Pilkada Kala Bencana Erupsi Lewotobi Laki-laki, Bagaimana Antisipasinya?

Hak penyintas bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki untuk memberikan suara saat pemilihan kepala daerah pada 27 November mendatang harus dijamin.

19 Nov 2024 16:45 WIB · Politik & Hukum

Oleh Fransiskus Pati Herin

KUPANG, KOMPAS — Komisi Pemilihan Umum tengah menyiapkan tempat pemungutan suara relokasi bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Tujuannya memastikan penyintas dapat menyalurkan hak pilih mereka pada pilkada serentak 27 November 2024 mendatang.

Anggota KPU Provinsi NTT, Baharudin Hamzah, pada Selasa (19/11/2024) mengatakan sedang mendata jumlah pemilih di setiap lokasi pengungsian untuk dijadikan acuan dalam penetapan TPS. ”Jumlah pemilih dan jumlah TPS relokasi akan ditetapkan pada Rabu (20/11/2024) besok,” ujarnya.

Akibat erupsi, sebanyak dua kecamatan terdampak, yakni Wulanggitang dan Ile Bura. Di Wulanggitang terdapat sembilan desa terdampak, yakni Ojandetun, Hewa, Waiula, Nawokote, Boru, Hokeng Jaya, Pantai Oa, Boru Kendang, dan Klatanlo. Adapun Kecamatan Ile Bura terdapat tiga desa, yakni Dulipali, Nobo, dan Nurabelen.

Jumlah pemilih dari total 12 desa yang mengungsi itu sebanyak 13.162 orang. Dari jumlah itu, ada yang mengungsi di enam lokasi pengungsian yang disiapkan pemerintah, sebagian lagi mengungsi secara mandiri ke rumah penduduk. Bahkan, ada juga yang mengungsi ke Kabupaten Sikka.

Bagi penyintas yang menetap sementara di lokasi pengungsian dapat menyalurkan hak pilih pada TPS relokasi. Sementara penyintas yang mengungsi secara mandiri ke desa lain dapat mengurus keterangan pindah memilih. ”Batas akhir urus pindah memilih 20 November, tetapi bagi penyintas nanti ada toleransi waktu,” ucap Baharudin.

Anak-anak bermain di tenda pengungsian erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur Nusa Tenggara Timur pada Rabu (13/11/2024).

Maksimus Kopong (45), penyintas di lokasi pengungsian Desa Kobasoma, Kecamatan Titehena, berharap tidak ada kendala dalam menyalurkan hak pilih ketika pilkada langsung nanti. Setelah penetapan besok, ia berharap nama pemilih ditempel di setiap lokasi pengungsian agar penyintas bisa mengeceknya.

”Bagi orang yang belum terdata bisa langsung mengajukan perbaikan. Jangan sampai pada saat pembagian undangan (H-1) baru ketahuan. Ini sudah harus diselesaikan lebih cepat,” katanya.

Ia juga mengajak para penyintas untuk menggunakan hak pilih pada 27 November mendatang. Pilihan mereka menentukan masa depan daerah, termasuk nasib para penyintas. Di TPS relokasi, penyintas akan memilih bupati Flores Timur dan gubernur NTT.

Sejumlah warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki asal posko pengungsian Desa Hikong, Talibura, Kabupaten Sikka menunggu informasi pembagian tenda usai tiba di posko baru mereka di Desa Kobasoma, Titehena, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (10/11/2024). Aparat gabungan memindahkan 217 pengungsi ke posko pengungsian di Desa Kobasoma, Titehena, Kabupaten Flores Timur karena posko pengungsian Hikong terdampak parah abu vulkanis Lewotobi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/YU

Sementara itu, Herman Yosef Mboro dari Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki melaporkan, sepanjang Selasa ini, erupsi masih terus terjadi. Pada pukul 11.00 Wita, misalnya, tinggi kolom erupsi mencapai 1.500 meter di atas kawah. Erupsi berlangsung 5 menit 15 detik.

Masyarakat diimbau agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 9 meter dari puncak gunung berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut itu. Status gunung pada Level IV atau Awas. 

Quote

Bagi orang yang belum terdata bisa langsung mengajukan perbaikan. Jangan sampai pada saat pembagian undangan (H-1) baru ketahuan. Ini sudah harus diselesaikan lebih cepat.

Seperti diberitakan sebelumnya, erupsi terus-menerus ini mulai terjadi sejak Minggu (3/11/2024) malam. Jumlah korban meninggal 9 orang, luka berat 1 orang, luka ringan 32 orang, dan dalam perawatan 6 orang. Para korban kebanyakan terkena material batu api yang terlontar dari kawah gunung.

Debu vulkanis dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menutupi atap bangunan-bangunan dan pepohonan di Desa Boru, Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (11/11/2024). Berdasarkan data Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga Senin (11/11) siang, pengungsi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 12.200 dari sejumlah desa di zona bahaya radius sembilan kilometer dari pusat erupsi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nym.

Dalam catatan Kompas, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pertama kali tercatat dalam sejarah manusia terjadi pada tahun 1861. Gunung Lewotobi Laki-laki memiliki kembaran bernama Gunung Lewotobi Perempuan yang memiliki ketinggian 1.708 meter di atas permukaan laut. 

Puncak kedua gunung itu terpisah jarak lebih kurang 2 kilometer. Pelana yang memisahkan kedua puncak itu berketinggian 1.232 meter di atas permukaan laut. Adapun erupsi Gunung Lewotobi Perempuan pertama kali tercatat adalah pada tahun 1921. Gunung Lewotobi Laki-laki lebih banyak erupsi dibandingkan Gunung Lewotobi Perempuan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Pati Herin
 | 

Editor:

C. Wahyu Haryo P