Departemen baru itu akan memberikan nasihat dan panduan ”dari luar pemerintahan”. Ini mengindikasikan peran baru Musk akan informal.
13 Nov 2024 12:09 WIB · Internasional
WASHINGTON, RABU — Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, menunjuk pengusaha kaya, Elon Musk, untuk mengepalai pos baru di pemerintahannya. Musk, bersama Vivek Ramaswamy, akan memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang dibentuk untuk membentuk pemerintah yang lebih efisien.
Penunjukan diumumkan Trump pada Selasa (12/11/2024) malam waktu setempat atau Rabu pagi waktu Indonesia. Musk telah menyumbang lebih dari 100 juta dollar AS dalam kampanye Trump untuk membantunya memenangi pemilihan presiden pada 5 November. Nama DOGE juga disebut-sebut merujuk pada mata uang kripto yang dipromosikan Musk, dogecoin. Adapun Ramaswamy adalah mantan kandidat presiden dari Partai Republik, yang kalah dari Trump dalam pencalonan tingkat partai.
Dalam pernyataan, Trump mengatakan, Musk dan Ramaswamy ”akan membuka jalan bagi pemerintahan untuk membongkar birokrasi pemerintah, memangkas regulasi yang berlebihan, memotong pengeluaran yang boros, dan merestrukturisasi badan-badan federal”.
Menurut Trump, departemen baru itu akan mewujudkan mimpi lama Republikan serta memberikan nasihat dan panduan ”dari luar pemerintahan”. Ini mengindikasikan peran baru Musk akan informal, tanpa perlu persetujuan Senat. Dengan demikian, Musk tetap bisa memimpin perusahaan mobil listrik Tesla, pelantar media sosial X, dan perusahaan roket SpaceX.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/13/bbdb3b86c2bdf36b7368a63e2cbeaf74-000_36MB3TD.jpg)
Trump menjelaskan, Departemen Efisiensi Pemerintah akan bekerja bersama Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih untuk mendorong reformasi struktural skala besar dan menciptakan pendekatan kewirausahaan terhadap pemerintah. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada 4 Juli 2026, bertepatan dengan 250 tahun penandatanganan Deklarasi Kemerdekaan AS.
Dalam unggahan di X, Musk mengatakan, segala tindakan DOGE akan dipublikasikan secara daring demi transparansi maksimal. Publikasi itu juga mencakup ”papan peringkat untuk belanja paling gila atas pajak” rakyat. Menurut dia, itu akan sangat tragis sekaligus sangat menyenangkan.
”Departemen Efisiensi Pemerintah. Barangnya akan (emotikon api). Ancaman untuk demokrasi? Tidak, ancaman untuk BIROKRASI!” tulisnya.
Dalam kampanye Trump di Madison Square Garden pada Oktober, Musk mengatakan, anggaran federal bisa dikurangi setidaknya 2 triliun dollar AS. Pengeluaran sukarela, termasuk belanja pertahanan, diperkirakan mencapai 1,9 triliun dollar AS dari total 6,75 triliun dollar AS anggaran federal untuk tahun fiskal 2024.
”Uang kalian dibuang-buang, dan Departemen Efisiensi Pemerintah akan memperbaikinya. Kami akan menyingkirkan pemerintah dari beban kalian dan dari dompet kalian,” kata Musk di kampanye itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/13/eed20c06b6194fb1f133615ac753c4ae-000_36M99YX.jpg)
Musk tercatat sebagai orang terkaya di dunia versi Forbes. Ia disebut-sebut mendapatkan banyak keuntungan dari kemenangan Trump di pilpres AS. Dia diperkirakan akan memegang pengaruh luar biasa untuk membantu perusahaan-perusahaannya dan mengamankan perlakuan baik dari pemerintah.
Pada Agustus lalu, Musk dan Tesla memenangi pembatalan gugatan hukum federal yang menuduh mereka menipu investor dengan menggelembungkan dogecoin dan melakukan perdagangan yang melibatkan orang dalam sehingga menyebabkan kerugian miliaran dollar AS.
Dengan tambahan portofolio di pemerintahan, Musk bisa mereguk manfaat dalam nilai pasar perusahaan dan bisnisnya, seperti kecerdasan buatan dan mata uang kripto. ”Jelas Musk akan memiliki peran besar dalam pemerintahan Trump di Gedung Putih dengan jangkauannya yang semakin luas di banyak badan federal. Kami yakin keuntungan besar bagi Musk dan Tesla jauh lebih besar daripada dampak negatifnya karena ini terus menjadi ’langkah poker yang tak ada duanya’ oleh Musk yang bertaruh kepada Trump,” kata analis ekuitas, Daniel Ives, dari Wedbush Securities dalam catatan riset.
Sementara Ramaswamy adalah pendiri perusahaan farmasi. Ia maju bersama Trump sebagai bakal calon presiden dari Partai Republik, tetapi menarik diri dan mendukung Trump. Dengan penunjukan ini, dia akan mundur dari pemilihan anggota Senat di Ohio.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/13/dd1fca5340102953472b9e96d6ae9a5d-000_36MA7LN.jpg)
Setelah unggul dalam penghitungan suara pilpres AS, Trump terus membentuk pemerintahannya. Ia telah menunjuk beberapa orang untuk mengisi jabatan-jabatan penting dalam kabinetnya.
Pada Selasa malam, Trump mengumumkan nama veteran militer dan pembawa acara Fox News, Pete Hegseth, sebagai menteri pertahanan. ”Dengan Pete sebagai pemimpinnya, musuh-musuh Amerika akan memperhatikan. Militer kita akan hebat Lagi, dan Amerika tidak akan pernah mundur,” kata Trump.
Sebelumnya, ia telah menunjuk Senator Florida Marco Rubio sebagai menteri luar negeri. Ia juga menunjuk anggota Kongres Mike Waltz sebagai penasihat keamanan nasional. Keduanya dikenal berpandangan keras terhadap China.
Trump telah memilih mantan direktur intelijen nasional semasa berkuasa (2017-2021), John Ratcliffe, untuk memimpin Badan Intelijen Pusat (CIA). Di dalam negeri, Trump mengisyaratkan akan mendukung kebijakan keras terhadap migran. Sejumlah nama telah muncul, di antaranya Gubernur South Dakota Kristi Noem sebagai menteri keamanan dalam negeri. (AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Fransisca Romana Ninik WEditor:
Muhammad Samsul HadiPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .