Trump mengancam pembatalan kontrak pemerintah dengan Musk yang mencapai 22 miliar dollar AS. Musk tidak gentar.
06 Jun 2025 14:17 WIB · Internasional
WASHINGTON DC, JUMAT — Di depan publik, pertengkaran miliarder Elon Musk dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump semakin sengit. Pertengkaran itu penuh dengan hinaan dan ancaman. Trump mengancam memutus kontrak SpaceX. Musk tidak tinggal diam.
Sebelum keluar dari Gedung Putih, Elon sudah tidak setuju dengan rancangan Undang-Undang baru Trump karena bisa menambah utang AS. RUU itu membahas banyak hal, antara lain pengurangan pajak dan deportasi para imigran ilegal. Omelan Musk mengalir deras selama berhari-hari di pelantar X miliknya.
Pertengkaran Musk dan Trump mencapai puncak pada Kamis (5/6/2025). Saat menerima kunjungan Kanselir Jerman Friedrich Merz, Trump juga mengaku kecewa dengan Musk. Di pelantar miliknya, Truth Social, Trump menyebut Musk ”gila” dan mengancam membatalkan kontrak pemerintah dengan Musk yang nilainya mencapai 22 miliar dollar AS.
”Cara termudah menghemat uang dalam anggaran kita, miliaran dan miliaran dollar, adalah dengan menghentikan subsidi dan kontrak pemerintah dengan Elon,” tulis Trump.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/06/29dd4a1b-5cd8-4f5d-9e8b-c3703bbed04f_jpg.jpg)
Musk membalas. Menurut dia, Partai Republik menang Pilpres 2024 berkat dirinya. Musk adalah penyumbang dana kampanye terbesar Trump, yaitu sekitar 300 juta dollar AS. Dia bahkan menyebut nama Trump masuk dalam berkas mendiang Jeffrey Epstein, mucikari dengan klien orang terkenal.
”Berdasarkan pernyataan Presiden tentang pembatalan kontrak pemerintah, SpaceX akan segera mulai menonaktifkan pesawat ruang angkasa Dragon-nya,” tulis Musk sebagai pemilik SpaceX di X walau tak lama berubah pikiran.
Namun, Musk kemudian terlihat merespons sebuah unggahan tentang pemakzulan Trump. ”Presiden vs Elon. Siapa yang menang? Saya bertaruh pada Elon. Trump harus dimakzulkan dan JD Vance harus menggantikannya,” tulis Ian Miles Cheong, pendukung Musk dan aktivis sayap kanan.
Elon menjawab ”Ya” atas unggahan Cheong. Namun, Partai Republik adalah mayoritas di Kongres AS sehingga sulit melakukan pemakzulan.
”Cuitan mengenai Epstein merupakan episode yang tidak menguntungkan dari Elon, yang tidak senang dengan ’One Big Beautiful Bill’ karena tidak memuat kebijakan yang diinginkannya,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
Entah sejauh mana pertengkaran Musk dan Trump berlanjut. Jika Trump melakukan pembalasan dengan membatalkan kontrak SpaceX dengan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) serta Pentagon, kemajuan perkembangan program luar angkasa AS terhambat.
Sekretaris Pers NASA Bethany Stevens menolak berkomentar mengenai SpaceX. ”Kami akan terus bekerja sama dengan mitra industri untuk memastikan tujuan presiden di bidang luar angkasa terpenuhi,” tuturnya.
Berdasarkan kontrak senilai sekitar 5 miliar dollar AS, Dragon merupakan satu-satunya wahana antariksa yang mampu mengangkut astronot ke dan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional. Oleh sebab itu, SpaceX adalah elemen penting program luar angkasa AS.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/01/26/0dea87d3-65d0-4a0c-8f41-d9a053c2010e_jpg.jpg)
Pengamat menilai SpaceX telah mendominasi program roket dan komunikasi satelit sebelum Musk terjun ke politik Partai Republik, tahun lalu. Kondisi ini melindungi SpaceX dari pertengkaran Musk dan Trump.
”Untungnya tak akan menjadi bencana besar karena SpaceX telah berkembang menjadi kekuatan global yang mendominasi sebagian besar industri luar angkasa. Tetapi, tidak diragukan hal itu akan mengakibatkan hilangnya pendapatan signifikan dan peluang kontrak,” kata Justus Parmar, CEO Fortuna Investments yang adalah investor SpaceX.
Sejauh ini, pertengkaran Musk dan Trump lebih berdampak pada perusahaan Musk yang lain, yaitu Tesla. Saham Tesla anjlok hingga 14,3 persen atau kehilangan nilai sekitar 150 miliar dollar AS, Kamis. Ini adalah penurunan Tesla terbesar dalam sejarah dalam sehari.
Sebelumnya, Musk dan Trump membentuk aliansi politik yang tidak terduga, tetapi kuat. Setelah menjadi donatur kampanye Trump, pada puncaknya Musk memiliki posisi penting di Departemen Efisiensi Pemerintah (Doge).
Doge berperan penting dalam 100 hari pertama pemerintahan Trump. Lembaga ini menutup banyak lembaga dan memberhentikan ribuan pegawai pemerintahan untuk berhemat.
BBC mencatat tidak butuh waktu lama muncul spekulasi kedua sosok dengan kepribadian keras ini berselisih. Namun, setiap kali isu itu muncul, Musk akan muncul di Ruang Oval, ruang kabinet, atau pesawat Air Force One.
Ketika Musk mengundurkan diri setelah 130 hari bertugas, Musk dan Trump menggelar perpisahan yang akrab di Ruang Oval. Trump memberinya kunci emas Gedung Putih sembari berkata Musk mungkin akan kembali.
”Elon dan saya dulu memiliki hubungan yang hebat,” kata Trump, Kamis.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/12/e5717540-48b9-4636-b343-455754faeaaf_jpg.jpg)
Trump bisa menggunakan cara lain untuk membalas Musk. Di samping ancaman pembatalan kontrak, dia bisa menyasar sekutu-sekutu Musk yang tersisa di Doge atau membuka kembali investigasi terkait bisnis Musk era pemerintahan Presiden AS Joe Biden.
Ini bukan kali pertama Trump bertikai dengan orang dekatnya. Di masa pertama jabatan pertama Trump, ia pernah bertengkar dengan mantan Kepala Strategi Gedung Putih, Steve Bannon, dan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton.
Perseteruan berkepanjangan Musk dan Trump bisa mempersulit Partai Republik yang ingin mempertahankan kendali Kongres dalam pemilihan paruh waktu, tahun depan. Musk memiliki banyak pengikut daring dan membantu menghubungkan Trump dengan Silicon Valley dan para donatur kaya. Musk juga ingin mengurangi pengeluaran politik di masa depan. (AFP/Reuters)
Penulis:
Elsa Emiria LebaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari