Pelatih Oneway SS TB Wahyudiansyah Pimpin Tim LKG BRI Indonesia di Piala Gothia 2025

Persiapan LKG BRI Indonesia menuju Piala Gothia 2025 kian matang. Setelah menentukan 28 pemain untuk pemusatan latihan, pelatih kepala sudah ditentukan.

04 Mar 2025 19:29 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

JAKARTA, KOMPAS — Setelah melalui sejumlah penilaian yang meliputi performa dan psikologis, Komite Liga Kompas U-14 memilih Pelatih Oneway SS, TB Wahyudiansyah, sebagai pelatih kepala tim LKG BRI Indonesia yang bakal berlaga pada Piala Gothia 2025. Wahyu telah dibekali 28 pemain yang akan dikerucutkan menjadi 18 pemain yang akan terbang ke Gothenburg, Swedia, Juli mendatang.

Berbeda dengan penentuan pelatih kepala tim untuk Piala Gothia di edisi-edisi terdahulu, Komite Liga Kompas U-14 melibatkan Ikatan Psikologi Olahraga (IPO). Alhasil, sebanyak enam kandidat pelatih kepala tim LKG BRI Indonesia menjalani penilaian sejumlah aspek psikologis yang berkaitan tugas-tugas kepelatihan.

Aspek penilaian itu meliputi kecerdasan umum, pengambilan keputusan, motivasi berprestasi, konsentrasi, kepercayaan diri, sistematika kerja, kematangan emosi, penyesuaian diri, dan kerja sama atau komunikasi. Dari penilaian sembilan aspek itu, tim IPO yang dipimpin Sekretaris Jenderal IPO Taru Guritna menilai Wahyu memenuhi syarat untuk memimpin tim LKG BRI Indonesia untuk bersaing di Piala Gothia yang disebut piala dunia untuk kalangan anak-anak dan remaja.

Pelatih Oneway SS TB Wahyudiansyah berpose dengan Direktur Utama Liga Kompas U-14 Emilius Caesar Alexey setelah pengumuman pelatih kepala tim LKG BRI Indonesia untuk Piala Gothia 2025, Selasa (4/3/2025), di Jakarta. Wahyudiansyah ditargetkan membawa tim LKG BRI Indonesia meraih trofj juara kategori U-15.

Direktur Liga Kompas U-14  Emilius Caesar Alexey menuturkan, Komite Liga Kompas U-14 memilih Wahyu berdasarkan penilaian psikologis dan penilaian tim pemandu bakat dan tim 11 sebagai tim statistik. Tidak hanya kemampuannya yang telah terbukti dengan membawa Oneway untuk sementara duduk di posisi keempat di Liga Kompas U-14 Powered by BRI 2024-2025, Wahyu juga telah memiliki banyak pengalaman memimpin tim belia pada ajang internasional.

Wahyu adalah anggota pelatih Tim Pelajar Indonesia U-16 yang juara Piala Borneo di Sabah, Malaysia, 2017, serta dua kali mengasuh tim di Piala Gothia China pada akhir dekade 2010-an.

”Target kami adalah juara demi melengkapi capaian sebelumnya yang pernah peringkat kedua (2013) dan peringkat ketiga (2018). Penilaian psikologis ini diharapkan bisa membuahkan hasil yang belum pernah tim Liga Kompas bawa pulang dari Piala Gothia sebelumnya,” ucap Caesar setelah mengumumkan penunjukan Wahyu di Jakarta, Selasa (4/3/2025).

Caesar menuturkan, Wahyu diharapkan sudah memimpin program latihan tim LKG BRI Indonesia mulai pekan depan. Sebanyak 28 pemain terbaik Liga Kompas U-14 2024-2025 yang diproyeksi untuk tampil di Piala Gothia sudah memulai latihan sejak 3 Maret lalu di Stadion GOR Ciracas, Jakarta Timur.

Quote

’Coach’ Wahyu diberi kewenangan untuk mengatur program latihan hingga menentukan rencana latih tanding tim LKG BRI Indonesia. Pada April nanti, pelatih kepala sudah harus menentukan 18 pemain yang akan kami daftarkan ke Piala Gothia 2025.

Pemain Bina Taruna, Faris Abqari Yoris (kiri) berebut bola dengan pemain Oneway SS, Zian Dude Aprilia dalam Liga Kompas U14 2024/2025 Powered by BRI di Lapangan Kera Sakti, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (12/1/2025). Oneway SS menang 1-0. KOMPAS/HERU SRI KUMORO 12-01-2025

Meskipun 28 pemain yang telah lulus dari tiga tahap seleksi itu ditentukan oleh Tim 11 dan tim pemandu bakat Liga Kompas U-14, Caesar menekankan, skuad Piala Gothia yang berisi 18 pemain akan ditentukan oleh Wahyu.

”Coach Wahyu diberi kewenangan untuk mengatur program latihan hingga menentukan rencana latih tanding tim LKG BRI Indonesia. Pada April nanti, pelatih kepala sudah harus menentukan 18 pemain yang akan kami daftarkan ke Piala Gothia 2025,” kata Caesar.

Setelah Wahyu, Komite Liga Kompas U-14 juga melengkapi staf pelatih LKG BRI Indonesia dengan asisten pelatih dan manajer tim. Kandidat asisten pelatih adalah salah satu dari lima pelatih lain yang telah mengikuti penilaian.

Banyak posisi

Dari 28 pemain yang sudah terpilih dalam daftar sementara tim LKG BRI atau skuad ”Kera Sakti”, Wahyu menilai, stok melimpah di posisi gelandang. Meski begitu, Wahyu tidak mempermasalahkan kondisi itu untuk membentuk tim sesuai kebutuhannya.

Ia bahkan tidak berencana menambah pemain untuk mengikuti pemusatan latihan. Menurut Wahyu, 28 pemain yang sudah dipilih Tim 11 merupakan pesepak bola belia terbaik yang tersedia di Liga Kompas U-14 musim ini.

Pemain Oneway SS, Muhammad Daffa Putra Amarullah (kanan) terjatuh setelah bertabrakan dengan pemain Bina Taruna, Ahmad Hafizh Rafi dalam Liga Kompas U14 2024/2025 Powered by BRI di Lapangan Kera Sakti, Setu, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (12/1/2025). Oneway SS menang 1-0.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO
12-01-2025

”Saya yakin pemain yang telah disiapkan tim pemandu bakat memiliki potensi untuk menjadi skuad yang tangguh. Saya akan memilih pemain yang bisa bermain di sejumlah posisi. Mereka harus bisa tampil dengan baik di dua bahkan hingga empat posisi berbeda,” ujar Wahyu.

Wahyu membutuhkan kedalaman skuad yang setara karena pertandingan di Piala Gothia akan berlangsung dua kali dalam satu hari. Itu menuntut para pemain siap tampil kapan pun dan di posisi mana pun dibutuhkan.

Demi memberikan posisi baru kepada pemain, Wahyu akan memperhatikan kemampuan dan gaya bermain setiap individu. Tidak hanya mengubah posisi, seperti bek tengah menjadi bek sayap atau gelandang serang menjadi pemain sayap, Wahyu juga berpeluang mengubah peran pemain dari bertahan menjadi menyerang atau sebaliknya.

”Selain itu, saya akan menggenjot kondisi fisik pemain. Saya juga berusaha untuk menyatukan pemain. Saya ingin setiap pemain menjadi bintang berkat permainan dan sikapnya, bukan mereka merasa bintang,” tuturnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata, Emilius Caesar Alexey