Kronologi Kejatuhan Joao Felix, Sang Mantan ”Bocah Ajaib”

Karier Joao Felix melenceng dari proyeksi. Sempat berstatus remaja paling bertalenta sedunia, dia kini harus bermain di Arab Saudi pada usia emas. Apa penyebabnya?

29 Jul 2025 22:36 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Sudah enam tahun sejak Joao Felix memecahkan rekor sebagai pesepak bola remaja termahal di dunia. Sang penyerang berkeliling ke empat klub di tiga liga terbaik se-Eropa sejak itu. Alih-alih menjadi bintang besar seperti yang diperkirakan banyak orang, sinarnya justru semakin meredup setiap tahun.

Puncaknya, pada usia 25 tahun saat ini, Felix sudah menyerah dengan gemerlap karier di Eropa. Dia akan pindah dari Chelsea ke klub Arab Saudi, Al-Nassr, dengan nilai transfer awal 30 juta euro (Rp 568,8 miliar) yang bisa bertambah jadi total sekitar 50 juta euro.

Felix segera bergabung dengan rekannya di tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo, yang sudah sangat dekat dengan pensiun. Pertemuan di Arab Saudi itu terasa aneh. Sebab, jika kembali ke proyeksi pada 2019, seharusnya Felix sedang menguasai Eropa, bukan justru terdepak ke Timur Tengah.

Jurnalis asal Portugal, Marcus Alves, kontributor BBC Sport, merupakan saksi kebesaran sang remaja ketika itu. ”Menyaksikannya seperti melihat seni murni. Dia ditakdirkan menjadi yang terbaik. Saking tinggi penilaian orang, saat Ronaldo tiba di kamp timnas, berita di televisi muncul dengan judul ’Ronaldo bergabung dengan Felix’. Felix, bukan timnas,” ujarnya.

Felix, lulusan akademi Benfica, mencuri sorotan sejak debut di tim profesional pada musim 2018-2019. Namanya dielu-elukan seusai mencetak gol untuk Benfica dalam laga derbi versus Sporting. Sepekan sebelum itu, dia baru menjadi pemain termuda yang menciptakan hattrick di Liga Europa (usia 19 tahun 152 hari).

Reaksi penyerang Barcelona Joao Felix dalam pertandingan Liga Spanyol antara Sevilla dan Barcelona di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla, Senin (27/5/2024) dini hari WIB. Laga berakhir dengan kemenangan Barcelona, 2-1. *Barcelona's Joao Felix reacts during a Spanish La Liga soccer match between Sevilla and FC Barcelona at the Ramon Sanchez Pizjuan stadium in Seville, Spain, Sunday, May 26, 2024. (AP Photo/Fermin Rodriguez)

Felix menyudahi musim pertama dengan 20 gol dari 43 laga di seluruh kompetisi. Dia mengantarkan Benfica juara Liga Portugal dan terpilih sebagai pemain muda terbaik. Beberapa saat berselang, Felix kembali menerima penghargaan Golden Boy atau pemain terbaik se-Eropa di bawah 21 tahun.

Atletico Madrid tergiur dengan potensi superbesar itu. Mereka rela memecahkan rekor transfer klub untuk mendatangkan Felix dengan nilai 127,2 juta euro pada musim panas 2019. Nilai tersebut masih tercatat sebagai transfer kelima termahal sepanjang sejarah sepak bola hingga kini.

Titik kejatuhan

Felix bermain bersama Atletico selama tiga setengah musim. Kontribusi sang penyerang versatile atau serbaguna itu sebenarnya tidak buruk. Dia menyumbangkan total 35 gol dan 16 asis dari 131 penampilan. Hanya saja, kontribusi tersebut tidak sebanding dengan harga yang dibayarkan Atletico.

Quote

Semua tahu Joao sangat bertalenta. Tetapi, terkadang, talenta bukan hal terpenting.

Performa terbaik Felix di Atletico dihasilkan pada musim 2020-2021. Dia menghasilkan 10 gol dan 6 asis di seluruh kompetisi, juga membawa Atletico keluar sebagai kampiun Liga Spanyol. Mirisnya, Felix hanya berstatus pemain pengganti nyaris sepanjang musim.

Faktor utama kegagalan sang pemain di Atletico adalah perbedaan karakteristik. Pelatih Diego Simeone ingin semua pemain terlibat dalam bertahan, termasuk para penyerang. Namun, Felix yang merupakan tipe pemain flamboyan sering tidak menghiraukan instruksi tersebut.

(FILES) In this file photo taken on November 6, 2022 Atletico Madrid's Portuguese forward Joao Felix controls the ball before scoring his team's first goal during the Spanish league football match between Club Atletico de Madrid and RCD Espanyol at the Wanda Metropolitano stadium in Madrid. - Atletico Madrid forward Joao Felix has joined Chelsea on loan for the rest of the season, the Premier League club announced on January 11, 2023. The 23-year-old will bolster the attacking options for manager Graham Potter, whose squad is currently hard-hit by injuries and languishing in 10th spot in the table. (Photo by Thomas COEX / AFP)

Atletico pun menyerah pada Januari 2023. ”Dia merupakan pertaruhan terbesar dalam sejarah klub. Dia adalah bakat yang hebat, pemain kelas dunia. Tetapi, masalah hubungan dengan pelatih, waktu bermain, motivasi, membuatnya lebih baik untuk pergi,” kata Direktur Utama Atletico Gil Marin, Desember 2022.

Di tengah krisis identitas, Felix membutuhkan stabilitas. Namun, dia justru bergabung dengan status pinjaman ke Chelsea yang juga sedang tidak baik-baik saja. Dia didatangkan oleh Manajer Graham Potter. Baru tiga bulan, sang pelatih dipecat. Frank Lampard pun mengambil alih sejak April 2023.

Felix, yang sempat terkena kartu merah dalam debut dan disanksi tiga laga, hanya 14 kali menjadi pemain mula bersama ”Si Biru”. Manajer Chelsea berikutnya, Mauricio Pochettino, menolak untuk mempermanenkannya. Felix akhirnya kembali ke Atletico pada musim panas 2023.

Hubungan antara para petinggi, pelatih, pendukung Atletico dengan Felix ternyata sudah retak. Apalagi, setelah kembali, sang pemain bertubuh kurus itu sempat mengutarakan ingin pindah ke tim rival, yaitu Barcelona. Keinginan itu direalisasikan oleh Atletico dengan status peminjaman.

Di Barca, Felix cukup membantu walaupun tidak jadi bintang utama. Dia menyumbang 10 gol dan 6 asis dalam 45 penampilan di seluruh kompetisi. Di luar dugaan, performa itu membuat Chelsea tertarik lagi. Chelsea mendatangkannya dengan harga 50 juta euro, setahun setelah melepasnya.

Chelsea's Portuguese striker Joao Felix (R) is sent off for this tackle on Fulham's Dutch defender Kenny Tete (L) during the English Premier League football match between Fulham and Chelsea at Craven Cottage in London on January 12, 2023. (Photo by Ben Stansall / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Chelsea, di bawah kepemimpinan manajer baru Enzo Maresca, berani memberi kontrak jangka panjang selama tujuh tahun. Mirisnya, Felix dipinjamkan ke AC Milan pada jendela transfer musim dingin 2025. Maresca kurang puas dengan performanya di laga maupun latihan.

Felix kembali ditampar realitas di Milan. Kali ini dari ucapan bek veteran Kyle Walker. Kesal karena penampilan egois rekannya, Walker mengkritik Felix saat berjalan ke ruang ganti. ”Oper bolanya. Tidak ada (Lionel) Messi di sini,” katanya dalam paruh laga versus Napoli, April lalu.

Masalah Felix

Setelah musim pertama bersama Atletico, Felix tidak pernah lagi diberikan kepercayaan untuk menjadi pemain mula minimal 20 kali dalam setiap musim. Dia sudah berganti tiga klub di tiga liga berbeda, tetapi hasilnya tetap sama. Felix tidak lebih dari pelengkap tim yang hanya dibutuhkan saat situasi tertentu.

Mantan pemain Atletico, Yannick Carrasco, sempat mengutarakan penyebab kegagalan Felix. ”Semua tahu Joao sangat bertalenta. Tetapi, terkadang, talenta bukan hal terpenting. Sepak bola juga tentang disiplin, konsentrasi, dan kerja keras,” ujarnya kepada Mundo Deportivo, September 2024.

”Sikapnya bagus, tetapi dia terkadang tidak menjalankan apa yang diminta oleh pelatih. Ketika Anda masih muda, semua pemain depan pasti hanya ingin menyerang dan enggan bertahan. Dia terkadang tidak bertahan dengan cukup baik, seperti yang diminta oleh pelatih,” ujarnya kemudian.

Ekspresi penyerang Barcelona, Joao Felix (ketiga kanan), saat mencetak gol kelima timnya ke gawang Antwerp pada laga penyisihan grup Liga Champions Eropa di Stadion Olimpic Lluis Companys, Barcelona, Spanyol, Rabu (20/9/2023) dini hari WIB. Barcelona menang, 5-0. Felix menyumbang dua gol.

Felix seperti bocah yang ingin bersenang-senang di taman bermain dan tidak mau kotor. Jika bermain di tahun 1990-an atau awal 2000-an, dia mungkin bisa menjadi bintang besar. Namun, tidak mungkin menjadi penyerang yang minim kontribusi bertahan di era modern saat ini.

Tim-tim modern menyerang dan bertahan dengan seluruh pemain di lapangan. Penjaga gawang saja sering terlibat dalam permainan. Keengganan Felix untuk berubah, terjebak status bintang sejak usia remaja, membuatnya tidak mampu mencapai potensi maksimal.

Enam tahun setelah menjadi salah satu pemain termahal, nilai pasar Felix tinggal 25 juta euro. Nilainya terus merosot dari tahun ke tahun. Kepindahan ke Arab Saudi akan menjadi titik terendah dalam kariernya. Sangat sulit bagi sang mantan ”bocah ajaib” untuk bangkit dari titik itu. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra