BerandaLingkungan”La Palma”, Menyibak Trau...

”La Palma”, Menyibak Trauma Penyintas Tsunami

Luka batin penyintas tsunami dapat terus mengikuti. Penyesalan tentang apa yang seharusnya bisa dilakukan dahulu kala selalu membayangi.

27 Des 2024 09:02 WIB · Lingkungan

Oleh Wisnu Dewabrata

La Palma. Cr. Courtesy of Netflix © 2023

Dua dekade lalu tragedi bencana tsunami mengguncang Tanah Air, khususnya di ”Bumi Serambi Mekkah”, Aceh. Ratusan ribu nyawa melayang sementara mereka yang selamat terpaksa mengungsi lantaran kehilangan tempat tinggal. Dampaknya pun terasa hingga ke beberapa negara tetangga, seperti Thailand.

Para penyintas tersebut tak sedikit yang membawa luka, baik fisik maupun psikologis berupa trauma. Kini setelah 20 tahun berlalu, kehidupan berjalan seperti biasa. Luka fisik boleh jadi sembuh walau trauma dan ingatan menakutkan akan peristiwa bencana masih terus terbawa.

Film serial empat episode produksi Norwegia, La Palma (2024), kali ini menjadi salah satu karya film yang mengangkat tentang peristiwa alam mahadahsyat itu. Kisah tentang salah satu korban trauma yang kembali harus menghadapi situasi serupa.

La Palma. (L to R) Ingrid Bolsø Berdal as Jennifer, Alma Günther as Sara and Bernard Storm Lager as Tobias in La Palma. Cr. Courtesy of Netflix © 2023

Trauma psikologis dan ingatan buruk akibat tragedi itu digambarkan menjadi bagian dari latar belakang salah satu karakter di serial La Palma, yaitu Marie Ekdal (Thea Sofie Loch Næss). Marie adalah seorang peneliti di sebuah Institut Geologi yang berada di Pulau La Palma.

Pulau indah destinasi wisata itu berada di wilayah Spanyol. Pulau tersebut benar-benar ada, juga memiliki gunung berapi aktif bernama Cumbre Vieja. Pulau La Palma merupakan bagian dari Kepulauan Canary.

La Palma. (L to R) Ólafur Darri Ólafsson as Haukur and Thea Sofie Loch Næss as Marie Ekdal in La Palma. Cr. Courtesy of Netflix © 2023

Gunung berapi di pulau tersebut, dalam dunia nyata, pernah meletus beberapa kali. Salah satunya di tahun 1949 dan memakan banyak korban. Dalam film disebutkan, akibat letusan vulkanik di masa lalu, gunung tersebut mengalami retakan panjang di salah satu sisinya, tepat menghadap pinggir laut.

Akibat kondisi itu, bahaya lain terus mengintai bahkan hingga puluhan tahun pascaletusan sebelumnya. Retakan dapat sewaktu-waktu melebar, lalu runtuh dan memicu bencana besar lain berupa tsunami. Tsunami dipicu reruntuhan sisi gunung, yang luas dan jumlah materialnya setara luas Manhattan di Amerika Serikat.

Luncuran material gunung yang masuk ke dalam laut akan mengakibatkan gelombang besar yang menyapu tak hanya pulau-pulau di sekitarnya, tetapi juga daratan lain puluhan atau ratusan kilometer dari pusat kejadian. Saat tengah menyelidiki patahan yang semakin melebar dan memanjang itu, Marie beserta rekannya sesama peneliti, Haukur (Ólafur Darri Ólafsson), juga mendapati bahaya lain.

La Palma. Cr. Courtesy of Netflix © 2023
La Palma. (L to R) Thea Sofie Loch Næss as Marie Ekdal and Ólafur Darri Ólafsson as Haukur in La Palma. Cr. Courtesy of Netflix © 2023

Dari dalam celah retakan itu keluar asap beracun hasil aktivitas vulkanik. Beberapa orang pendaki ikut tewas saat mencoba lari menyelamatkan diri bersama Marie dan Haukur. Asap beracun diikuti debu vulkanik yang keluar adalah tanda-tanda sebuah gunung berapi akan meletus.

Harus dikabarkan

Atas data temuan lapangannya itu, Marie berkeras masyarakat harus segera diperingatkan agar mereka bisa bersiap dan mengungsi keluar dari pulau tersebut. Marie menyampaikan pendapatnya itu kepada atasannya, Álvaro (Jorge de Juan), yang sayangnya justru menganggap kesimpulannya masih terlalu dini.

La Palma. Jorge de Juan as Álvaro in La Palma. Cr. Courtesy of Netflix © 2023

Sang atasan rupanya punya alasan kuatnya sendiri berdasarkan pengalaman masa lalu. Dia pernah terburu-buru memberi peringatan yang lantas memicu kepanikan.

Kini Álvaro berkeyakinan, bahkan berdasarkan data yang ada, orang tetap tak bisa memprediksi apalagi menyimpulkan kapan, seperti apa, dan seberapa besar bencana alam yang akan terjadi kemudian. Peringatan yang terburu-buru disampaikan tanpa persiapan matang juga dapat memicu bencana lain yang tak kalah membahayakan.

Bencana kekacauan, kepanikan, dan histeria massa yang bukan tak mungkin memicu jatuhnya korban jiwa.

La Palma. (L to R) Thea Sofie Loch Næss as Marie Ekdal and Amund Harboe as Erik in La Palma. Cr. Courtesy of Netflix © 2023

Namun, argumen itu ditentang Marie, yang akhirnya bercerita bila dia pernah menjadi korban tsunami bersama keluarganya. Hanya dia dan sang adik yang selamat.

Dalam kejadian traumatis saat berlibur di Thailand ketika kecil itu Marie kehilangan kedua orangtuanya. Baginya, jika saja mereka saat itu mendapat peringatan, walau sedikit, bisa jadi kedua orangtuanya masih hidup hingga sekarang.

”Tolong masyarakat diberi tahu. Biar mereka memutuskan sendiri apa yang akan mereka lakukan kemudian,” begitu ujar Marie kepada Álvaro yang terenyak begitu mengetahui Marie adalah penyintas tsunami.

La Palma. Actors from L to R:Bernard Storm Lager, Anders Baasmo, Alma Günther, Ingrid Bolsø Berdal. Courtesy of Netflix © 2023

Dilema nyata

Di film ini, sutradara Kasper Barfoed dan para penulis naskah, seperti Martin Sundland, Lars Gudmestad, dan Harald Rosenløw Eeg, coba memasukkan persoalan dan dilema nyata. Beberapa hal mendekati realitas terkait ancaman bencana alam turut digambarkan lewat sejumlah adegan di dalam film.

Quote

Tolong masyarakat diberi tahu. Biar mereka memutuskan sendiri apa yang akan mereka lakukan kemudian.

La Palma. (L to R) Alma Günther as Sara and Ingrid Bolsø Berdal as Jennifer in La Palma. Cr. Courtesy of Netflix © 2023

Beberapa adegan, seperti kekacauan dan kepanikan saat bencana terjadi, juga dimunculkan dengan tambahan efek khusus visual grafis komputer (CGI), menggambarkan seperti apa letusan gunung berapi. Juga adegan di mana orang-orang digambarkan kebingungan dan kalang kabut mencari cara menyelamatkan diri.

Selain itu, juga diceritakan tentang konflik-konflik berlatar politik, yang terjadi di kalangan para pembuat kebijakan, saat akan mengambil keputusan evakuasi. Salah satu hal miris yang diceritakan juga tentang bagaimana otoritas terkait membuat keputusan soal daerah mana akan diprioritaskan untuk dibantu terlebih dulu.

La Palma. (L to R) Thea Sofie Loch Næss as Marie Ekdal and Amund Harboe as Erik in La Palma. Cr. Courtesy of Netflix © 2023

Dalam film juga digambarkan bagaimana kekacauan yang terjadi dan dialami orang-orang di daerah bencana saat mengetahui waktu mereka kemungkinan tinggal sebentar lagi di dunia ini.

Keinginan untuk bertahan hidup memicu sifat-sifat agresif manusia di mana yang kuat akan cenderung menindas yang lemah. Sifat asli seseorang akan terlihat jelas dalam kondisi semacam itu.

La Palma. (L to R) Ingrid Bolsø Berdal as Jennifer, Alma Günther as Sara and Bernard Storm Lager as Tobias in La Palma. Cr. Courtesy of Netflix © 2023
La Palma. (L to R) Ingrid Bolsø Berdal as Jennifer, Bernard Storm Lager as Tobias and Anders Baasmo as Fredrik in La Palma. Cr. Courtesy of Netflix © 2023

Selain penggambaran tentang kekacauan akibat bencana dan ketegangan akibat berburu waktu menyelamatkan diri, dalam film juga diceritakan soal drama yang dialami para karakter. Unsur drama diwakili dalam cerita tentang keluarga Fredrik (Anders Baasmo Christiansen), seorang guru yang tengah berlibur bersama keluarganya. Frederik membawa sang istri, Jennifer (Ingrid Bolsø Berdal), serta dua anak mereka, Sara (Alma Günther) serta Tobias (Bernard Storm Lager), untuk bersenang-senang.

Namun, di antara mereka juga tengah terjadi persoalan keluarga. Seperti terkait sikap Fredrik yang pencemburu, putri sulung yang tengah mencari jati diri, dan anak bungsu yang berkebutuhan khusus.

Terinspirasi riset ilmiah

Mengutip laman www.screenrant.com, film ini terinspirasi hasil riset ilmiah tahun 2001 seputar kemungkinan terjadinya megatsunami setelah letusan gunung berapi. Ahli geologi berhipotesis, material yang jatuh dengan cepat ke laut dapat menyebabkan tsunami yang berdampak hingga ke pesisir timur Amerika Serikat.

La Palma. Cr. Courtesy of Netflix © 2023

Seperti yang digambarkan dalam serial terbatas itu, letusan gunung berapi Cumbre Vieja dapat menyebabkan gelombang setinggi 50 meter, yang kemudian akan menghantam pantai di banyak negara. Penggambaran yang mungkin terjadi dalam film serial terbatas ini didasari kemungkinan terburuk dari yang telah diteorikan para ahli geologi.

Namun begitu, tampaknya kecil kemungkinan prediksi tersebut akan benar-benar terjadi mengingat gunung berapi tersebut hanya meletus delapan kali dalam enam abad terakhir. Terakhir adalah tahun 2021. Semoga saja!


Kerabat Kerja

Penulis:

Wisnu Dewabrata
 | 

Editor:

Dahono Fitrianto, Dwi AS Setianingsih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan