Krisis AC Milan dan Gol Langka Samuel Chukwueze

AC Milan semakin tenggelam dalam krisis seusai takluk dari Lazio. Performa terburuk semenjak Sergio Conceicao mengambil alih kursi kepelatihan.

03 Mar 2025 11:52 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MILAN, SENIN — Para pemain AC Milan terus tertekan menyusul kekalahan 1-2 dari Lazio di Stadion San Siro, Milan, Senin (3/3/2025) dini hari WIB. Dengan ini, Milan telah kalah tiga kali secara beruntun di Liga Italia. Krisis ini merupakan krisis terparah di era Sergio Conceicao. Saking parahnya, Samuel Chukwueze ”terpaksa” mencetak gol langka.

Para pemain Milan kembali dihujani kritik seusai tampil tanpa karakter menghadapi Lazio. Sorotan terutama tertuju pada kinerja lini belakang yang dengan mudahnya ditembus. Setali tiga uang, lini depan pun tidak bertaji di hadapan bek lawan.

Dua gol Lazio yang dilesakkan Mattia Zacagni dan Pedro Rodriguez berawal dari kecerobohan barisan belakang Milan yang tidak segera menutup celah saat bertahan. Singkatnya, para bek Milan agresif membantu serangan, tetapi sangat lamban ketika transisi bertahan.

Kinerja buruk pemain belakang Milan terwakili oleh tekel brutal Strahinja Pavlovic kepada Matteo Guendouzi yang berujung kartu merah. Milan pun terpaksa bermain dengan 10 orang sejak menit ke-67. Bukan kali ini saja bek Milan merugikan tim. Sebelumnya, bek kiri Theo Hernandez juga diganjar kartu merah setelah dinilai pura-pura terjatuh saat menghadapi Feyenoord di Liga Champions Eropa.

Pemain AC Milan Strahinja Pavlovic (kanan) diganjar kartu merah saat melawan Lazio pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, Minggu (2/3/2025). Lazio menang 2-1 pada laga itu.

”Semuanya saling terkait. Jika Anda kuat dalam transisi bertahan, Anda juga kuat saat menyerang. Saya pikir ada pemain yang secara teknis bagus dan dapat membuat perbedaan di level menyerang, tetapi mereka harus menanamkan dalam benak mereka bahwa mereka juga penting bagi tim dalam bertahan,” ujar Pelatih Milan Sergio Conceicao.

Adapun gol penentu kemenangan Lazio dicetak Pedro melalui eksekusi penalti. Wasit Gianluca Manganiello memberikan hadiah penalti setelah kiper Mike Maignan menjatuhkan Gustav Isaksen di kotak terlarang. Beruntung Maignan tidak mendapat kartu merah akibat aksinya tersebut.

Dengan ini, Milan kembali gagal meraih momentum kebangkitan seusai kalah dari Feyenoord dan tersingkir dari Liga Champions. Momentum kebangkitan yang diharapkan tercipta di Liga Italia tidak kunjung terwujud. Milan bahkan kalah dalam tiga laga beruntun. Sebelum Lazio, Milan juga kalah dari Torino dan Bologna. Kekalahan dalam tiga laga itu pun identik dengan skor 1-2.

Lini serang

Selain lini pertahanan yang tampil di bawah performa, kinerja lini serang Milan juga menuai sorotan. Mencetak tiga gol dalam tiga laga bukan statistik yang menggembirakan bagi Conceicao. Kurangnya kreativitas juga jadi salah satu masalah.

Pemain AC Milan Samuel Chukwueze menyundul bola untuk mencetak gol ke gawang Lazio pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, Minggu (2/3/2025). Lazio menang 2-1 pada laga itu.

Nilai harapan gol (expected goal/xG) Milan tercatat hanya 1,45. Jauh di bawah Lazio yang mencatatkan xG 3,08. Padahal, Milan melakukan 39 sentuhan di kotak penalti dan 267 operan di area permainan Lazio.

Namun, dari jumlah operan itu, Milan hanya mampu melepaskan empat tembakan ke gawang, lebih sedikit dari Lazio yang melepaskan delapan tendangan. Ini menunjukkan lini serang Milan kerap menemui hambatan sehingga peluang yang dihasilkan cenderung sedikit dan tidak berbahaya.

Saking rendahnya kreativitas menyerang Milan, gol balasan satu-satunya pun dicetak dengan cara yang cukup langka oleh Samuel Chukwueze. Mantan penyerang sayap kanan Villarreal itu mencetak gol dengan sundulan.

Itu bukanlah cara yang biasa digunakan Chukwueze karena ia lebih sering menggunakan kelincahan serta akselerasinya di dalam kotak penalti lawan. Chukwueze menyambut umpan silang Rafael Leao yang menyisir sisi kanan pertahanan Lazio. Berkat itu pula Chukwueze bisa mencetak gol sundulan pertama sepanjang kariernya.

Pemain Lazio Mattia Zaccagni (kanan) mencetak gol ke gawang AC Milan yang dijaga kiper Mike Maignan pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, Minggu (2/3/2025). Lazio menang 2-1 pada laga itu.

Dengan kekalahan ini, Milan semakin terjebak di papan tengah klasemen sementara. Dalam 27 pertandingan, Milan hanya sanggup mengumpulkan 41 poin. Langkah mereka finis di peringkat empat besar pada akhir musim pun kian berat. Milan tertinggal sembilan poin dari Lazio yang menempati peringkat empat.

”Ada banyak kekecewaan di ruang ganti. Wajar saja kalau seperti ini. Momen ini sebagian besar negatif. Yang harus kami lakukan adalah bersatu, menjadi lebih sebagai satu kelompok dan satu tim. Masih ada 11 pertandingan tersisa dan kami harus memainkannya dengan kebanggaan dan keinginan yang besar untuk mengakhiri musim dengan cara sebaik mungkin,” kata bek Milan, Matteo Gabbia. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra