Korsel dalam kondisi kering dan berangin yang memungkinkan kebakaran menyebar cepat. Penyelidikan atas kebakaran tengah berlangsung.
24 Mar 2025 19:15 WIB · Internasional
SEOUL, SENIN - Memasuki musim semi, wilayah tenggara Korea Selatan membara. Meski demikian, kebakaran mulai bisa dikendalikan.
Dilaporkan Yonhap, Senin (24/3/2025), Korsel mengerahkan ribuan petugas gabungan untuk memadamkan kebakaran di Sancheong. Pejabat Korsel mengatakan kondisi kering dan berangin memungkinkan kebakaran menyebar dengan mudah. Menurut Badan Meteorologi Korsel, Maret, April, dan Mei merupakan bulan terkering di negara tersebut.
Dalam kebakaran itu empat orang dinyatakan tewas, sembilan orang terluka, dan ribuan orang harus mengungsi. Api dan asap juga mengganggu layanan umum.
Menurut The New York Times, dari penjelasan Kementerian Dalam Negeri Korsel, kebakaran dimulai dari wilayah Sancheong, sekitar 160 kilometer tenggara Seoul pada Jumat (21/3/2025). Kondisi Korsel yang kering dan berangin, mendukung penyebaran titik api ke wilayah lain.
Pada akhir pekan lalu setidaknya terjadi kebakaran di 29 titik. Kebakaran itu menghanguskan sedikitnya 22.000 hektar lahan dan membuat 3.000 orang harus dievakuasi.
Asap dan api merusak 162 bangunan. Kebakaran juga mengganggu layanan kereta api dan menyebabkan penutupan beberapa jalan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/24/46a92c43-1db2-43ce-a1b3-a79a37f5b0c7_jpg.jpg)
Ribuan petugas pemadam kebakaran dan puluhan helikopter dikirim untuk memadamkan api. Wilayah Euisong, sekitar 110 mil tenggara Seoul, merupakan wilayah dengan area kebakaran terbesar.
Kebakaran di wilayah itu dimulai Sabtu (22/3/2025). Video dari stasiun berita lokal memperlihatkan api melahap Kuil Unramsa yang berusia lebih dari seribu tahun.
Berkat kerja keras petugas, sekitar 65 persen kebakaran di wilayah Euiseong bisa dikendalikan. Hingga Senin pagi, lima titik kebakaran masih menyala. Namun, kondisi kering dan berangin masih terus berlanjut dan berpotensi menimbulkan kebakaran.
Menurut Kantor Penanggulangan Bencana dan Keselamatan Pusat Korsel, empat orang yang tewas dan 9 luka-luka semuanya berasal dari Sancheong. Dua korban tewas adalah petugas pemadam kebakaran. Dua korban tewas lainnya adalah seorang pekerja pemerintah dan seorang penduduk setempat. Sementara lima dari sembilan orang terluka mengalami luka serius.
Saat ini, Kemendagri Korsel sedang menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Di Sancheong, berdasarkan laporan kebakaran disebabkan oleh mesin pemotong rumput milik seorang petani terbakar.
Di Euiseong, kebakaran dilaporkan dimulai dari pemakaman yang terbakar. Di Gimhae, sekitar 20 kilometer tenggara Busan, kebakaran ditimbulkan oleh insinerator sampah pada Sabtu sore.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/24/dbb814d7-3d4c-4b42-884c-a293ef037dfb_jpg.jpg)
Hingga Senin pagi, kantor berita Yonhap melaporkan, petugas masih terus mengupayakan pemadaman di wilayah Sancheong. Hingga hari keempat kebakaran, kobaran api mulai menyebar ke daerah terdekat Sancheong, yaitu wilayah Hadong. Di dua daerah itu, 589 orang dari 387 keluarga mengungsi.
Pemerintah Provinsi Gyeongsang Selatan menyebutkan, sebanyak 36 helikopter dikerahkan ke Sancheong dan Hadong yang terletak sekitar 250 kilometer tenggara Seoul. Pengerahan helikopter pada Senin pagi ditujukan untuk di mengendalikan kebakaran hutan.
Di lapangan, 2.341 petugas pemadam kebakaran dan tentara dikerahkan untuk mencegah kebakaran hutan menyebar ke rumah-rumah dan fasilitas.
Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan, sekitar 1.350 tentara dari Angkatan Darat, Korps Marinir, dan Angkatan Udara, serta 35 helikopter, telah dimobilisasi untuk membantu mengendalikan kebakaran hutan dan memberikan bantuan medis.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Jeon Ha-kyou menyatakan, kementerian memerintahkan komandan di lokasi untuk memprioritaskan keselamatan pasukan yang dikerahkan. Unit militer juga diminta lebih berhati-hati saat melakukan latihan tembak untuk mencegah kebakaran.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/24/f3267924-5e17-4d2b-810e-d2c8dd6a2ce4_jpg.jpg)
Dari Jepang, kebakaran juga dilaporkan terjadi. Kantor Berita Kyodo melaporkan, kebakaran hutan melanda daerah pegunungan di Prefektur Okayama dan Prefektur Ehime pada hari Minggu.
Otoritas setempat menyatakan kebakaran memaksa penduduk untuk mengungsi, dan tidak ada korban luka yang dilaporkan. Di Okayama, sekitar 15 mobil pemadam kebakaran dan helikopter pemadam kebakaran dari pemerintah prefektur berupaya memadamkan api setelah mendapat panggilan pukul 15.00 waktu setempat.
Kebakaran hutan di Imabari, Prefektur Ehime, dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.55 waktu setempat. Kepolisian prefektur mendesak penduduk sekitar untuk mengungsi sementara upaya pemadaman kebakaran terus berlanjut.
Di Okayama, penduduk diminta untuk mengungsi saat api mendekati pemukiman mereka di kaki gunung. Sementara beberapa ruas jalan tol dekat lokasi kebakaran di Imabari telah ditutup.
Dua kebakaran tersebut terjadi setelah kebakaran hutan besar-besaran di Ofunato di Prefektur Iwate, Jepang timur laut. Kebakaran pada akhir Februari itu melahap habis sekitar 3.000 hektar area kota selama 12 hari sebelum berhasil dikendalikan. (AFP)
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Kris MadaPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari