Ziarah Arbain, Ziarah Damai dan Terbesar di Dunia.

Puluhan juta pengikut Islam Syiah mengikuti perayaan Arbain di Karbala, Irak.

06 Agt 2026 08:08 WIB · Internasional

AHMAD AL-RUBAYE

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Kelompok-kelompok kecil berjumlah puluhan hingga ratusan dari sejumlah kota dan wilayah berjalan bersama dalam diam. Beberapa di antara mereka membawa bendera nasional Irak serta bendera bertuliskan huruf Arab. Di jalan, kelompok-kelompok ini bergabung karena satu tujuan.

Di bawah terik matahari, rombongan peziarah Iran mengenakan pakaian hitam dan menggenggam potret pemimpin mereka yang telah gugur, Ali Khamenei, juga berbondong-bondong menyeberangi perbatasan ke Irak untuk memperingati Arbain, peristiwa paling dihormati dalam Islam Syiah.

Jutaan pemeluk Islam Syiah melaksanakan perayaan Arbain tahunan pada Selasa (4/8/2026) di kota suci Karbala, Irak. Arbain dirayakan 40 hari setelah Asyura, yang memperingati pembunuhan Imam Hussein, cucu Nabi Muhammad, dan anggota keluarganya, dalam Pertempuran Karbala pada tahun 680 M.

<p>Para peziarah Syiah melakukan ritual berkabung selama perayaan Arbain di makam Imam Hussein di Karbala, Irak, Selasa (4/8/206). (AP/HADI MIZBAN)</p><p>Para pengikut Syiah berkumpul di antara tempat suci Imam Abbas dan Imam Hussein selama perayaan Arbain, yang menandai akhir dari periode berkabung 40 hari, di Karbala, Irak, Selasa (4/8/2026). (AP/HADI MIZBAN)</p><p>Para peziarah Muslim Syiah berdoa di makam Imam Hussein di kota Karbala, selatan Baghdad, Senin (3/8/2026), mengikuti ziarah Arbain. (AFP/AHMAD AL-RUBAYE)</p>

Para peziarah Syiah melakukan ritual berkabung selama perayaan Arbain di makam Imam Hussein di Karbala, Irak, Selasa (4/8/206). (AP/HADI MIZBAN)

Para pengikut Syiah berkumpul di antara tempat suci Imam Abbas dan Imam Hussein selama perayaan Arbain, yang menandai akhir dari periode berkabung 40 hari, di Karbala, Irak, Selasa (4/8/2026). (AP/HADI MIZBAN)

Para peziarah Muslim Syiah berdoa di makam Imam Hussein di kota Karbala, selatan Baghdad, Senin (3/8/2026), mengikuti ziarah Arbain. (AFP/AHMAD AL-RUBAYE)

Gubernur Karbala Nasseif Jassim al-Khattabi, Selasa (4/8/2026), mengatakan, lebih dari 22 juta orang memasuki kota. Jumlah itu termasuk sekitar 5 juta pengunjung non-Irak serta warga Irak dari beberapa wilayah negara tersebut. Acara ini dianggap sebagai salah satu pertemuan keagamaan tahunan terbesar di dunia.

Di antara pengunjung asing paling terkemuka adalah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Araghchi tiba di kota Najaf, Irak, pada Senin dan melanjutkan perjalanan ke Karbala untuk mengikuti perayaan Arbain. Seperti biasa, jemaah haji Iran tiba dalam jumlah besar, tetapi beberapa pengamat mengatakan jumlah jemaah haji dari negara lain telah menyusut.

Aqeel al-Rubaie (45), seorang peziarah dari Baghdad yang sedang dalam perjalanan ke Karbala, mengatakan bahwa bendera Iran terlihat di sepanjang jalan Najaf-Karbala. Sementara itu, bendera dari negara-negara Eropa, Arab, dan negara-negara Islam lainnya lebih sedikit dari biasanya. Dia menghubungkan hal ini dengan perang dan peristiwa yang terjadi di seluruh wilayah, yang telah memengaruhi jumlah jemaah haji Arab dan asing.

Gambar bendera AS dan Israel ditempelkan di tanah saat para pelayat berjalan dalam ritual Arbain, yang diadakan 40 hari setelah Ashoura di Teheran, Iran, Selasa (4/8/2026). AP/Vahid Salemi
Matahari terbit saat para peziarah Syiah berbaris dalam perjalanan ke Karbala, untuk memperingati Arbain yang menandai akhir dari periode berkabung 40 hari setelah Hari Ashura, di Najaf, Irak, Selasa (28/7/2026). AP/Anmar Khalil
Foto udara menunjukkan peziarah Syiah berkumpul di antara tempat suci Imam Hussein dan tempat suci Imam Abbas, menjelang Arbain, peringatan tahunan Syiah menandai 40 hari setelah Ashura, di Karbala, Irak, Minggu malam (2/8/2026). AP/Hadi Mizban
Jutaan peziarah Muslim Syiah menghadiri upacara berkabung di makam Imam Hussein di Karbala pada Selasa (4/8/2026) untuk mengikuti ziarah Arbain. AFP/AHMAD AL-RUBAYE

Seorang peziarah lain dari Baghdad, Hassan al-Sarai (35), mengatakan, ”Saya hampir tidak melihat bendera selain bendera Iran yang terlihat jelas di sepanjang jalan serta di dalam dan sekitar kota Karbala.” Iring-iringan sukarelawan yang menyediakan makanan, air, perawatan medis, dan layanan lainnya memadati jalan-jalan menuju Karbala dari seluruh Irak.

Sementara itu, di Iran, banyak penganut Syiah yang taat dan tidak dapat melakukan ziarah ke Karbala mengadakan peringatan mereka sendiri. Di ibu kota Teheran, para penganut Syiah yang mengenakan pakaian hitam berbaris di sepanjang rute hampir 20 kilometer menuju sebuah tempat suci Syiah di selatan kota, dari titik awal di bagian tengah kota.

Seorang wanita Iran memegang poster mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei saat menghadiri ritual Arbain di Teheran, Iran, Selasa (4/8/2026). AP/Vahid Salemi
Para pengikut Syiah berkumpul di antara tempat suci Imam Hussein dan Imam Abbas, menjelang Arbain, peringatan tahunan Syiah menandai 40 hari setelah Ashoura, di Kuil Imam Hussein di Karbala, Irak, Senin (3/8/2026). AP/Hadi Mizban
Jutaan pengikut Syiah berkumpul di antara tempat suci Imam Abbas dan Imam Hussein, menjelang Arbain, peringatan tahunan Syiah yang menandai 40 hari setelah Ashoura, di Kuil Imam Hussein di Karbala, Irak, Senin (3/8/2026). AP/Hadi Mizban
Foto udara menunjukkan peziarah Syiah berkumpul di antara tempat suci Imam Hussein dan tempat suci Imam Abbas menjelang Arbain, peringatan tahunan Syiah yang menandai 40 hari setelah Ashura, di Karbala, Irak, Minggu (2/8/.2026). AP/Hadi Mizban

Para pelayat meneriakkan slogan-slogan yang menuntut pembalasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan yang dilakukan AS dan Israel. Selama perjalanan, sebagian orang menginjak-injak potret Presiden AS Donald Trump, atau poster bergambar bendera AS dan Israel yang sengaja diletakkan di jalanan. Media pemerintah mengatakan, unjuk rasa serupa diadakan di kota-kota dan daerah-daerah lain di Iran.

Menghubungkan Iran-Irak

Hubungan kedua negara yang mayoritas penduduknya Syiah, Irak dan Iran, sangat baik di bidang agama maupun politik. Awal bulan ini, jenazah Khamenei, yang tewas dalam serangan awal perang, dibawa ke Karbala dan kota suci Najaf di dekatnya. Saat itu kerumunan besar warga meratapinya sebagai bagian dari prosesi pemakaman selama enam hari. Prosesi itu dimulai di Teheran dan diakhiri dengan pemakamannya di kota Mashhad, Iran.

<p>Seorang Muslim Syiah Iran menangis saat berdoa di makam suci Imam Abbas menjelang perayaan Arbain di Karbala, Irak, Minggu (2/8/2026). (AP/HADI MIZBAN)</p><p>Para peziarah Muslim Syiah berkumpul di dekat Kuil Imam Hussein di kota suci Karbala, selatan Baghdad, Sabtu (1/8/2026), pada akhir ziarah Arbain. (AFP/AHMAD AL-RUBAYE)</p><p>Para pengikut Islam Syiah berkumpul di dalam kuil suci Imam Abbas menjelang perayaan Arbain di Karbala, Irak, Minggu (2/8/2026). (AP/HADI MIZBAN)</p>

Seorang Muslim Syiah Iran menangis saat berdoa di makam suci Imam Abbas menjelang perayaan Arbain di Karbala, Irak, Minggu (2/8/2026). (AP/HADI MIZBAN)

Para peziarah Muslim Syiah berkumpul di dekat Kuil Imam Hussein di kota suci Karbala, selatan Baghdad, Sabtu (1/8/2026), pada akhir ziarah Arbain. (AFP/AHMAD AL-RUBAYE)

Para pengikut Islam Syiah berkumpul di dalam kuil suci Imam Abbas menjelang perayaan Arbain di Karbala, Irak, Minggu (2/8/2026). (AP/HADI MIZBAN)

Peziarah Fatemeh Moradi (52), yang telah mengikuti Arbain setidaknya lima kali, mengatakan bahwa perayaan tahun ini adalah untuk ”pemimpin kita yang gugur sebagai martir, atas namanya dan atas nama semua martir”. Moradi kehilangan banyak kerabat selama perang, tetapi baginya kemartiran adalah sebuah kebanggaan.

Umat Islam Syiah yang taat merasa bangga akan kemartiran, memperingati Pertempuran Karbala pada tahun 680, di mana Hussein dibunuh khalifah Umayyah Yazid. Selama Arbain, mereka menunjukkan kesedihan mereka, berduka dengan menangis dan meratap untuk mengenang Hussein.

Para pengikut Syiah membawa potret mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan mendiang Pemimpin Iran Ayatollah Khomeini saat berkumpul di antara tempat suci Imam Abbas dan Imam Hussein selama perayaan Arbain, di Karbala, Irak, Selasa (4/8/2026). AP/Hadi Mizban
Para peziarah Muslim Syiah berkumpul di makam Imam Hussein di kota kuil pusat Karbala Irak pada Senin (3/8/2026) AFP/AHMAD AL-RUBAYE
Foto udara menunjukkan peziarah Syiah berkumpul di antara tempat suci Imam Hussein dan tempat suci Imam Abbas menjelang Arbain, peringatan tahunan Syiah yang menandai 40 hari setelah Ashura, di Karbala, Irak, Minggu (2/8/.2026). AP/Hadi Mizban
Para peziarah Syiah berbaris ke Karbala, untuk memperingati Arbain yang menandai berakhirnya masa berkabung 40 hari setelah Hari Ashura, di Najaf, Irak, Selasa (28/7/2026). AP/Anmar Khalil

Di persimpangan Zurbatiyah, kipas angin besar menyemprotkan kabut air untuk mendinginkan panas saat para peziarah melewati potret Khamenei, putranya sekaligus penerusnya Mujtaba, dan komandan-komandan lain yang gugur dalam perang melawan AS dan Israel. Warga Irak menyambut mereka dengan sajian berupa minuman dan makanan, melanjutkan tradisi menawarkan minuman dan makanan ringan kepada para peziarah.

Hingga kini, Arbain juga menjadi kumpulan dan ziarah damai terbesar di dunia. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto