Rodri dan Ousmane Dembele dapat petaka setelah menjalani musim terbaik mereka. Pesepak bola bermain di luar jumlah laga aman. Bahkan, mereka tampil 90 menit lebih.
30 Sep 2025 10:51 WIB · Olahraga
Peraih Ballon d’Or, gelar individu paling bergengsi di sepak bola, dalam dua edisi terakhir menjalani periode karier ironi. Setelah tampil mengagumkan dengan permainan konsisten sepanjang musim, mereka justru sulit mencapai level permainan terbaik lagi.
Rodri menjadi contoh betapa musim raihan Ballon d’Or bisa berdampak buruk bagi kelangsungan karier pesepak bola. Gelandang tengah Manchester City dan tim nasional sepak bola Spanyol itu mencapai puncak performa pada musim 2022-2023 dan 2023-2024.
Ia mempersembahkan City treble winner yang terdiri dari Liga Inggris, Piala FA, dan Liga Champions Eropa pada musim 2022-2023. Setahun berselang, Rodri merupakan sosok kunci Spanyol membawa pulang trofi Piala Eropa 2024.
Penampilan konsisten itu mengantarkan Rodri sebagai pemain Spanyol ketiga yang membawa pulang ”Bola Emas” Ballon d’Or yang setara Piala Oscar bagi pesepak bola. Ia menyamai catatan legenda ”Negeri Matador” dekade 1950-an, yaitu Alfredo Di Stefano (1957 dan 1959) serta Luis Suarez (1960).
Namun, penampilannya itu harus dibayar mahal. Ia menepi selama 235 hari atau sekitar 34 pekan akibat cedera ligamen krusiat anterior (ACL) pada awal musim 2024-2025. Cedera itu merupakan dampak dari beban kerja berlebihan yang dialami pemain lulusan Akademi Villarreal itu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/23/973ebbbd-ed58-4e42-adb5-38f365f2303f_jpg.jpg)
Ia bermain dalam 135 pertandingan pada dua musim. Jumlah itu terdiri dari 106 laga bersama City, lalu 29 pertandingan untuk timnas Spanyol. Berawal dari cedera hamstring yang dialami pada pengujung Piala Eropa 2024, Rodri tidak memiliki waktu istirahat ideal.
Dalam tiga musim, yang dimulai pada 2022-2023 hingga 2024-2025, Rodri tidak pernah memiliki masa istirahat dalam jeda musim selama satu bulan atau 30 hari.
FIFPRO, Federasi Internasional Pesepak Bola Profesional, melalui laporan tahunan 2025 bertajuk ”The Player Health and Performance Impacet” mengungkapkan, Rodri hanya beristirahat selama 26 hari menjelang musim 2022-2023. Kemudian, ia sekadar lepas dari sepak bola selama 27 dan 28 hari masing-masing sebelum musim 2023-2024 dan 2024-2025 dimulai.
Musim lalu, pemenang Ballon d’Or (Rodri) mengalami cedera dan harus menepi nyaris satu musim. Peraih Ballon d’Or (Dembele) tahun ini juga tengah absen akibat cedera.
Hal serupa juga dialami penerima Ballon d’Or 2025, Ousmane Dembele. Musim 2024-2025 merupakan performa terbaik Dembele, baik dalam kontribusi gol maupun durasi menit bermain. Dembele tidak pernah mencapai level kebugaran sebaik musim lalu.
Ia tampil dalam 61 laga untuk PSG dan timnas Perancis. Durasi penampilannya mencapai 4.064 menit. Untuk pertama kalinya, pemain berusia 28 tahun itu bisa menyentuh 4.000 menit dalam satu musim kompetisi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/23/357f09a1-4354-495c-84dd-3f2d301b6d1d_jpg.jpg)
Penyerang yang dikenal memiliki ”kaki kaca” karena mudah mengalami cedera itu hanya absen selama 17 hari selama musim 2024-2025. Namun, penampilan konsisten itu berimbas dengan munculnya kembali cedera lutut ringan yang dialaminya pada Juni lalu ketika membela Perancis di Liga Nasional Eropa.
Cedera itu memaksa Dembele menarik diri dari Piala Dunia Antarklub. Ia hanya menjadi kameo dalam turnamen di Amerika Serikat. Pada awal musim 2025-2026, ia kembali dibekap cedera hamstring.
Sebagai catatan, sejak menembus tim utama Rennes, Dembele sudah harus menepi selama 509 hari akibat cedera hamstring itu. Jumlah hari itu sudah setara nyaris dua tahun Dembele menepi dari lapangan hijau.
”Musim lalu, pemenang Ballon d’Or (Rodri) mengalami cedera dan harus menepi nyaris satu musim. Peraih Ballon d’Or (Dembele) tahun ini juga tengah absen akibat cedera. Sampai kapan kejadian ini harus terjadi demi pemilik klub menyadari ada masalah di sepak bola yang buruk, juga untuk bisnis mereka,” kata Sekretaris Jenderal FIFPro Alex Philips kepada BBC, Senin (29/9/2025).
Dalam laporan yang dirilis pada Senin kemarin, FIFPro melalui para pakar kesehatan olahraga menyebut jumlah maksimal pemain tampil dalam satu musim adalah 55 laga. Namun, dalam kenyataannya, mayoritas pemain yang membela klub di Piala Dunia Antarklub 2025 menjalani lebih dari 60 laga selama satu musim.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/30/1a8a26073101fb09acdee18f31b8d3ec-IMG_0316.jpeg)
Luka Modric, misalnya, menjalani 76 laga pada musim pamungkas berseragam Real Madrid. Ia adalah pemain yang paling banyak tampil pada musim 2024-2025. Federico Valverde, pemain Real dan timnas Uruguay, memang memiliki kuantitas laga lebih rendah dari Modric, yakni 72 laga, tetapi ia adalah pemain dengan menit bermain tertinggi.
Valverde mencatatkan 6.676 menit bermain pada musim lalu. Menariknya, rerata durasi berlaga Valverde sudah melampaui waktu normal pertandingan sepak bola, yakni 90 menit. Pada musim lalu, Valverde rerata menjalani 93 menit per laga.
Empat dari 10 pemain dengan durasi laga terbanyak musim 2024-2025 adalah anggota skuad PSG. Fabian Ruiz (71 laga), Achraf Hakimi (69 laga), Joao Neves (69 laga), dan Desire Doue (69 laga) merupakan pemain-pemain yang tak tergantikan bagi asuhan pelatih asal Spanyol, Luis Enrique.
Satu masalah di sepak bola, dalam catatan FIFPro, adalah masa istirahat off-season yang sangat sedikit dibandingkan olahraga profesional lainnya, seperti pemain basket NBA dan bisbol Amerika Serikat (MLB). Para pemain di liga top Eropa rerata hanya mendapatkan istirahat jeda antarmusim tiga pekan.
Hal itu jauh lebih rendah dibandingkan 14 pekan untuk pemain NBA yang menjalani laga playoff dan 23 pekan bagi pemain yang tidak tampil di laga playoff. Dalam MLB, pemain yang tidak bermain di playoff bisa beristirahat selama 15 pekan dan 20 pekan bagi yang hanya bermain di musim reguler.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/18/f4b463e0-0256-41ca-87a4-7ca4b98c308d_jpg.jpg)
”Reformasi dibutuhkan di sepak bola. Menciptakan standar minimum untuk istirahat dan persiapan pramusim tidak akan melemahkan pertandingan. Justru, hal itu akan meningkatkan performa di lapangan karena menyediakan pemain lebih fit dan bisa tampil dengan performa terbaik lebih banyak laga,” ucap Darren Burgess, Ketua Jaringan Penasihat Performa-Tinggi FIFPro sekaligus Direktur Performa Juventus.
Manajer Manchester City Pep Guardiola juga mengingatkan, durasi laga berlebihan bakal berdampak buruk bagi bisnis sepak bola di masa mendatang. Pemain-pemain hebat akan cepat hilang, lalu pemain muda potensial ada kemungkinan gagal mencapai performa maksimalnya.
”Bisnis (sepak bola) ini bisa tanpa manajer, direktur olahraga, media, dan pemilik, tetapi bisnis ini tidak bisa berjalan tanpa para pemain. Satu-satunya pihak yang memiliki kekuatan untuk menentukan jalannya bisnis ini adalah mereka (pemain),” kata Guardiola dalam laporan itu.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto