Kontribusi Kolektif Kunci Babek SS Dekati Gelar Juara Liga Kompas U-14 2024-2025

Satu tangan Babek SS sudah menggenggam gelar juara Liga Kompas U-14 Powered by BRI 2024-2025. Orangtua pemain berperan bagi performa sempurna mereka.

20 Apr 2025 19:40 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Babek Soccer School hanya berjarak satu poin di sisa dua pertandingan Liga Kompas U-14 Powered by BRI edisi 2024-2025 untuk mengunci gelar juara. Dari perjalanan sempurna pada musim ini, Babek membuktikan bahwa kerja keras dari semua elemen tim serta perencanaan matang adalah kunci untuk memenangi kompetisi yang panjang.

Memasuki pekan ke-13 Liga Kompas U-14 2024-2025, Babek tampil amat dominan. Ketika pesaing terdekat mereka, Persigawa, gagal mempertahankan tren kemenangan setelah menjalani putaran kedua, tim asal Jakarta Utara itu belum sekali pun kehilangan poin.

Pada pekan ke-13, Babek menumbangkan Kabomania Muda Soccer School dengan skor 5-0, Minggu (20/4/2025), di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten. Lima pemain silih berganti membobol gawang Kabomania.

Parade gol Babek dimulai melalui sundulan bek tengah Fathur Dwi Rahardiansyah saat laga baru berjalan dua menit. Setelah turun minum, empat pemain Babek, yakni Meza Al Imani (menit ke-33), Radithya Javas Nugraha (menit ke-35), Rayina Pamungkas (menit ke-38), dan Dimas Anggara (menit ke-55), mengunci superioritas Babek.

Di sisi lain, Persigawa ditahan Young Warrior FA dengan skor 1-1. Dengan hasil pada pekan ke-13 itu, Babek semakin kokoh di pucuk klasemen. Mereka telah mengumpulkan 39 poin sehingga unggul enam poin atas Persigawa.

Pemain Babek Soccer School (jersei biru) berusaha memperebutkan penguasaan bola dengan pemain Kabomania Muda Soccer School pada laga pekan ke-13 Liga Kompas U-14 Powered by BRI, Minggu (20/4/2025), di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten. Babek unggul mutlak 5-0.

Tak ayal, gelar juara Liga Kompas U-14 musim 2024-2025 telah berada dalam jangkauan Babek. Mereka hanya butuh hasil seri dalam dua gim tersisa menghadapi Persigawa dan tim juru kunci, Mutiara 97.

Selain memimpin poin di papan klasemen, dominasi Babek ditunjukkan pula dengan catatan agresivitas gol dan pertahanan mereka yang paling baik di antara 16 kontestan Liga Kompas U-14. Babek sudah mencetak 32 gol, lalu hanya empat gol yang bersarang ke gawang mereka.

Selain itu, penyerang utama mereka, Rayina, juga secara konsisten mencetak gol dari pekan ke pekan dengan catatan 13 gol. Jumlah gol pemain bernomor punggung delapan itu setara 43 persen dari total gol yang mampu diciptakan Babek.

”Bukan parkir bus lagi, sudah (parkir truk) tronton kami coba. Tetap sulit meredam mereka,” kata Edi, Pelatih Kepala Kabomania, seusai kekalahan kedelapan yang dialami timnya.

Pelatih Babek Abdul Gofur mengungkapkan, performa tanpa cela skuadnya tidak lepas dari kerja kolektif yang melibatkan pelatih, pemain, dan orangtua pemain. Pelatih mengasah kemampuan taktik, fisik, dan teknik pemain dalam sesi latihan tiga kali dalam sepekan.

Gofur menuturkan, dirinya juga meminta para orangtua untuk membantu menjaga nutrisi dan jadwal istirahat pemain di rumah. Menurut dia, peran kolektif semua pihak amat penting untuk menjaga performa pemain remaja. Pasalnya, pemain remaja masih memiliki kondisi mental kurang stabil yang bakal memengaruhi penampilan di lapangan.

”Capaian kami di musim ini, selain berkat tim pelatih, juga ada peran besar orangtua. Di rumah, saya kasih PR kepada pemain sehingga orangtua memiliki peran untuk mengawasi mereka,” ujar Gofur.

Pelatih Babek Soccer School Abdul Gofur memberikan instruksi kepada pemainnya ketika menghadapi Kabomania Muda Soccer School pada laga pekan ke-13 Liga Kompas U-14 Powered by BRI, Minggu (20/4/2025), di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten.

”Saya juga sepakat dengan orangtua untuk memberikan laporan latihan mandiri para pemain di rumah. Bahkan, orangtua juga melaporkan waktu tidur malam pemain. Jadi, tanpa ada kesinambungan peran dari pelatih, pemain, dan orangtua, kami tidak dapat memperoleh hasil di musim ini,” tambahnya.

Gofur juga menyediakan hukuman kepada pemain yang tidak konsisten berlatih dan mengalami penurunan kondisi fisik. Para pemain yang melanggar program pelatih tidak akan dibawa untuk mengikuti pertandingan Liga Kompas U-14.

Sewa lapangan

Tidak sekadar pengawasan program latihan yang ketat, Gofur juga mempersiapkan dengan maksimal timnya dengan berlatih di lapangan sintetis, terutama pada latihan jelang bertanding di Liga Kompas U-14. Sesi latihan itu umumnya berlangsung pada hari Jumat setiap pekan.

Babek menyewa lapangan sintetis agar para pemain cepat beradaptasi dengan rumput tiruan di Stadion Kera Sakti. Program latihan itu membantu para pemain Babek tampil tanpa cela di lapangan sintetis.

Operan-operan mereka lebih akurat dibandingkan tim-tim lain di Liga Kompas U-14 musim ini. Selain itu, nyaris tidak ada pemain Babek yang terpeleset di atas lapangan pada setiap pertandingan.

”Sebelum Liga Kompas bergulir sejak Juni, kami sudah berlatih di lapangan sintetis agar pemain cepat terbiasa,” ucapnya.

Dari sisi permainan, Babek menjadi tim dengan taktik transisi positif yang efektif. Selain bermain menyerang, mereka bisa pula tampil dengan fast break alias serangan balik cepat yang mematikan. Gol dari Radithya dan Dimas ke gawang Kabomania berawal dari serangan balik yang hanya melibatkan tiga pemain.

Dua penyerang Babek Soccer School, Rayina Pamungkas dan Inzhagi Chairan Davala, mendapatkan perawatan dari tim medis ketika menghadapi Kabomania Muda Soccer School pada laga pekan ke-13 Liga Kompas U-14 Powered by BRI, Minggu (20/4/2025), di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten.

Gofur mengungkapkan, dirinya menyiapkan berbagai kondisi untuk mengatasi pertahanan lawan. Apalagi, lanjutnya, tim lawan selalu menerapkan compact defence ketika menghadapi Babek.

”Ada waktunya kami bermain menyerang dengan high pressing. Taktik itu untuk mengelabui lawan sehingga menganggap bahwa kami menyerang total,” katanya.

Ia menambahkan, ”Pemain-pemain remaja masih mudah terpancing. Jadi, ketika diserang terus-menerus, mereka juga ingin balas menyerang. Ketika lawan sudah masuk dalam perangkap kami untuk main menyerang, maka kami siapkan taktik serangan balik.”


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti