Kulminasi Kesempurnaan Arsenal

Sulit membayangkan Arsenal bisa menjadi lebih baik lagi, terutama setelah membantai Bayern Muenchen. Menang sudah menjadi hal yang biasa bagi ”Meriam London”.

27 Nov 2025 14:27 WIB · Olahraga

AP Photo/Kin Cheung

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

LONDON, KAMIS — Menjelang pertengahan musim, Arsenal membukukan pencapaian sensasional dengan menjadi satu-satunya tim dengan rekor kemenangan 100 persen di Liga Champions Eropa. Kemenangan 3-1 atas Bayern Muenchen jadi kulminasi kesempurnaan Arsenal yang dalam beberapa musim belakangan membangun fondasi bersama manajer Mikel Arteta.

Laga Arsenal kontra Muenchen di Stadion Emirates, London, Kamis (27/11/2025), layak mengundang perhatian jutaan pasang mata di seluruh dunia. Di sanalah dua tim Eropa yang sedang dalam performa menakjubkan bertemu. Muenchen belum terkalahkan di seluruh kompetisi musim ini sekaligus menjadi pemimpin klasemen sementara Bundesliga. Demikian juga Arsenal yang belum tersentuh kekalahan di Liga Champions dan kini memuncaki Liga Inggris.

Lewat pertarungan sengit, Arsenal pada akhirnya membuktikan diri menjadi tim terkuat Eropa saat ini berkat tiga gol kemenangan yang dicetak Jurrien Timber, Noni Madueke, dan Gabriel Martinelli. Sementara Muenchen hanya mampu membalas melalui Lennar Karl.

Kemenangan meyakinkan atas Muenchen menegaskan musim ini menjadi momentum kulminasi kesempurnaan Arsenal di bawah arahan Arteta. Saat mulai menangani ”Meriam London” pada 2019, Arteta merasakan performa yang pasang surut. Musim perdananya berakhir di peringkat kedelapan Liga Inggris. Perlahan namun pasti, kohesi antarpemain serta performa Arsenal mulai menanjak.

APTOPIX Britain Champions League Soccer

Perbaikan demi perbaikan yang ditempuh Arteta tidak serta-merta membuahkan hasil. Di Liga Inggris, nyaris jadi kata yang melekat dengan Arsenal seiring kegagalan menjuarai liga tiga musim beruntun. Pada rentang 2022 hingga 2025, pencapaian maksimal Arsenal hanya finis di peringkat kedua. Seiring keberhasilan Arsenal menjaga kesempurnaan hingga kini, musim ini hasilnya sangat mungkin berbeda.

Mantan pemain Arsenal yang kini menjadi pundit Sky Sports, Paul Merson, menggambarkan kemenangan telak atas Muenchen sebagai pernyataan tegas dari Arteta. Padahal, sejak 2015, Arsenal senantiasa dibantai oleh Muenchen dalam lima kali pertemuan. Namun kali ini yang terjadi adalah sebaliknya. Dari sana bisa terbaca bahwa Arsenal merupakan kandidat terkuat penguasa Eropa musim ini.

”Itu pernyataan besar dari Arsenal. Gemanya terasa di seluruh Eropa. Orang-orang akan menonton dan melihat hasil ini. Mereka akan berkata ’wow’, terutama karena apa yang telah dilakukan Muenchen terhadap Arsenal dalam beberapa tahun terakhir. Muenchen ini benar-benar mengalahkan semua orang. Saya tahu Bundesliga tidak seperti Liga Inggris, tetapi mereka sudah terbukti di Eropa. Mereka melaju jauh di kompetisi Eropa,” tutur Merson dikutip dari Sky Sports.

Tidak hanya mengalahkan, Arsenal juga mencatatkan sejumlah statistik menarik dalam kemenangan langka atas Muenchen. Sebelum bertemu Arsenal, Muenchen selalu bisa mencetak setidaknya dua gol atau lebih. Namun, pertahanan kokoh Arsenal menghentikan catatan impresif itu.

Penyerang Arsenal Noni Madueke (kanan) merayakan gol ke gawang Bayern Muenchen pada laga Liga Champions di London, Kamis (27/11/2025) dini hari WIB.

Muenchen juga dibuat tidak berdaya dengan hanya melepaskan delapan tembakan, 13 sentuhan di kotak penalti lawan, serta nilai harapan gol (xG) 0,69, terendah dari semua pertandingan mereka musim ini. Penyerang andalan Muenchen, Harry Kane, juga tidak bisa berbuat banyak. Kane yang biasanya selalu tajam setiap kali bertemu Arsenal kali ini melewatkan 90 menit laga tanpa melepaskan satu pun tembakan.

”Jelas saya tidak terlalu senang dengan hasilnya, tetapi pertandingan hari ini sangat sulit. Saya pikir itu (hasil) ditentukan oleh detail-detail kecil yang ada di pihak mereka. Itulah sebabnya mereka menang,” ujar bek Muenchen, Jonathan Tah.

Ingatan masa lalu

Arsenal melaju jauh dengan mengemas lima kemenangan beruntun di Liga Champions. Terakhir kali ”Meriam London” melakukan hal serupa adalah pada musim 2005-2006. Kala itu Arsenal sukses melaju hingga final, tetapi kalah dari Barcelona. Itulah satu-satunya final Liga Champions dalam sejarah Arsenal.

Tak ayal keberhasilan menyamai pencapaian 20 tahun silam itu menerbitkan asa Arsenal untuk melaju hingga final. Kesuksesan di Liga Champions juga mereka rasakan di Liga Inggris dengan hanya menelan satu kekalahan serta memuncaki klasemen.

Gelandang Bayern Muenchen Konrad Laimer (kanan) berebut bola dengan penyerang Arsenal Bukayo Saka pada laga Liga Champions di London, Kamis (27/11/2025) dini hari WIB.

Matt Upson, mantan bek Arsenal dan timnas Inggris, menyebut Arteta dan para pemainnya sedang diselimuti rasa percaya diri tinggi yang menjadi modal bagus untuk mengakhiri musim dengan trofi. Kemenangan atas Muenchen mengukuhkan Arsenal di puncak klasemen fase liga Liga Champions Eropa dengan koleksi 15 poin, unggul tiga poin atas Paris Saint-Germain di peringkat kedua dan Muenchen di peringkat ketiga.

Akan tetapi, gelandang Declan Rice memilih untuk tidak berpikir terlalu jauh. Dia menginginkan timnya menjalani laga setahap demi setahap tanpa diganggu pujian yang memfavoritkan Arsenal menjadi juara.

”Ya, tentu saja (rasanya berbeda dari musim lalu). Ada begitu banyak pemimpin di tim. Kami hanya (ingin) menjalani pertandingan satu demi satu. Ada rasa lapar dan keinginan untuk memenangi setiap pertandingan. Jalan masih panjang, (sebaiknya) jangan terlalu jemawa,” kata Rice dikutip dari BBC Sport.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji