Sedikitnya 20 kapal membawa bantuan kemanusiaan dan aktivis berangkat dari Barcelona, Spanyol, menuju Gaza, Palestina. Mereka akan menerobos blokade Israel.
04 Sep 2025 12:15 WIB · Internasional
Berbagai cara dilakukan oleh negara ataupun kelompok masyarakat untuk bisa memberikan bantuan kepada warga di Jalur Gaza, Palestina, yang kelaparan. Mereka menempuh berbagai cara untuk bisa menembus blokade Israel yang tidak mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza.
Yang terbaru adalah usaha dari ratusan aktivis kemanusiaan pro-Palestina yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla yang berlayar menggunakan kapal dari pelabuhan di Barcelona, Spanyol, menuju Gaza. Sedikitnya 20 kapal berangkat pada Minggu (31/8/2025) lalu. Mereka membawa makanan dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan di Gaza.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/04/bd9b4bbd69b29e834dff2a243a84d483-000_72Y26JA.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/04/74bee1088fd8218bfa302c3dfeaf90ef-AP25243558461851.jpg)
Kapal-kapal yang membawa sekitar 350 aktivis ini sempat kembali lagi ke Barcelona karena cuaca buruk. Mereka akhirnya bisa kembali melanjutkan misi kemanusiaan dengan berlayar pada Selasa (2/9/2025).
Kapal-kapal ini nantinya akan singgah di Tunisia untuk bergabung dengan aktivis lainnya dari 44 negara, termasuk Indonesia. Tunisia menjadi titik pertemuan kapal kemanusiaan yang berangkat dari Spanyol dan Italia. Dari Tunisia rencananya para aktivis peduli Palestina ini akan konvoi menuju Gaza. Ada sekitar 70 kapal yang akan berlayar bersama-sama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/04/e35cf71f9511d6233c22588c54eac628-AP25243440191160.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/04/2862aaf885187f3e767654565b341719-000_72XW69K.jpg)
Para aktivis pro-Palestina ini dilepas keberangkatannya oleh seribuan orang yang berkumpul di dermaga. Mereka dielu-elukan bak pahlawan yang memiliki keberanian untuk berjuang demi kemanusiaan. Warga yang melepas ada yang membawa kembang api. Tidak lupa berbagai instalasi yang mengecam Israel menghiasi dermaga.
Sebagian aktivis tersebut juga dilepas oleh keluarga mereka. Suasana haru terlihat saat para aktivis ini naik ke kapal. Ciuman dari istri, suami, maupun keluarga sebagai tanda cinta dan dukungan mewarnai acara pelepasan kapal di dermaga tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/04/6120e0fdbb04389791be0cfb0f79f9ab-AP25243562821480.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/04/b2baa5dd19a94cc8852a3275c31490ca-000_72YE3UJ.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/04/bfde73842fdc76a41598cbb478677934-AP25243558177885.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/04/fd37e170fdfe176628a70c9931c8b591-000_72XV94K.jpg)
Aktivis yang ikut dalam rombongan tersebut, antara lain, mantan Wali Kota Barcelona, Ada Colau, dan aktivis perubahan iklim Greta Thunberg. Bagi Greta Thunberg, ini merupakan kali kedua baginya berlayar menuju Gaza. Pada pelayaran yang pertama, kapal yang membawa Greta dan aktivis lainnya dicegat tentara Israel saat masih di perairan.
Sebelum memulai pelayaran, Greta Thunberg menyatakan bahwa segala upaya harus dilakukan untuk mengakhiri blokade di Jalur Gaza.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/04/1fd38aeff12be9ba1e039d0cc98ed3a8-AP25243567333210.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/04/43f8105f615de3bc068eda8fa7555dec-000_72YE3TN.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/04/17b61cfb0ae8802fba0b3dc78cab9a65-000_72YE3UG.jpg)
Perjalanan para aktivis kemanusiaan tidak akan mudah. Selain harus melewati perairan selama berhari-hari, mereka juga harus bersiap menghadapi militer Israel yang akan menghalangi mereka bisa sampai ke Jalur Gaza. Apa pun itu, segala usaha harus dilakukan untuk membantu warga Gaza yang kelaparan. Semoga misi kemanusiaan ini sampai di Gaza. (AP/AFP).
Penulis:
Heru Sri KumoroEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto