Kuba telah mengalami pemadaman listrik secara nasional untuk ketiga kali dalam bulan Maret.
23 Mar 2026 10:54 WIB · Internasional
AFP/YAMIL LAGE
Sepanjang malam, hanya sedikit pendar cahaya dari ponsel dan sorot lampu kendaraan dari kejauhan pada Sabtu (21/3/2026) malam di ibu kota Kuba, Havana. Pemandangan serupa terjadi di seluruh negara itu. Hanya sedikit sekali kantor dan perusahaan yang memiliki generator cadangan dan punya persediaan minyak untuk menghidupkannya.
Sabtu itu, untuk ketiga kali dalam bulan Maret dan kedua kali dalam seminggu terakhir, negara itu tanpa listrik. Kegagalan unit pembangkit listrik termoelektrik Nuevitas di Provinsi Camaguey diklaim menjadi penyebab utama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/23/7149c909-af20-4b28-9a12-5e93d56034b8.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/23/c363bec6-8103-46ea-8935-9b25fc5c9a43.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/23/72ce68c2-063c-44e8-93b9-b2339e77ea82.jpg)
Orang-orang berjalan di jalan dalam kegelapan selama pemadaman listrik nasional di Havana pada Sabtu (21/3/2026).
AFP/Yamil LAGE
Orang-orang menyeberang jalan selama pemadaman listrik di seluruh negeri di Havana pada Minggu (22/3/2026). AFP/YAMIL LAGE
Warga berjalan saat pemadaman listrik di Havana, Kuba, Sabtu (21/3/2026).
AP/Ramon Espinosa
Jaringan listrik Kuba telah berada di ambang kehancuran dan tidak dapat diandalkan. Ini ditandai dengan terjadinya pemadaman listrik berjam-jam, bahkan terkadang berhari-hari. Situasi ini membuat Kuba jatuh semakin dalam, baik di krisis energi maupun ekonomi.
Kuba telah mengalami serangkaian pemadaman total dalam beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, dua kali pemadaman listrik nasional dalam kurun seminggu merupakan kejadian yang luar biasa.
Banyak warga Kuba mengamati dengan saksama jalur dua kapal tanker di Atlantik yang membawa muatan bahan bakar asal Rusia. Harapan mereka, kapal-kapal tersebut dapat memberikan sedikit bantuan di tengah blokade AS. Satu tanker Sea Horse yang berbendera Hong Kong terlihat berbelok menjauh dari Kuba.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/23/f8d21cb7-e4e6-40d4-9154-7d258e5de763_jpg.jpg)
Presiden AS Donald Trump mulai mengambil langkah-langkah untuk memblokir pengiriman minyak ke Pulau Karibia tersebut setelah menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 3 Januari. Venezuela sebelumnya menjadi pemasok minyak bagi Kuba.
Selain menghentikan ekspor Venezuela ke Kuba, Trump juga mengancam negara-negara lain dengan tarif hukuman jika mereka menjual minyak ke pulau tersebut. Negara ini bergantung pada gas alam, tenaga surya, dan minyak bumi sendiri untuk menjalankan pembangkit listrik termoelektrik, tetapi itu belum cukup untuk memenuhi permintaan nasional.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/23/c320ca02-743d-49c4-8c57-c0dde22f874d.jpg)
Saat terjadi pemadaman, sebagian besar dari 11 juta penduduk negara berjuang hidup dalam kegelapan. Rumah sakit membatalkan operasi dan universitas terkemuka terpaksa mengurangi jumlah kelas. Kuba telah lama menyalahkan embargo perdagangan AS atas kegagalan ekonomi, termasuk jaringan listriknya yang sudah usang.
Pemerintah Kuba menolak permintaan impor solar Kedutaan Besar AS di Havana untuk generatornya. Pemerintah menolak permintaan tersebut karena Departemen Luar Negeri AS sedang mempertimbangkan pengurangan jumlah staf di kedutaan besar di Havana.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/23/c237d5c7-48d4-43e8-a901-4cfd9c219d32.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/23/1f1f5ec9-13f7-422c-b685-54960335f16c.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/23/4a625895-bad5-42f9-a435-53359919bed4.jpg)
Anak-anak melihat ponsel mereka saat duduk di dinding Malecón selama pemadaman listrik di Havana, Kuba, Sabtu (21/3/2026).
AP/Ramon Espinosa
Orang-orang menghabiskan malam di Malecon saat pemadaman listrik di Havana, Kuba, Sabtu (21/3/2026).
AP/Ramon Espinosa
Seorang pria mengisi botol galon dengan air saat pemadaman listrik di Havana, Minggu (22/3/2026).
AP/Ramon Espinosa
Langkah ini kemungkinan akan menyebabkan AS meminta pengurangan jumlah staf serupa di Kedutaan Besar Kuba di Washington. Penolakan Pemerintah Kuba pertama kali dilaporkan oleh The Washington Post. Gedung Putih, Departemen Luar Negeri, dan Kedutaan Besar Kuba di Washington belum berkomentar tentang hal ini.
Kuba perlahan mulai memulihkan sistem energinya pada hari Minggu, sehari setelah padamnya seluruh jaringan listrik di seluruh negeri, setelah jutaan orang mengalami pemadaman listrik untuk ketiga kali pada Maret.
Sekitar 72.000 pelanggan di ibu kota, termasuk lima rumah sakit, kembali mendapatkan aliran listrik pada Minggu pagi, menurut laporan dari Serikat Listrik milik negara serta Kementerian Energi dan Pertambangan. Namun, ini hanya sebagian kecil dari total populasi Havana yang berjumlah sekitar 2 juta jiwa.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/23/cfe4ca0a-aaad-4d2f-9351-58e8b4e0e30b_jpg.jpg)
Di Havana dan provinsi-provinsi, seperti Matanzas di barat dan Holguin di timur, sistem mikro listrik lokal didirikan untuk memasok pusat-pusat vital. Operator jaringan, UNE, melaporkan, hampir 500.000 rumah dan bisnis di Havana serta 43 rumah sakit telah kembali beroperasi pada Minggu sore.
Kehidupan berjalan normal di sebagian besar Havana. Pemadaman listrik yang terus-menerus telah menjadi bagian rutin dari kehidupan sehari-hari di ibu kota. Layanan seluler dan internet masih kurang stabil di seluruh negeri, tetapi telah membaik di banyak daerah pada siang hari.
Warga Havana, Yordanis Lopez, seperti banyak warga ibu kota tepi laut lainnya, mengatakan, pemadaman listrik itu membuatnya berada dalam kegelapan dalam banyak hal. ”Ketika jaringan listrik padam, jaringan media sosial juga ikut mati,” katanya. ”Anda tidak tahu apa yang sedang terjadi.” (AP/REUTERS)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra