Jonatan Christie membuka peluang ke semifinal BWF World Tour. Dia memenangi pertandingan kedua setelah kalah pada hari pertama.
12 Des 2024 15:15 WIB · Olahraga
HANGZHOU, KAMIS — Jonatan Christie dan Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja mendapat hasil berbeda pada hari kedua turnamen bulu tangkis Final BWF World Tour. Namun, mereka memiliki persamaan, yaitu wajib menang pada laga terakhir penyisihan grup untuk melanjutkan langkah ke semifinal.
Pada pertandingan yang berlangsung di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, China, Kamis (12/12/2024), Jonatan mengalahkan Kodai Naraoka dengan skor 21-12, 21-11. Jonatan memperbaiki penampilan dan memanfaatkan kondisi Naraoka untuk bangkit setelah dikalahkan Shi Yu Qi, Rabu, pada persaingan Grup B tunggal putra.
Sebaliknya, Dejan/Gloria tak bisa mempertahankan performa setelah memenangi laga pertama di Grup B ganda campuran. Mereka kalah dari Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia) 17-21, 18-21.
Dengan hasil berbeda dari dua pertandingan tersebut, Jonatan dan Dejan/Gloria wajib memenangi pertandingan terakhir di grup masing-masing, Jumat (13/12/2024), untuk lolos ke semifinal. Jika kalah, perjalanan mereka berakhir pada fase penyisihan.
Jonatan mengalahkan Naraoka dengan menerapkan taktik yang variatif. Pada awal pertandingan, dia mencoba menahan reli panjang. Ini dilakukan untuk melihat kondisi pemain Jepang tersebut setelah kalah dari Kunlavut Vitidsarn setelah bertanding selama 1 jam 15 menit. Naraoka pun kesulitan menahan reli itu dan membuat kesalahan setelah terjadi lebih dari 20 pukulan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/12/6a00058e69efe14714647f896060479a-Jonatan6_D2_WTF2024_PBSI_20241212.jpg)
”Setelah itu, saya juga bermain lebih aktif, membalikkan strategi dia dengan serangan yang efektif. Itu perbedaan dari laga saya kemarin,” ujar Jonatan yang meraih kemenangan keempat dari enam pertemuan dengan Naraoka.
Pada pertandingan lain di grup yang sama, Shi meraih kemenangan kedua saat berhadapan dengan Vitidsarn. Shi menunjukkan daya juangnya yang tinggi setelah tertinggal 8-15 pada gim ketiga. Dia menyamakan skor menjadi 15-15, lalu memenangi pertandingan tersebut 14-21, 21-19, 25-23 dalam pertandingan yang berlangsung 1 jam 30 menit. Tak pelak, kemenangan Shi disambut riuh oleh penonton di stadion.
Dengan hasil tersebut dan dari pertandingan yang berlangsung pada Rabu, Shi lolos ke semifinal sebagai juara grup. Adapun Jonatan akan berebut tiket semifinal kedua dari Grup B dalam pertandingan melawan Vitidsarn. Hanya skenario menang, dengan skor berapa pun, yang bisa meloloskan salah satu di antara mereka ke fase gugur.
Final BWF, yang diikuti delapan wakil terbaik dari setiap nomor pada sepanjang tahun, menerapkan sistem persaingan berbeda dengan turnamen lain. Final BWF dimulai dengan penyisihan dalam format round robin dalam dua grup. Dua peringkat teratas setiap grup berhak lolos ke semifinal.
Jonatan unggul 6-3 atas Vitidsarn dalam pertemuan pada rentang 2021-2024, termasuk menang pada tiga pertemuan terakhir. Juara dunia asal Thailand itu juga telah menjalani dua laga panjang dengan total 2 jam 45 menit.
Akan tetapi, Jonatan harus tetap waspada karena, seperti dikatakannya, Vitidsarn memiliki pukulan yang matang. Kemenangan terakhir Jonatan atas Vitidsarn, pada babak kedua All England, pun didapat dalam pertandingan tiga gim selama 1 jam 10 menit.
Seperti Jonatan, Dejan/Gloria akan menjalani laga ”menang atau pulang” saat berhadapan dengan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, Jumat. Ini karena kedua pasangan mendapat hasil berbeda dalam dua hari sehingga mereka memiliki statistik yang sama, sekali menang dan sekali kalah.
Dejan/Gloria kalah dari Chen/Toh, adapun Goh/Lai menang atas Hiroki Midorikawa/Natsu Saito, 21-14, 21-14. Chen/Toh memastikan lolos ke semifinal sebagai juara Grup B setelah sehari sebelumnya menang atas Goh/Lai, sementara Dejan/Gloria mengalahkan Midorikawa/Saito.
Melawan Chen/Toh, Dejan/Gloria sebenarnya memiliki pengalaman mengalahkan mereka pada babak kedua China Terbuka, September. Namun, kali ini, mereka kesulitan untuk mengatasi pasangan Malaysia ranking kedelapan dunia tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/12/ccadef2be7854bb3f84c8deea44d4e57-DejanGloria6_D2_WTF2024_PBSI_20241212.jpg)
”Hari ini bukan penampilan terbaik saya. Saya tidak bisa keluar dari tekanan diri sendiri, terutama pada gim pertama. Pada gim kedua sudah mulai enak, tapi sudah tertinggal lumayan jauh jadi sulit untuk mengejarnya,” komentar Gloria yang hanya unggul pada awal gim pertama dan kedua.
Dari performa tersebut, Gloria berharap bisa bermain lebih baik saat melawan Goh/Lai. ”Dalam penentuan ke semifinal, pasti semua ingin menang. Kami harus lebih siap dan mematangkan lagi faktor nonteknis. Semoga, apa yang terjadi hari ini tidak terulang,” katanya.
Pada pertandingan Kamis sesi kedua yang berlangsung sore hingga malam, Gregoria Mariska Tunjung dan Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani harus menang untuk membuka peluang ke semifinal setelah kalah pada pertandingan pertama. Gregoria akan melawan Busanan Ongbamrungphan, sementara Sabar/Reza berhadapan dengan wakil tuan tumah, He Ji Ting/Ren Xiang Yu.
Dalam pertandingan lain, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akan berhadapan dengan peraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Fajar/Rian memenangi pertemuan terakhir, yaitu pada final All England, Maret.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .