sekitar 60-90 MW. Pemerintah sedang membahas rencana untuk menambah kuota PLTS atap. Kuota PLTS atap telah diatur dalam Keputusan Dirjen Ketenagalistrikan Nomor 279.K/TL.03/DJL.2/2024, yang mengatur pengembangan sistem PLTS atap PLN untuk periode 2024-2028. Pada 2024, kuota PLTS atap ditetapkan sebesar 901 MW. Jumlah tersebut akan meningkat bertahap. Pada 2025 akan meningkat pada 1.004 MW, 1.065 MW pada 2026, 1.183 MW pada tahun 2027, dan 1.593 MW pada tahun 2028. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 27-08-2024

Dalam menghadapi perubahan iklim, ITM menerapkan strategi mitigasi dan adaptasi iklim yang meliputi upaya program dekarbonisasi dengan efisiensi energi, reduksi emisi, penyadaran dan aksi nyata dari seluruh karyawan, serta melaksanakan transformasi bisnis yang lebih hijau. Langkah reduksi emisi di operasi tambang ditempuh melalui efisiensi energi melalui pendekatan program digitalisasi, pemanfaatan energi baru terbarukan seperti solar PV, elektrifikasi dengan jaringan PLN, inisiasi penggunaan kendaraan listrik, dan peningkatan proporsi biofuel menjadi B40.

Ignatius menambahkan, ITM tetap fokus mengelola bisnis inti perusahaan di bidang pertambangan batubara, dan di saat yang sama mengakselerasi transformasi bisnis di bidang jasa energi, energi terbarukan, dan lainnya. Bisnis ITM saat ini ditopang oleh tiga pilar, yaitu pertambangan (mining) sebagai pilar inti, jasa pertambangan (mining services), serta energi terbarukan dan lainnya (renewable and others). Pengembangan bisnis energi terbarukan masuk ke dalam pilar renewable and others.

Diversifikasi, bagi ITM, merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membentuk portofolio yang lebih seimbang, tangguh, dan relevan di masa depan. ITM memasuki sektor energi terbarukan dengan mendirikan anak usaha yang bergerak di bidang panel surya atap (solar rooftop). Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya diversifikasi dan transisi energi jangka panjang, sekaligus memberikan solusi baru bagi pelanggan industri yang ingin menurunkan emisi karbon.

Pertumbuhan bisnis energi terbarukan sejak tahun 2021 menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan, terutama dari sisi kapasitas pembangkit listrik tenaga surya atap. Sebagai contoh, perusahaan melalui anak usahanya berhasil membukukan pertumbuhan kapasitas lebih dari 300 persen pada tahun 2023. Saat ini, PT Cahaya Power Indonesia (CPI), salah satu anak usaha ITM, telah membukukan kapasitas PLTS atap terkontrak sebesar 90 MWp.

”Dengan kapasitas PLTS atap yang terus menunjukkan pertumbuhan yang baik serta pengalaman untuk menciptakan operasionalisasi yang lebih efisien, kami yakin bahwa kontribusi bisnis energi terbarukan terhadap pertumbuhan ITM akan semakin besar,” ujar Ignatius.

Saat ini, fokus ITM masih dalam mengembangkan proyek energi terbarukan melalui inisiatif solar rooftop dan solar farm. ”Meski demikian, kami tetap terbuka pada peluang yang relevan dan melakukan kajian lebih jauh bila terdapat proyek yang memenuhi kriteria investasi. Pendekatan yang dilakukan ITM dalam diversifikasi portofolio mencerminkan prinsip kehati-hatian dan fleksibilitas,” tambahnya.

Kompas Professional Mining

Laporan mendalam dan analisis tren industri untuk mendukung para profesional pertambangan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Mawar Kusuma Wulan
 | 

Editor:

Aloysius Budi Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar