Manchester City belum juga bangkit dari krisis. Mandulnya Erling Haaland ditengarai menjadi salah satu penyebab.
25 Des 2024 16:09 WIB · Olahraga
MANCHESTER, RABU — Krisis Manchester City yang masih belum menandakan akan pulih, bersamaan dengan performa Erling Haaland yang terus memburuk. Setelah mencetak 10 gol dalam lima laga pembuka Liga Inggris, striker asal Norwegia itu memasuki masa mandul sehingga kemudian hanya mampu membobol gawang lawan tiga kali dari pekan keenam hingga pekan ke-17.
City mengalamai periode terburuk sepanjang karier kepelatihan Guardiola, dengan hanya satu kemenangan dari delapan laga Liga Inggris terakhir. Rentetan hasil buruk itu membuat City yang biasanya menghuni posisi pertama atau kedua kini terjerembab ke posisi ketujuh dengan 27 poin, tertinggal 12 poin dari pemimpin klasemen, Liverpool.
Meski demikian, Manajer City Pep Guardiola tetap membela pemainnya, terutama Haaland yang lagi mandul itu. Menurut dia, permasalahan City saat ini bukan karena kesalahan Haaland.
Terakhir, mereka mengalami kekalahan 1-2 dari Aston Villa di Liga Inggris, kekalahan kesembilan dalam 12 laga di semua kompetisi. Haaland, yang sudah mencetak 108 gol sejak bergabung ke City pada 2022 juga sudah lima kali tidak mencetak gol dalam enam laga terakhir.
”Pertama, saya akan melihat pada diri sendiri. Saya tidak mencetak gol dari peluang yang saya dapatkan. Saya harus lebih baik, saya tidak bermain cukup baik,” kata Haaland selepas laga lawan Villa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/25/02c1d9d73f3c22683922b4df0efa6528-wires_photo_10_.jpg)
Guardiola menegaskan, krisis City tanggung jawab semua pemain, tidak hanya karena satu pemain saja. ”Ini tentang kami semua, bukan hanya tentang satu pemain,” kata Guardiola adalam konferensi pers, Selasa (24/12/2024), menjelang laga Liga Inggris melawan Everton.
Menurut Guardiola, tanpa Haaland, kondisi City bahkan akan jauh lebih buruk lagi. Pelatih asal Spanyol ini menyebut, para pemain lain harus bermain lebih baik dengan memberikan umpan-umpan matang kepada Haaland untuk diselesaikan.
Pertandingan di kandang sendiri, Stadion Etihad, Manchester, Kamis (26/12/2024), ini menjadi peluang besar bagi Haaland, sekaligus City untuk bangkit. Mengingat sang lawan, Everton, yang juga dalam kondisi tidak ideal. Everton saat ini berada di papan bawah klasemen, tepatnya di posisi ke-15 dengan 16 poin.
”Jadi, ketika di masa lalu kami mencetak gol dan Erling sangat produktif dalam membantu kami, itu karena tim. Dan ketika Anda memiliki masalah di lini belakang, di lini tengah, itu semua orang,” kata Guardiola.
”Jika ini hanya satu pemain, alasannya mengapa, itu akan mudah. Itu bukan soal itu. Erling sangat penting bagi kami, akan sangat penting bagi kami, dan kami mencoba untuk lebih baik, memakainya lebih baik,” tambah mantan pelatih Barcelona ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/25/e2c01c810f31334faf86f1c241d526c6-wires_photo_11_.jpg)
Guardiola tidak yakin apakah para pemain yang tengah cedera akan kembali fit saat menjamu Everton. Memburuknya performa City, salah satunya karena cedera yang dialami jangkar lini tengah, Rodri, yang bakal absen hingga akhir musim.
Sejumlah pemain lain yang juga masih bermasalah dengan kondisi kebugaran mereka adalah John Stones, Matheus Nunes, dan Ederson.
Guardiola sendiri kebingungan untuk menjelaskan alasan krisis yang tengah mereka alami saat ini. Meskipun demikian, ia optimistis bahwa performa mereka akan segera membaik dalam waktu dekat.
”Semua kecenderungan mengatakan kami tidak lari, kami tidak bertarung, alasannya adalah ini, situasi ini, pemain ini, manajer,” katanya.
”Ini bukan soal itu. Banyak detail kecil atau detail besar yang secara bersama membuat kami tidak sebagus biasanya. Namun, kami memiliki kesempatan lain di Boxing Day untuk mencoba dan waktu bagi pemain untuk kembali, dan suatu waktu, kami akan lebih baik,” ujar Guardiola.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/25/419684a744466a81cbd88fd718d7e92e-wires_photo_14_.jpg)
Everton memang dalam kondisi yang juga tidak baik, 11 poin di bawah City, tetapi mereka memiliki rekor pertahanan yang lebih baik dibandingkan dengan pasukan Guardiola. Everton mampu menjaga gawang mereka tidak kebobolan lima kali dalam enam laga terakhir. Sementara City hanya sekali saja gawang mereka tidak kebobolan dalam enam pertandingan liga terakhir.
”Sean Dyche (Manajer Everton) selalu memiliki struktur pertahanan yang bagus, pola pertahanan yang sangat baik, juga di lini serang,” kata Guardiola.
”Dan, mereka mampu melakukannya melawan Arsenal dan Chelsea, yang artinya mereka sangat bagus karena memiliki transisi dan set pieces yang bagus, bola-bola panjang, mereka sangat kuat,” ucap Guardiola soal Everton.
(AFP/Reuters)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Billy KhaerudinPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .