Kucing Liar yang Menjadi Bagian Kehidupan

Kucing liar merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di Istanbul. Hewan ini sama berkesannya dengan bangunan-bangunan ikonik.

10 Agt 2026 13:01 WIB · Internasional

AP/Emrah Gurel

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Sore yang indah, sepasang pengantin baru terlihat melakukan pemotretan di Jembatan Galata di Istanbul Turki, Selasa (21/7/2026). Cahaya matahari sore dan latar belakang kesibukan lalu lalang kapal di Selat Bosphorus ditambah gaun putih pengantin wanita membuat suasana romantis.

Sedikit pemandangan yang terlihat ”berbeda” adalah keberadaan seekor kucing belang-belang di dekat pasangan itu. Kucing itu tampak santai, tertidur sedikit meringkuk, sesantai pasangan pengantin yang sedang melakukan sesi pemotretan.

Seekor kucing tidur di dekat sesi foto pasangan pengantin baru di jembatan Galata di Istanbul, Turki, Selasa (21/7/2026). AP/Emrah Gurel
Seekor kucing duduk di jalan pada sore hari di distrik Karakoy di Istanbul, Turki, Rabu (24/6/2026). AP/Emrah Gurel

Tidak ada upaya dari kru fotografer untuk menyingkirkan kucing yang pasti akan masuk dalam frame. Tapi barangkali, keberadaan kucing itu sudah diperhitungkan sebagai bagian dari ”properti” pemotretan sore itu.

Tak seberapa jauh dari tempat itu, jejeran wisatawan beristirahat di pinggir selat yang sama. Mereka duduk santai, menyaksikan keindahan maupun kesibukan di atas air di depan mereka. Satu hal yang unik, seekor kucing juga berada di antara mereka. Kucing itu seakan menjadi bagian dari wisatawan dan melakukan hal yang sama, menikmati keindahan Selat Bosphorus.

Kucing adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di Istanbul. Ribuan kucing berkeliaran bebas dan berbagi jalanan, tepi laut, pasar, dan lingkungan bersejarah kota dengan lebih dari 16 juta penduduknya.

<p>Seekor kucing liar berjalan di antara bantal suvenir berbentuk kucing di distrik komersial Eminonu di Istanbul, Turki, Selasa (21/7/2026).</p><p>(AP/EMRAH GUREL)</p><p>Seekor kucing liar duduk di sebelah orang-orang di kawasan pejalan kaki di dekat Bosphorus di Istanbul, Turki, Rabu (24/6/2026).</p><p>(AP/EMRAH GUREL)</p><p>Seekor kucing liar duduk di bangku di depan Masjid Ortakoy pada pagi hari di Istanbul, Turki, Jumat (26/7/2026).&nbsp;</p><p>(AP/EMRAH GUREL)</p>

Seekor kucing liar berjalan di antara bantal suvenir berbentuk kucing di distrik komersial Eminonu di Istanbul, Turki, Selasa (21/7/2026).

(AP/EMRAH GUREL)

Seekor kucing liar duduk di sebelah orang-orang di kawasan pejalan kaki di dekat Bosphorus di Istanbul, Turki, Rabu (24/6/2026).

(AP/EMRAH GUREL)

Seekor kucing liar duduk di bangku di depan Masjid Ortakoy pada pagi hari di Istanbul, Turki, Jumat (26/7/2026). 

(AP/EMRAH GUREL)

Mereka dapat ditemukan hampir di mana saja, seperti bersantai di luar toko buku dan kafe, berkeliaran di pasar, menyaksikan feri menyeberangi Selat Bosphorus, beristirahat di dekat masjid, atau tiba-tiba muncul di stadion sepak bola dan lokasi pemotretan pernikahan.

Mungkin ini sedikit berlebihan, tetapi bagi banyak pengunjung, kucing-kucing di kota ini menjadi sama berkesannya dengan bangunan-bangunan ikonik, seperti Hagia Sophia atau Grand Bazaar. Sering kali, mereka dapat ditemukan di dalam bangunan-bangunan ikonik tersebut. 

Seekor kucing duduk di atas mesin tiket perjalanan Istanbul di terminal feri Kadikoy di Istanbul, Turki, Senin (13/7/2026). AP/Emrah Gurel
Seekor kucing duduk di bangku di dalam toko buku di daerah Beyazit di Istanbul, Turki, Selasa (4/8/2026).

AP/Emrah Gurel
Ali Osman Aykul memanggil kucingnya, yang diberi nama Pangeran, saat dia menunggu pembeli di toko karpet Turkinya di Istanbul, Turki, pada hari Rabu (17/6/2026). AP/Francisco Seco

Seekor kucing bernama Gli tinggal di Hagia Sophia selama bertahun-tahun. Ia menjadi selebriti media sosial sebelum mati pada tahun 2020 di usia 16 tahun. Warga secara rutin memberi makan dan merawat hewan-hewan tersebut.

Bahkan di banyak sudut kota, terdapat rumah penampungan yang dibangun oleh penduduk setempat, seperti yang terlihat di lingkungan Cihangir di Istanbul. Sebuah rumah-rumahan dari kayu dengan hiasan tulisan ”Cat Hotel”. Tempat itu terlihat lucu dengan ornamen gambar kucing, dipadu dengan tempat makanan kucing berwarna putih bergambar tapak kucing.

<p>Seekor kucing beristirahat di tempat penampungan yang dibangun oleh penduduk setempat di lingkungan Cihangir di Istanbul, Turki, Kamis (16/7/2026).</p><p>(AP/EMRAH GUREL)</p><p>Seekor kucing beristirahat di samping bendera sudut selama sesi latihan di Stadion Besiktas di Istanbul, Turki, Selasa (19/5/2026).</p><p>(AP/EMRAH GUREL)</p><p>Seekor kucing duduk di tepi dermaga saat sebuah feri tiba di terminal feri Kadikoy yang melintasi Selat Bosphorus di Istanbul, Turki, Rabu (17/6/2026).&nbsp;</p><p>(AP/EMRAH GUREL)</p>

Seekor kucing beristirahat di tempat penampungan yang dibangun oleh penduduk setempat di lingkungan Cihangir di Istanbul, Turki, Kamis (16/7/2026).

(AP/EMRAH GUREL)

Seekor kucing beristirahat di samping bendera sudut selama sesi latihan di Stadion Besiktas di Istanbul, Turki, Selasa (19/5/2026).

(AP/EMRAH GUREL)

Seekor kucing duduk di tepi dermaga saat sebuah feri tiba di terminal feri Kadikoy yang melintasi Selat Bosphorus di Istanbul, Turki, Rabu (17/6/2026). 

(AP/EMRAH GUREL)

Konon, keberadaan dan hubungan keseharian mereka sudah ada sejak zaman Ottoman, ketika kucing membantu melindungi rumah dan gudang makanan dengan membunuh tikus. Hingga kini, hewan ini tetap menjadi simbol khas Istanbul dan tradisi panjangnya dalam hidup berdampingan antara manusia dan hewan. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul