KPK OTT di Riau, Gubernur Ikut Ditangkap

KPK menangkap 10 orang dalam operasi tangkap tangan di Provinsi Riau. Salah satunya adalah Gubernur Riau Abdul Wahid.

03 Nov 2025 19:47 WIB · Politik & Hukum

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

Oleh Dian Dewi Purnamasari

JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap 10 orang dalam operasi tangkap tangan atau OTT di Provinsi Riau, Senin (3/11/2025). Salah satu yang tertangkap tangan adalah Gubernur Riau Abdul Wahid.

Ketua KPK Setyo Budiyanto dan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi wartawan, Senin petang.

”Benar, sementara masih berproses,” ujar Setyo saat dikonfirmasi.

Abdul Wahid adalah politikus Partai Kebangkitan Bangsa yang terpilih sebagai gubernur Riau pada Pemilihan Gubernur Riau 2024. Mantan anggota DPR periode 2019-2024 ini dilantik menjadi Gubernur oleh Presiden Prabowo Subianto serentak bersama 481 kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada 20 Februari 2025.

Wapres Gibran Rakabuming (kanan) dan Gubernur Riau Abdul Wahid melambaikan tangan ke peserta pacu jalur yang mengikuti pawai dalam ajang Festival Pacu Jalur Tradisional 2025, di Sungai Batang Kuantan, Kuantan Sengingi, Riau, Rabu (20/8/2025).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menambahkan, ada 10 orang yang ditangkap KPK di Provinsi Riau. Selain menangkap sejumlah pihak yang merupakan penyelenggara negara itu, KPK juga menyita sejumlah uang sebagai barang bukti.

”Benar, ada kegiatan tangkap tangan yang KPK lakukan di wilayah Provinsi Riau. Sampai dengan saat ini, ada sekitar 10 orang yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan,” kata Budi.

Tim penyidik KPK juga masih berada di lokasi untuk menyidik perkara dugaan korupsi pembangunan jalan layang (fly over) di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Provinsi Riau, itu.

Namun, Budi belum bisa merinci konstruksi perkaranya karena tim masih terus bergerak di lapangan.

Quote

Benar, ada kegiatan tangkap tangan yang KPK lakukan di wilayah Provinsi Riau. Sampai dengan saat ini, ada sekitar 10 orang yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan.

Progres pembangunan fly over yang menghubungkan ruas tol Cibitung-Cilincing dengan ruas tol Cakung-Cilincing di Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (31/1/2023). Tol Cibitung - Cilincing sepanjang 34,76 km ini akan menghubungkan kawasan industri di Cikarang dengan Pelabuhaan Tanjung Priok.

”Jadi, kami juga belum bisa menyampaikan secara detail terkait dengan konstruksi perkaranya,” tambah Budi.

Direncanakan, tim KPK akan membawa 10 orang yang tertangkap tangan itu ke Gedung Merah Putih KPK, di Jakarta, pada Selasa (4/11/2025).

Setelah operasi tangkap tangan (OTT), KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status lebih lanjut dari pihak yang ditangkap.

”Kemungkinan tiba di Gedung Merah Putih KPK, Selasa siang,” ujar Budi.

Mundur dari DPR

Berdasarkan penelusuran Kompas, Gubernur Riau Abdul Wahid sebenarnya terpilih kembali sebagai anggota DPR periode 2024-2029 dari Dapil II Riau dengan meraih suara terbanyak untuk kursi DPR di provinsi tersebut. Namun, ia memutuskan mengundurkan diri sebagai anggota DPR dan maju sebagai calon gubernur Riau pada Pemilihan Gubernur Riau 2024.

Di Pilkada Riau, Abdul Wahid menggandeng mantan Penjabat Gubernur Riau sekaligus Sekretaris Daerah Riau SF Hariyanto sebagai calon wakil gubernur Riau. Pasangan tersebut meraih suara terbanyak dengan 1.224.193 suara atau 44,31 persen dan ditetapkan KPU Riau sebagai pemenang.

Pasangan nomor urut 1 ini unggul atas dua pasangan calon pesaingnya, yakni Muhammad Nasir–Muhammad Wardan yang memperoleh 877.511 suara (31,76 persen) dan Syamsuar-Mawardi Muhammad Saleh yang meraih 661.297 suara (23,93 persen).


Kerabat Kerja

Penulis:

Dian Dewi Purnamasari
 | 

Editor:

C. Wahyu Haryo P
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto