Kontak Tembak di Intan Jaya, TNI Laporkan 18 OPM Tewas

TNI melalui Komando Operasi Habema menindak kelompok kriminal bersenjata/Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Intan Jaya, Papua Tengah, yang menewaskan 18 anggota OPM.

15 Mei 2025 09:41 WIB · Nusantara

Oleh Nasrun Katingka

JAYAPURA, KOMPAS — TNI melaporkan telah menindak kelompok kriminal bersenjata atau Organisasi Papua Merdeka atau KKB/OPM di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. TNI mengklaim, terkait dengan penindakan tersebut, 18 anggota KKB/OPM tewas.

TNI melalui Komando Operasi Habema menindak OPM yang dipimpin Daniel Aibon Kogoya, Undius Kogoya, dan Josua Waker di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Operasi ini dilakukan di sejumlah kampung, yakni Titigi, Ndugusiga, Jaigapa, Sugapa Lama, dan Zanamba, Selasa hingga Rabu (13-14/5/2025) pagi.

”Sekitar pukul 04.00-05.00 WIT, TNI memasuki sejumlah kampung di Distrik Sugapa untuk misi damai berupa pelayanan kesehatan dan edukasi kepada masyarakat serta mengamankan rencana pembangunan jalan ke Hitadipa. Namun, (hal itu) dimanipulasi OPM,” kata Kepala Satgas Media Operasi Habema Letnan Kolonel (Inf) Iwan Dwi Priharartono, Kamis (15/5/2025).

Iwan menyebut, kedatangan TNI justru dimanipulasi oleh OPM dengan menjadikan warga sipil sebagai tameng. OPM menyebarkan informasi bahwa kedatangan TNI akan mengancam nyawa masyarakat.

Dalam operasi yang dilaksanakan sejak Selasa dini hari tersebut, lanjut Iwan, TNI menindak secara terukur dan menewaskan 18 anggota OPM. Selain itu, TNI merebut dua pucuk senjata api, puluhan butir amunisi, serta senjata tradisional.

Kelompok Undius Kogoya membakar fasilitas barak pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Intan Jaya pada Selasa (16/8/2022).

”Seluruh personel TNI yang terlibat dilaporkan dalam kondisi aman dan lengkap. Saat ini pasukan masih bersiaga di beberapa sektor guna mengantisipasi kemungkinan pergerakan kelompok yang tersisa,” ujar Iwan.

Sementara itu, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, menyatakan, pihaknya belum menerima laporan di lapangan. Saat ini, dirinya terkendala gangguan aplikasi pengirim pesan singkat.

Dalam keterangan terpisah, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan, kontak senjata di Intan Jaya telah mengakibatkan korban jiwa serta warga gereja mengungsi. PGI menganggap, kontak senjata yang berdampak pada warga sipil telah melanggar hak asasi manusia (HAM).

”Ada anak kecil umur 7 tahun, Minus Jegeseni, mengalami luka di telinga kanan karena terkena serpihan peluru dan seorang perempuan dewasa, Junite Zanambani, yang terluka juga akibat serpihan peluru di lengan tangan kanannya,” dalam rilis yang disampaikan oleh Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian PGI Darwin Darmawan.

Anak-anak bermain di halaman Markas Polsek Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua setelah mengikuti kegiatan belajar selama dua jam.

PGI mendesak pemerintah, militer, dan kelompok bersenjata untuk menyudahi konflik yang berdampak pada masyarakat sipil tersebut. Dengan adanya warga yang mengungsi, PGI mengharapkan segera ada bantuan medis dari pemerintah kepada yang terdampak.

Selain itu, PGI juga meminta pemerintah memberi ruang kepada gereja dan lembaga kemanusiaan lain untuk mendampingi warga yang mengungsi. Di sisi lain, PGI mengharapkan solusi jangka panjang untuk mewujudkan perdamaian di Papua.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nasrun Katingka
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .