Sebanyak 32 tentara Kuba tewas dalam penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat.
06 Jan 2026 09:42 WIB · Internasional
AFP/RINGO CHIU
Para pekerja mengibarkan bendera Kuba setengah tiang di Tribune Anti-Imperialis dekat kedutaan Amerika Serikat di Havana, Kuba, Senin (5/1/2025). Pemerintah Kuba sebelumnya menyatakan bahwa 32 tentara berpangkat perwira tewas saat serangan militer AS ke Venezuela.
Pernyataan pemerintah Kuba ini memberikan informasi bahwa semua korban tewas adalah anggota angkatan bersenjata dan badan intelijen Kuba. Tanggal 5-6 Januari adalah hari berkabung yang ditetapkan oleh Pemerintah Kuba.
”Sesuai dengan tanggung jawab mereka terkait keamanan dan pertahanan, rekan-rekan sebangsa kita telah melaksanakan tugas mereka dengan bermartabat dan heroik dan gugur setelah perlawanan sengit dalam pertempuran langsung melawan para penyerang atau sebagai akibat dari pengeboman terhadap fasilitas tersebut,” bunyi pernyataan itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/01/06/a8ce670a-2641-4dd2-beca-94d74422379c.jpg)
Kuba telah memberikan pengamanan bagi Maduro sejak ia berkuasa. Tidak jelas berapa banyak warga Kuba yang menjaga Presiden Venezuela tersebut ketika mereka tewas dan berapa banyak yang mungkin tewas di tempat lain.
Maduro, 63 tahun, dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap oleh pasukan AS di ibu kota Venezuela, Caracas, dan diterbangkan ke Amerika Serikat. Maduro ditahan di pusat penahanan New York sambil menunggu sidang pengadilan atas tuduhan narkoba.
Kematian tentara Kuba juga dinyatakan Presiden Donald Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One saat terbang dari Florida kembali ke Washington. ”Anda tahu, banyak warga Kuba tewas kemarin, tidak ada kematian di pihak kita,” kata Trump.
Penyerangan yang berujung penangkapan Presiden Maduro juga membawa pertanyaan di benak warga Kuba tentang masa depan mereka. Kedua pemerintahan sangat dekat sehingga tentara dan agen keamanan Kuba sering menjadi pengawal Presiden Venezuela. Minyak bumi Venezuela juga telah membantu kuba bertahan walaupun mengalami krisis ekonomi bertahun-tahun.
Kuba, sebuah pulau dengan sekitar 10 juta penduduk, memberikan pengaruh yang luar biasa terhadap Venezuela, sebuah negara kaya minyak dengan jumlah penduduk tiga kali lipat lebih banyak. Pada saat yang sama, warga Kuba telah lama menderita akibat pemadaman listrik yang terus-menerus dan kekurangan makanan pokok.
Dan setelah serangan ke Venezuela itu, Masyarakat Kuba kini membayangkan kemungkinan yang sebelumnya tak terbayangkan, yaitu masa depan yang lebih suram. (AP/REUTERS)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto