Di sela KTT APEC, di Lima, Peru, Presiden Prabowo bertemu PM Kanada Justin Trudeau, PM Selandia Baru Christopher Luxon, dan Presiden Vietnam Luong Cuong.
16 Nov 2024 16:19 WIB · Internasional
JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan ajang Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Lima, Peru, untuk memperkuat kemitraan dengan negara-negara sahabat. Di sela KTT, Prabowo menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Vietnam, Perdana Menteri Selandia Baru, dan Perdana Menteri Kanada.
Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau, PM Selandia Baru Christopher Luxon, dan Presiden Vietnam Luong Cuong berlangsung secara terpisah di Lima, Peru, Jumat (15/11/2024).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/16/ff174e9dfd61a3fbe619b6e638015495-IMG_0567.jpeg)
Dalam kata pengantarnya saat bertemu Luxon di sela KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (Asia Pacific Economy Cooperation/APEC), Prabowo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil PM Selandia Baru Winston Peters dalam upacara pelantikannya sebagai Presiden pada 20 Oktober lalu. Kehadiran Peters dinilai sebagai sebuah kehormatan bagi dirinya.
Prabowo melanjutkan, Indonesia berkomitmen untuk memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Selandia Baru yang selama ini telah terjalin dengan baik. Prabowo pun menyebut Selandia Baru sebagai sahabat sekaligus mitra strategis bagi Indonesia. Prabowo juga menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mempererat hubungan perdagangan bilateral, membuka pasar, serta mendukung keterlibatan Indonesia dalam forum-forum negara Pasifik.
”Kita berada di kawasan yang sama dan memiliki nilai-nilai serta kepentingan bersama. Saya ingin menegaskan kembali komitmen untuk melanjutkan hubungan baik ini, meningkatkan kerja sama dan persahabatan di antara kedua negara kita,” kata Presiden Prabowo dalam keterangan tertulis dari Istana, Sabtu (16/11/2024).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/16/bf238dd7e7b34e5426d339c2f92d857e-IMG_0566.jpeg)
Luxon juga mengucapkan selamat atas pelantikan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyampaikan antusiasmenya terhadap peluang kolaborasi lebih lanjut di masa depan. Apalagi, Indonesia menjalankan peran yang konstruktif di tingkat Asia Tenggara dan Global.
”Pemerintah kami sangat menantikan hubungan yang lebih kuat dan mendalam dengan pemerintahan baru Anda. Kami sangat antusias dengan arah yang akan ditempuh Indonesia di bawah kepemimpinan Anda,” ujar PM Luxon.
Luxon turut mengapresiasi kerja sama Indonesia dalam menyelesaikan isu yang sangat sensitif, yaitu terkait pembebasan pilot Selandia Baru, Phillip Mertens. ”Kami sangat menghargai upaya dari Anda, seluruh pemerintahan Anda, serta pemerintah sebelumnya, atas apa yang telah kita capai, yang merupakan hasil yang sangat baik,” ucap Luxon.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/16/e8629dbedefd6809dbd9934e9616462a-IMG_0565.jpeg)
Sementara pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vietnam Luong Cuong berlangsung di hotel tempat Presiden Prabowo bermalam. Dalam pengantarnya, Prabowo mengucapkan selamat atas pelantikan Presiden Luong Cuong yang berlangsung pada 21 Oktober 2024. Prabowo juga mengapresiasi kehadiran Wakil Presiden Vietnam dalam upacara pelantikan dirinya sebagai Presiden Indonesia.
Menurut Prabowo, hubungan Indonesia dengan Vietnam yang terjalin selama 70 tahun berjalan dengan sangat baik. Prabowo pun berharap dapat terus meningkatkan kemitraan strategis di antara kedua negara. Salah satunya, komitmen Indonesia untuk mempercepat proses ratifikasi perjanjian zona ekonomi eksklusif (ZEE) dan penyelesaian aturan pelaksanaannya.
Adapun Presiden Luong Cuong menyampaikan penghargaan atas hubungan bilateral yang kuat antara Vietnam dan Indonesia. Ia mengungkapkan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia akan terus mencapai kemajuan yang signifikan.
Presiden Luong Cuong juga mengusulkan peningkatan hubungan bilateral menjadi comprehensive strategic partnership pada perayaan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara di tahun depan. ”Saya percaya bahwa di bawah kepemimpinan dan kapasitas yang Anda miliki, Anda akan terus membawa Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Presiden Luong Cuong.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/16/9ec52edbc779579aa737de95a44f19ee-IMG_0564.jpeg)
Selain itu, Presiden Luong Cuong menyinggung resolusi hukum terkait isu kawasan seperti Laut China Selatan yang telah diratifikasi oleh Majelis Nasional Vietnam. Pihaknya juga mengharapkan dukungan Indonesia dalam forum internasional, termasuk di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam bidang ekonomi, kedua pemimpin membahas potensi kerja sama untuk mencapai target perdagangan sebesar 18 miliar dollar AS. Presiden Luong Cuong berharap agar kedua negara dapat memperluas pasar dan meningkatkan fasilitas perdagangan melalui koordinasi kementerian terkait.
”Saya kira kita harus menyarankan agar kedua belah pihak dapat memperluas pasar mereka dan saya telah meminta menteri terkait untuk memperluas pasar kita,” tutur Presiden Luong Cuong.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/16/ecebe1777ad1e9ae5c5482391163160b-IMG_0563.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto juga melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau di sela-sela KTT APEC yang berlangsung di Lima, Jumat (15/11/2024). Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin negara berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan kolaborasi di sektor-sektor strategis.
Presiden Prabowo Subianto memulai pembicaraan dengan mengapresiasi hubungan yang terjalin dengan baik antara Indonesia dan Kanada. Kedua negara bahkan telah menyelesaikan perundingan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA CEPA).
”Kanada memiliki hubungan yang sangat baik dengan Indonesia selama beberapa dekade. Kami ingin memperkuat hubungan ini. Saya pikir kita sudah menyelesaikan CEPA,” ujar Presiden Prabowo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/16/af38a0c99ee30d86008151f343e55565-IMG_0562.jpeg)
Lebih jauh, Presiden Prabowo juga menyoroti sejumlah sektor yang dapat dikembangkan oleh kedua negara. Menurut Prabowo, kerja sama perlu diperluas untuk sektor perikanan, manufaktur, dan energi terbarukan. ”Indonesia sangat ambisius. Kami memiliki banyak sumber daya energi di luar bahan bakar fosil,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam pertemuan itu, Prabowo juga mengenang hubungan baik dengan mendiang ayah Trudeau, Pierre Trudeau. Hubungan baik tersebut diharapkan terus berlanjut di masa mendatang. ”Saya sangat mengagumi ayah Anda. Semoga hubungan baik ini terus berlanjut,” ucap Prabowo.
Menanggapi hal tersebut, Trudeau turut memuji kepemimpinan Presiden Prabowo. Ia mengapresiasi kontribusi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global. ”Selamat atas kepemimpinan Anda yang luar biasa dalam beberapa bulan terakhir. Indonesia telah mengambil banyak tantangan besar dengan cara yang sangat positif,” ujar Trudeau.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/16/d79ffc6fdf2edfa98b27c06ebce72674-IMG_0561.jpeg)
Trudeau juga mengumumkan kabar baik tentang penandatanganan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Kanada. Menurut dia, perjanjian tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi Indonesia dan Kanada. ”Ini adalah kabar baik bagi perekonomian kita, bagi pertumbuhan, bagi kemakmuran, bagi para pekerja, dan bagi dunia usaha,” kata Trudeau.
Selain memperkuat kerja sama di sektor perdagangan, Trudeau juga menyoroti berbagai potensi kolaborasi, antara lain di sektor mineral kritis, pendidikan, energi, dan teknologi digital. Ia pun turut mengumumkan rencana untuk memimpin misi dagang terbesar Kanada ke Indonesia dalam waktu dekat. ”Banyak pelaku bisnis Kanada sangat antusias dengan peluang ini,” ucap Terdeau.
Penulis:
Iqbal BasyariEditor:
A. Ponco Anggoro