Kunci Juara Madison Keys

Kejutan dari Madison Keys berlanjut dengan menjuarai Australia Terbuka mengalahkan Aryna Sabalenka. Apa kunci keberhasilannya?

26 Jan 2025 09:35 WIB · Olahraga

Oleh Prasetyo Eko Prihananto

Madison Keys tiba di Australia dengan tujuan sederhana, untuk melihat seberapa bagus dia bisa tampil menjelang ulang tahunnya yang ke-30 bulan depan. Petenis Amerika Serikat ini mendapatkan jawabannya: tak hanya bisa tampil sangat baik, ia bahkan bisa menjadi seorang juara Grand Slam.

Keys secara mengejutkan menjadi juara Australia Terbuka setelah mengalahkan juara bertahan dua kali, Aryna Sabalenka, dalam tiga set 6-3, 2-6, 7-5, pada final yang berlangsung di Melbourne, Sabtu (25/1/2025). Tak hanya sekali membuat kejutan, Keys juga sebelumnya mengalahkan Iga Swiatek pada semifinal, setelah menggagalkan match point petenis nomor dua dunia itu.

Ini merupakan gelar mayor pertama Keys, setelah mencapai final Grand Slam kedua delapan tahun, setelah yang pertama di New York. Pada saat itu, dia kalah dari temannya, Sloane Stephens. Kekalahan telak 6-3, 6-0, itu terus menghantui Keys sejak saat itu.

Meski demikian, itu juga bagian dari pengalaman dan pembelajarannya sebagai seorang petenis. ”Saya pikir pada pertandingan itu, saya begitu terbebani dengan rasa gugup, momen serta peluang, dan semua itu. Sehingga saya tidak pernah memberikan diri saya kesempatan untuk benar-benar bermain,” katanya soal pertandingannya lawan Stephens.

Namun, Keys berhasil menebus kekalahan traumatis tersebut. Berperingkat 14 dunia saat ini, ia akan kembali ke 10 besar untuk pertama kalinya sejak 2019, pekan depan dengan kemenangannya di Melbourne.

Petenis kelahiran Orlando, Florida, AS, 17 Februari 1995 ini, menunjukkan bakatnya sebagai seorang remaja berusia 19 tahun dengan mencapai semifinal Australia Terbuka pada 2015.

USA's Madison Keys hits a return against Belarus' Aryna Sabalenka during their women's singles final match on day fourteen of the Australian Open tennis tournament in Melbourne on January 25, 2025. (Photo by WILLIAM WEST / AFP) / -- IMAGE RESTRICTED TO EDITORIAL USE - STRICTLY NO COMMERCIAL USE --

Baru satu dekade kemudian dia berhasil mencapai puncak, dengan melewati dua petenis terbaik dunia saat ini, Sabalenka dan Swiatek. Sabalenka tengah berambisi untuk menjadi tunggal putri pertama yang memenangi Australia Terbuka tiga kali beruntun sejak Martina Hingis terakhir kali melakukannya pada 1997-1999.

Akan tetapi, Keys punya keinginan lain. Petenis yang menjadi unggulan ke-19 ini menggagalkan upaya pencapaian sejarah itu dengan penampilan mengesankan.

Kunci kemenangan sang underdog adalah ketangguhan mental dan pukulan-pukulan keras yang menjadi senjata utamanya, bisa ia gunaan pada potensi maksimalnya. Ia memaksimalkan senjatanya itu atas bimbingan sang pelatih yang sekaligus suaminya.

Tahun lalu, musim kompetisi Keys berakhir lebih cepat karena ia menikahi Bjorn Fratangelo. Keduanya telah berpacaran sejak 2017 dan Fratangelo kemudian menjadi pelatih Keys pada 2023.

Kepada wartawan menjelang pertandingan final, Fratangelo mengatakan bahwa penampilan terbaik Keys belum keluar sepenuhnya. ”Saya pikir dia belum mencapai potensi penuhnya. Mengasah kapak bisa membawa Anda sejauh ini, tapi terkadang Anda membutuhkan senjata baru. Saya pikir itulah yang saya coba terapkan,” kata Fratangelo.

Madison Keys merayakan kemenangannya atas Aryna Sabalekan dengan memeluk suami sekaligus pelatihnya, Bjorn Fratangelo, seusai final Australia Terbuka di Melbourne, Sabtu (25/1/2025).

Keys dan Sabalenka adalah dua petenis putri yang dikenal memiliki kekuatan dan pukulan keras yang bisa membuat lawan kewalahan. Setelah kalah di semifinal, Swiatek memuji keberanian Keys untuk mengeluarkan senjatanya, yaitu pukulan keras pada momen-momen penting.

Fratangelo mendeskripsikan Sabalenka sebagai ”versi Madison yang lebih terasah terkait dengan kemiripan kekuatan kedua petenis. ”Tetapi apa yang saya lihat darinya sekarang hanyalah apa yang dilakukan oleh orang-orang hebat,” katanya tentang Keys. ”Mereka mempunyai kemampuan untuk meningkatkan level pada saat yang paling penting.”

Dan hal itu terbukti pada saat final, ketika Keys meraih gelar ke-10 dalam kariernya, dan yang terbesar, untuk hadiah jelang ulang tahun ke-30. Keys melakukannya dengan cara yang sulit, di antaranya mengalahkan Danielle Collins dan Elena Rybakina dalam perjalanannya. Dia kemudian bangkit dari ketertinggalan satu set dan menyelamatkan satu match point melawan petenis peringkat dua dunia Swiatek di semifinal.

Keys memuji kesuksesannya akhir-akhir ini berkat gemblengan suaminya. Fratangelo, yang juga mantan petenis profesional, mulai mengasah kemampuan Keys sekitar 18 bulan lalu.

”Dia mengalami kekalahan yang berat dan dia pulang dan meminta bantuan saya,” kata Fratangelo pada 2023. ”Hal pertama yang saya katakan adalah ’Apakah kamu yakin? Karena kita sudah berusaha yang terbaik agar tidak mencampuri urusan karier masing-masing’,” tandas Fratangelo.

Australian Open Tennis

Namun, mereka ternyata bisa memisahkan urusan pribadi dan profesional. Keys secara terbuka mengakui kontribusi Fratangelo pada permainannya. ”Harus mengakui bahwa dia benar, bukan hal favorit bagi saya,” canda Keys.

Salah satu kontribusi penting Fratangelo adalah menyarankan Keys untuk mengganti raketnya. Atas saran tersebut, Keys memutuskan mencoba jenis raket baru agar lebih mudah mengeluarkan tenaga sekaligus mengurangi tekanan pada pundak kanannya.

Entah kebetulan atau tidak, hal itu memang langsung membuahkan hasil di lapangan. Keys saat ini tengah dalam rentetan 12 kemenangan beruntun, termasuk juara turnamen jelang Australia Terbuka di Adelaide.

Dalam wawancara selepas final, Keys juga menyebut peran terapisnya yang sangat besar dalam kesuksesannya. Ia menyebut, pembicaraan mereka selama satu setengah tahun terakhir sangat membantu, baik dalam hidup, memahami dirinya sendiri, maupun dalam menemukan apa yang paling penting dalam hidupnya. Bukan hanya itu, juga dalam kariernya di lapangan tenis.

USA's Madison Keys poses with the 2025 Australian Open winner's trophy on the Brighton Beach in Melbourne on January 26, 2025, following her victory over Belarus' Aryna Sabalenka in the women's singles final of the tennis tournament. (Photo by WILLIAM WEST / AFP) / -- IMAGE RESTRICTED TO EDITORIAL USE - STRICTLY NO COMMERCIAL USE --

”Kenyataannya, terkadang seperti, hei, saya ingin berbicara di tengah turnamen. Kadang hanya ingin berbicara berdua dengan seseorang yang bisa memberi dukungan,” ungkap Keys.

Ia pun menyarankan orang tak ragu untuk berbicara dengan terapis jika membutuhkan bantuan. Dengan berbicara jujur untuk mencari bantuan dan berbicara dengan orang lain, menurut dia, sangat membantu, tidak hanya dalam kehidupan secara umum, tetapi juga dalam karier.

Apakah kejutan Keys akan berlanjut ke tiga turnamen Grand Slam berikutnya? (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto