KRI Semarang Sandar di Nias, Salurkan Logistik hingga Toren Air

Logistik yang diturunkan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan. Seusai di Nias, misi kemanusiaan akan berlanjut ke Padang, Sibolga, dan Lhokseumawe.

04 Des 2025 13:43 WIB · Politik & Hukum

Kompas/Willy Medi Christian Nababan

Oleh Willy Medi Christian Nababan

GUNUNGSITOLI, KOMPAS — Misi kemanusiaan TNI Angkatan Laut untuk korban bencana di Sumatera mulai menyentuh titik sasaran pertama. Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Semarang-594 resmi sandar di Dermaga Pelabuhan Angin, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Kamis (4/12/2025) pagi, membawa muatan logistik untuk warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kepulauan Nias.

Komandan KRI Semarang-594 Letnan Kolonel Agus Yunianto menjelaskan, Nias menjadi destinasi prioritas pertama dalam rute pelayaran kemanusiaan ini sebelum kapal bergerak ke Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

”Kami memberikan bantuan barang-barang, sembako, perlengkapan baju siap pakai, yang didistribusikan melalui Komandan Lanal,” ujar Agus.

Kedatangan KRI Semarang yang lepas sandar dari Pelabuhan IKT/Bogasari, Jakarta Utara, Minggu (30/11/2025), tersebut disambut Wali Kota Gunungsitoli Sowa'a Laoli, Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia, dan Komandan Lanal Nias Kolonel Lexy Effraim Dumais.

Prajurit serta petugas pelabuhan gotong royong mengangkut bahan bantuan keluar dari KRI Semarang di Pelabuhan Angin, Gunungsitoli, Kamis (4/12/2025).

Logistik yang diturunkan disesuaikan dengan kebutuhan mendesak di lapangan. Selain bahan pokok, bantuan teknis juga menjadi prioritas. ”Ada toren air, matras, dan perlengkapan lainnya sesuai dengan skala prioritas yang sudah dialokasikan,” kata Agus.

TNI AL juga menurunkan peralatan pendukung vital, termasuk satu perahu karet dan mesin genset, untuk mengatasi kendala listrik di wilayah terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga di tengah situasi pasokan logistik yang tersendat.

Quote

Kami memberikan bantuan barang-barang, sembako, perlengkapan baju siap pakai, yang didistribusikan melalui Komandan Lanal.

Sekitar 20 persen dari total logistik yang dibawa KRI Semarang diturunkan di Nias untuk didistribusikan oleh Pangkalan TNI AL (Lanal) Nias. Bantuan yang disalurkan sangat beragam, mulai dari kebutuhan pokok hingga peralatan teknis.

Untuk sektor pangan, kapal menurunkan 800 kilogram dan 46 bal beras, 80 kardus mi instan, serta 11 bal gula. Pasokan protein juga menjadi prioritas dengan diserahkannya 300 papan telur ayam, serta puluhan dus berisi sosis, sarden, dan susu.

Selain pangan, TNI AL menyertakan peralatan vital untuk tanggap darurat, antara lain satu perahu karet lengkap dengan motor tempel yang krusial untuk evakuasi di daerah banjir, dua toren air beserta mesin otomatis, satu genset untuk mengatasi pemadaman listrik, serta 10 lembar terpal biru untuk tenda darurat.

Bantuan sandang dan sanitasi juga turut disalurkan, mencakup puluhan dus pakaian layak pakai, handuk, dan perlengkapan mandi.

Naik helikopter

Sesaat setelah proses bongkar muat dimulai, TNI AL langsung menggelar operasi udara. Sebuah helikopter yang disiagakan di geladak KRI Semarang diterbangkan membawa Bupati Nias Selatan dan Danlanal Nias untuk menembus wilayah yang tidak bisa dijangkau jalur darat.

Tim udara menyisir kawasan Desa Maze di Kabupaten Nias Selatan. Berdasarkan pantauan udara, wilayah tersebut mengalami kerusakan infrastruktur yang cukup parah.

”Di sana terdapat akses jalan yang terputus dan kami mendokumentasikan beberapa titik tanah longsor dari gunung di sebelah selatan Desa Maze,” ujar Danlanal Nias Lexy seusai mendarat.

Operasi udara, lanjut Lexy, juga bertujuan untuk memetakan titik kerusakan agar alat berat dan tim perbaikan bisa dikerahkan secara presisi. Ia mencatat setidaknya ada 15 desa yang terdampak bencana di wilayah tersebut.

Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia dan Komandan Lanal Nias Kolonel Lexy Effraim Dumais mengunjungi lokasi bencana menggunakan helikopter yang berangkat dari geladak KRI Semarang di Pelabuhan Angin, Gunungsitoli, Kamis (4/12/2025).

”Prioritas saat ini adalah perbaikan akses agar kendaraan roda empat bisa masuk kembali,” ujar Lexy.

Setelah menuntaskan misi di Nias, KRI Semarang-594 dijadwalkan melanjutkan pelayaran menuju Kota Padang, Sumatera Barat, dan selanjutnya ke Sibolga serta Lhokseumawe untuk mendistribusikan sisa bantuan dan alat berat.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali, saat melepas keberangkatan armada, Minggu, menjelaskan bahwa TNI AL mengerahkan lima KRI dalam operasi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan secara maraton ke sejumlah titik terdampak bencana di Sumatera.

Selain KRI Semarang, dua kapal lain diberangkatkan serentak dari Jakarta, yakni KRI Soeharso-990 (kapal bantu rumah sakit) dan KRI Teluk Gilimanuk-531. Sementara itu, dua kapal lainnya bergerak dari pangkalan berbeda guna mempercepat respons. KRI Radjiman Wedyodiningrat-992 diberangkatkan dari Surabaya, Jawa Timur, sedangkan KRI Sutedi Senoputra-378 langsung bergerak dari Belawan, Sumatera Utara.

”Serentak kami kirim dari Jakarta tiga KRI. Nanti formasi akan memecah (split), ada yang menuju Lhokseumawe, Nias, Sibolga, dan Langsa,” ujar Ali.

Strategi penyebaran armada ini difokuskan untuk menjangkau daerah-daerah pesisir yang terisolasi total. Selain jalur laut, TNI AL juga menyiagakan helikopter di atas KRI untuk mendukung distribusi bantuan lewat udara (air dropping) ke wilayah pegunungan yang sulit dijangkau.



Kerabat Kerja

Penulis:

Willy Medi Christian Nababan
 | 

Editor:

Cyprianus Anto Saptowalyono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji