Timnas Bahrain datang ke Jakarta dengan kondisi terbaik berkat koleksi Piala Teluk 2024. Mereka memburu kemenangan kedua pada laga tandang kontra Indonesia.
24 Mar 2025 20:28 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Tim nasional Bahrain datang ke Jakarta dengan situasi skuad yang sangat positif. Skuad asuhan Dragan Talajic ini mengincar tiga poin ketika menghadapi Indonesia, Selasa (25/3/2025) pukul 20.45 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau SUGBK.
Dibandingkan pertemuan pertama Oktober lalu di Riffa yang berakhir sama kuat 2-2, situasi internal skuad Bahrain jauh lebih baik. Mereka menyandang gelar juara Piala Teluk 2024 pada Januari 2025 lalu, yang menjadi trofi bergengsi pertama di bawah komando Talajic.
Gelar Piala Teluk 2024 menjadi penanda telah padunya skuad Bahrain, yang berjuluk ”Pasukan Dilmun”, bersama Talajic. Mereka mengalahkan tim kuat di Jazirah Arab, seperti Arab Saudi dan Irak, sebelum menaklukkan Oman pada partai puncak. Juru taktik asal Kroasia itu mengambil alih estafet kursi pelatih Bahrain seusai Piala Asia 2023, Februari 2024 lalu.
”Kami datang dengan kondisi pemain yang bagus dan penuh percaya diri untuk menghadapi Indonesia. Kami menghormati Indonesia, tetapi kami akan berjuang untuk memainkan pertandingan yang baik demi mengejar kemenangan,” ujar Talajic dalam konferensi pers jelang laga, Senin (24/3/2025) malam, di SUGBK.
Hal serupa juga disampaikan Ebrahim Lutfalla, penjaga gawang Bahrain. Meskipun pada gim sebelumnya Bahrain menderita kekalahan 0-2 dari Jepang, Lutfalla optimistis jalannya duel di Jakarta akan berbeda bagi timnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/24/d49eea86-ba94-4613-9ab9-89271ac09ac4_png.png)
”Persiapan kami sudah sangat baik untuk laga melawan Indonesia. Kami bermain demi satu tujuan meraih tiga poin di sini,” kata Lutfalla, yang bakal memainkan gim ke-32 berseragam Bahrain.
Lutfalla merupakan andalan utama Pasukan Dilmun untuk membawa pulang poin dari Jakarta. Ia sudah mencatatkan dua laga nirbobol di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Menariknya, catatan tak kemasukan itu diciptakan kiper klub Al-Muharraq itu ketika menjalani laga tandang kontra Australia dan Arab Saudi.
Jika bisa mengalahkan Indonesia, harapan Bahrain untuk lolos ke putaran keempat akan sangat terbuka. Selain itu, Bahrain juga memburu kemenangan kedua dalam duel tandang di Jakarta.
Satu-satunya hasil positif yang dibawa pulang Bahrain melawan Indonesia di SUGBK tercipta pada kualifikasi Piala Dunia 2014 pada 6 September 2011. Kala itu, Indonesia yang diasuh pelatih asal Belanda, Wim Rijsbergen, ditumbangkan 0-2.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/22/1c6811a0b3074595d18d909efac74f57-20250322ron21.jpg)
Tidak hanya situasi internal tim, Lutfalla mengungkapkan, kehadiran mereka di Indonesia juga diselimuti atmosfer yang bagus. Sejak datang di Jakarta, Jumat (21/3/2025), Bahrain dapat menjalani segala persiapan tim, baik di hotel maupun lapangan latihan, tanpa terkendala apa pun. Kondisi itu jelas kontras dengan serangan siber yang diterima pemain-pemain Bahrain setelah laga pada Oktober 2024 lalu.
”Indonesia adalah negara yang luas dengan populasi yang besar. Kami sangat merasa nyaman sejak tiba,” kata Lutfalla.
Talajic juga memuji layanan yang diberikan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) kepada timnya. Selain PSSI, kata Talajic, ia juga menyaksikan orang-orang Indonesia yang ramah menyambut timnya.
”Komentar-komentar di media sosial tidak mencerminkan orang Indonesia yang sesungguhnya. Orang-orang Indonesia yang kami temui di hotel serta para jurnalis sangat menyenangkan,” ucap Talajic, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknik Bahrain periode 2022-2024.
Ia menambahkan, ”Meskipun Indonesia memiliki populasi besar yang sangat berbeda dengan Bahrain, hal itu tidak akan memengaruhi laga besok. Sebab, pertandingan sepak bola hanya melibatkan 11 pemain melawan 11 pemain di atas lapangan.”
Saya heran pemain yang datang dari Belanda. Kalian memiliki 300 juta penduduk, tetapi harus mengambil pemain dari Belanda. Ayolah, habibi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/22/72236f5862161925a55dfd1fb8007b95-20250322ron18.jpg)
Lebih lanjut, Talajic juga merasa heran dengan kehadiran banyak muka baru dari dalam skuad Indonesia di setiap laga kualifikasi Piala Dunia 2026. Dibandingkan duel di Riffa, Bahrain akan menghadapi Indonesia dengan tambahan empat pemain naturalisasi anyar. Mereka adalah Ole Romeny, Dean James, Joey Pelupessy, dan Emil Audero.
”Saya heran pemain yang datang dari Belanda. Kalian memiliki 300 juta penduduk, tetapi harus mengambil pemain dari Belanda. Ayolah, habibi,” ucap Talajic sembari tersenyum.
”Saya yakin gim Indonesia menghadapi Australia tidak merefleksikan kekuatan Indonesia sesungguhnya,” tambahnya.
Pada latihan resmi jelang laga, Senin malam, Talajic memimpin 23 pemain asuhannya yang terdiri 20 pemain outfield serta tiga kiper. Penjaga gawang menjalani latihan terpisah yang fokus pada latihan refleks.
Adapun 20 pemain lainnya menjalani latihan operan-operan pendek cepat serta reaksi dalam situasi tidak menguasai bola. Dalam sesi latihan itu, pemain-pemain Bahrain yang tugas bertahan juga tidak segan melakukan kontak fisik demi memenangi penguasaan bola.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/22/12ae3cfa471b194d872df1fbaf6800e7-20250322ron22.jpg)
Sementara itu, bek tengah Amine Benaddi juga hadir pada agenda latihan resmi itu meski absen pada laga melawan Indonesia akibat akumulasi kartu kuning. Berbeda dengan rekan setimnya, Benaddi tidak mengenakan sepatu sepak bola dan hanya menggunakan sepatu olahraga biasa. Ia pun duduk di zona bangku cadangan untuk menyaksikan rekannya berlatih.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto