Dua ganda putra Indonesia saling berhadapan pada hari pertama turnamen bulu tangkis Final BWF World Tour. Fajar/Rian memenangi perang saudara itu.
11 Des 2024 22:26 WIB · Olahraga
HANGZHOU, RABU—Lolosnya Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani ke turnamen Final BWF World Tour merupakan buah kerja keras hingga performa mereka berkembang pada 2024. Sabar/Reza bermain baik dalam debut Final BWF meskipun perlawanan ketat mereka bisa diatasi Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.
Dalam pengalaman pertama tampil di Final BWF, Sabar/Reza berhadapan dengan rekan senegara karena mereka berada pada grup yang sama di ganda putra, yaitu Grup B. Di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, China, Rabu (11/12/2024), Sabar/Reza kalah dengan skor 26-28, 18-21 dari Fajar/Rian. Pada grup yang sama, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, mengalahkan wakil tuan rumah, He Ji Ting/Ren Xiang Yu, dengan skor 17-21, 21-18, 21-15.
Meski kalah dalam dua gim, Sabar/Reza bermain baik. Perbedaan kecil dari dua ganda putra Indonesia itu ialah ketenangan menjelang akhir setiap gim.
Persaingan ketat pada gim pertama diperlihatkan melalui skor dengan selisih terjauh hanya tiga poin. Sejak skor 16-16 hingga 26-26, mereka bergantian memimpin dengan hanya satu angka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/11/dee22c9b7be8c8656328b2c29652b7c3-FajarRian2_D1_WTF2024_PBSI_20241211.jpg)
Fajar/Rian menciptakan game point lebih dulu pada kedudukan 20-19, tetapi digagalkan rekan mereka yang pernah sama-sama berlatih di pelatnas. Sabar/Reza bahkan berbalik unggul dengan membuat tiga kali game point secara beruntun, yaitu pada 23-22, 24-23, dan 25-24.
Pada momen kritis tersebut, mereka kalah sabar dari Fajar/Rian. Sabar membuat kesalahan fatal ketika memiliki kesempatan besar meraih poin melalui smes. Kok dari Fajar, yang berada dalam posisi bertahan, melambung di atas net.
Posisi kok yang biasanya disebut dengan istilah ”bola tanggung” tersebut membuat Sabar mempunyai kesempatan begitu terbuka untuk mendapat poin dari smes. Namun, smes silang yang dilakukan dengan target menjauhkan kok dari jangkauan Fajar/Rian justru membuat kok jatuh di luar garis pinggir.
Sabar hanya bisa tertawa sambil menyesali kesalahan yang membuat lawan unggul 27-26. Fajar/Rian memenangi gim pembuka pada game point keempat.
Sabar/Reza juga membuat Fajar/Rian harus bekerja keras pada gim kedua. Mereka membuat peluang terjadinya gim ketiga ketika membuat skor 18-18 dari posisi tertinggal 16-18. Akan tetapi, pertandingan akhirnya berjalan dua gim dengan kemenangan bagi Fajar/Rian.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/11/ef0e649fc48d9ac692ca4b03cdcd2e2b-SabarReza4_D1_WTF2024_PBSI_20241211.jpg)
Berbeda dengan Fajar/Rian, yang menjalani Final BWF ketiga setelah 2022 dan 2023, Sabar/Reza belum pernah bersaing dalam turnamen yang diikuti delapan wakil terbaik dari setiap nomor tersebut. Mereka lolos dengan status ganda putra peringkat keenam dalam daftar peringkat Final BWF yang disusun berdasarkan prestasi dari turnamen BWF World Tour 2024.
Sabar/Reza menjalani ketatnya persaingan ganda putra di level elite sebagai pemain independen setelah keluar dari pelatnas pada akhir 2021. Dengan status itu, mereka pun harus mengurus sendiri semua kebutuhan untuk latihan dan pertandingan. Maka, walaupun kalah dalam pengalaman pertama di Final BWF, mereka senang bisa memberikan performa baik.
Pastinya ada rasa tegang sedikit karena ini Final BWF pertama kami.
Penampilan Sabar/Reza di lapangan dan perjalanan selama 2024 pun dihargai oleh Fajar. ”Sabar/Reza naik daun pada tahun ini dengan pencapaian luar biasa. Mereka dalam kepercayaan diri tinggi. Mereka di luar pelatnas dengan fasilitas dan sparring partner yang terbatas, tetapi bisa membuktikan diri dan lolos ke sini. Salut untuk mereka,” tutur Fajar.
Dari laga melawan Sabar/Reza itu, Fajar menyatakan bahwa dia dan Rian harus memperbaiki diri untuk mengurangi kesalahan guna menghadapi pertandingan berikutnya. Fajar/Rian akan melawan Chia/Soh, salah satu lawan terberat bagi juara All England 2023 dan 2024 tersebut. Sementara Sabar/Reza akan berhadapan dengan He/Ren.
Keempat pasangan itu dan peserta lainnya harus memperebutkan posisi dua terbaik di grup masing-masing untuk lolos ke semifinal. Selain jumlah kemenangan, urutan dalam klasemen akhir bisa ditentukan oleh persentase gim yang dimenangi hingga persentase skor. Maka, setiap poin yang didapat dalam persaingan round robin pada babak penyisihan grup ini akan bernilai sangat penting.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/11/820d7e2beae715a7be077cc2bbf17d04-AnaTiwi4_D1_WTF2024_PBSI_20241211.jpg)
Sebelum dua ganda putra Indonesia itu bersaing, perwakilan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, juga menjalani debut di Final BWF. Mereka kesulitan untuk mengembangkan permainan menyerang yang direncanakan saat berhadapan dengan Lee So-hee/Baek Hana hingga kalah dengan skor 6-21, 17-21. Febriana/Amalia pun untuk sementara menempati posisi terakhir Grup B.
”Pastinya ada rasa tegang sedikit karena ini Final BWF pertama kami. Kami bermain kurang baik terutama pada gim pertama karena banyak pukulan tidak akurat. Kami harus memaksimalkan kesempatan berikutnya,” tutur Amalia yang akan melawan Rin Iwanaga/Kie Nakanishi pada Kamis.
Dengan demikian, dari enam wakil Indonesia, hanya Fajar/Rian dan Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja yang memenangi laga pembuka mereka. Selain Sabar/Reza dan Febriana/Amalia, kekalahan juga dialami Jonatan Christie dan Gregoria Mariska Tunjung. Laga kedua yang berlangsung Kamis itu harus dimenangi, terutama oleh mereka yang kalah pada pertandingan pertama.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus Harjono