DAMPAK PERANG IRAN

Lalu Lintas Selat Hormuz Melonjak

Makin banyak kapal boleh lewat seusai sukses berunding dengan Iran. Kapal Irak, India, China, Jepang, Thailand, Yunani, Turki, dan Pakistan mulai tinggalkan Hormuz.

07 Apr 2026 11:00 WIB · Internasional

AFP

Oleh Luki Aulia

TEHERAN, SENIN — Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz melonjak. Semakin banyak negara berhasil berunding dengan Iran untuk mengeluarkan kapal, kapal kargo, dan awak kapal mereka dari Teluk Persia. Selama dua hari terakhir, sebanyak 21 kapal kargo mulai melewati selat itu, dengan 13 kapal di antaranya menuju ke Laut Arab.

Pergerakan itu merupakan angka tertinggi sejak lalu lintas di selat itu menurun awal Maret lalu. Langkah positif itu membuat harga minyak pada perdagangan Senin sedikit turun. Harga minyak Brent turun 0,8 persen menjadi 108,20 dolar AS. Minyak West Texas Intermediate AS turun 1,4 persen menjadi 110,01 dolar AS.

Harian Bloomberg, 6 April 2026, menyebutkan, kapal-kapal Iran mendominasi lalu lintas. Pada Minggu, ada pula tanker yang membawa minyak mentah asal Irak boleh lewat. Iran memberikan pengecualian kepada Irak karena ”alasan saudara”.

Selain Irak, delapan kapal tanker bermuatan elpiji milik India juga boleh lewat. Bahkan, India mengambil elpiji Iran untuk pertama kali dalam beberapa tahun.

Dua kapal kontainer yang digunakan China juga boleh lewat untuk kedua kalinya. Kapal-kapal yang terkait dengan Jepang, Turki, Yunani, dan Thailand juga diizinkan lewat. Pekan lalu, Pakistan ditawari 20 slot untuk menarik kapal dari selat itu. Ini lebih banyak daripada kapal yang saat ini masih tertahan.

Infografik Selat Hormuz adalah Salah Satu Jalur Terpenting untuk
Pengiriman Minyak dan LNG.

Namun, nasib berbeda dialami kapal Qatar. Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Senin pagi menghentikan dua kapal tanker Qatar yang tengah menuju Hormuz sebelum transit. Kapal itu diperintahkan untuk tetap di posisi tanpa penjelasan.

Seorang sumber mengatakan tanker tersebut telah terdaftar sebagai salah satu kapal yang akan diizinkan Iran untuk transit berdasarkan kesepakatan Iran-AS yang dicapai melalui Pakistan, pekan lalu.

Namun, menurut Bloomberg, ada dua tanker bermuatan gas alam cair (LNG), yakni kapal Al Daayen dan Rasheeda, yang beralih arah ke Pakistan sebagai tujuan selanjutnya dan batal ke Selat Hormuz.

Turki berhasil membebaskan kapal ketiganya dari Selat Hormuz. Menteri Transportasi Turki Abdulkadir Uraloglu mengatakan kapal Ocean Thunder yang sedang dalam perjalanan membawa minyak mentah dari Irak ke Malaysia berhasil lewat Selat Hormuz.

Menurut pelacakan kapal Global Marine Traffic, kapal tersebut datang dari Pelabuhan Basra di Irak. Kapal ini merupakan kapal ketiga yang berhasil meninggalkan selat setelah dua kapal lainnya keluar pada akhir pekan lalu.

”Dengan pelayaran ini, jumlah kapal milik Turki di sekitar Selat Hormuz telah berkurang menjadi 12 dan jumlah kapal yang meminta keluar telah berkurang menjadi delapan,” kata Uraloglu.

FILE - Liberia-flagged tanker Shenlong Suezmax, carrying crude oil from Saudi Arabia, that arrived clearing the Strait of Hormuz, is seen at the Mumbai Port in Mumbai, India, Thursday, March 12, 2026. (AP Photo/Rafiq Maqbool, file)

Hingga saat ini, mayoritas kapal yang diizinkan lewat menggunakan rute yang ditunjukkan oleh Iran. Rute itu mengikuti garis pantai Iran. Namun, lebih banyak kapal yang mulai mengambil jalur di sepanjang garis pantai yang berlawanan dan melewati Oman.

Meski ada lonjakan arus lalu lintas, total jumlah kapal yang lewat Selat Hormuz jauh lebih sedikit daripada sebelum perang. Kala itu, setiap hari sekitar 135 kapal hilir mudik di mulut Hormuz.

”Iran menanggapi permintaan dari para mitranya sambil memperkuat cengkeramannya di Hormuz. Jalur itu masih berada di bawah kendali Iran dan situasinya dapat berubah sewaktu-waktu jika konflik meningkat,” kata Muyu Xu, analis minyak mentah di Kpler Ltd di Singapura.

Aturan baru Hormuz

IRGC mengumumkan sedang menyelesaikan persiapan untuk memberlakukan persyaratan operasional baru di Selat Hormuz. Persyaratan baru itu akan berlaku berbeda, terutama bagi Amerika Serikat dan Israel. Pengumuman IRGC ini dikeluarkan setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam menyerang pembangkit listrik dan jembatan Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali.

”Jika Iran tidak membuka Selat Hormuz pada hari Selasa, Iran tidak akan punya pembangkit listrik dan jembatan,” kata Trump dalam wawancara dengan harian Wall Street Journal yang diterbitkan Minggu. Uni Emirat Arab dilaporkan akan bergabung dengan AS untuk membuka Selat Hormuz.

Dari New York dilaporkan, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dikabarkan akan menggelar pemungutan suara dalam sidang yang digelar pada Selasa ini. Pemungutan suara itu untuk ”menentukan nasib” resolusi DK PBB terkait perlindungan pelayaran komersial di Selat Hormuz yang diinisiasi Bahrain.

Agar China, Rusia, dan Perancis setuju, Bahrain mengubah rancangan resolusinya dengan menghilangkan otorisasi eksplisit penggunaan kekuatan. Sebagai gantinya, teks dalam rancangan resolusi itu menyebutkan ”sangat mendorong negara-negara yang berkepentingan dalam penggunaan jalur maritim komersial di Selat Hormuz untuk mengoordinasikan upaya, yang bersifat defensif, sesuai dengan keadaan, untuk berkontribusi dalam memastikan keselamatan dan keamanan navigasi di Selat Hormuz”.

NEW YORK, NEW YORK - MARCH 12: United Nations (UN) members vote at a Security Council meeting to consider sanctions on Iran following Wednesday’s UN resolution, which condemns Iran’s attacks on neighboring countries as the conflict in the Middle East intensifies. on March 12, 2026 in New York City. After Israel and the United States conducted a bombing campaign against the Iranian regime, Iran has responded with daily drone and missile attacks across the region, including locations with United States military forces, resulting in numerous casualties. Spencer Platt/Getty Images/AFP (Photo by SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Kontribusi tersebut dapat mencakup ”pengawalan kapal dagang dan komersial”. Teks baru itu juga mendukung langkah ”untuk mencegah penutupan, menghalangi, atau mengganggu navigasi internasional melalui Selat Hormuz”. Versi yang lebih lunak ini diharapkan punya peluang lebih baik untuk disahkan.

Sedikitnya diperlukan sembilan suara setuju dan tidak ada veto dari lima anggota tetap, yaitu Inggris, China, Perancis, Rusia, dan AS. Setelah berdialog dengan Rusia, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan, China bersedia terus bekerja sama dengan Rusia di DK PBB dan berupaya untuk menenangkan situasi di Timur Tengah. Wang menegaskan cara mendasar untuk menyelesaikan masalah Selat Hormuz adalah dengan mencapai gencatan senjata sesegera mungkin.

Di sisi lain, AS pun berkepentingan dengan lancarnya arus lalu lintas di Selat Hormuz. Jika Selat Hormuz tutup, efeknya akan merembet pada harga bensin di AS.

Meski tidak lagi bergantung pada minyak asal Teluk, dampak ekonomi global yang dipicu penutupan Hormuz akan mengerek harga bensin di AS hingga di atas 5 dolar AS per galon. Angka itu merupakan angka tertinggi sejak Juni 2022. Pada waktu itu, harga bensin di AS mencapai hampir 5,02 dolar AS per galon.

”Harga bensin eceran di AS telah meningkat hingga mendekati 4 dolar AS per galon, tetapi tim komoditas kami melihat risiko harga tersebut melebihi 5 dolar AS per galon jika selat tersebut tetap tertutup hingga pertengahan April,” tulis Joyce Chang dan Natasha Kaneva dari JPMorgan dalam catatan kepada klien.

LOCKHART, TEXAS - APRIL 02: In an aerial view, Pilot Travel Center gas and diesel prices are displayed at a truck stop on April 02, 2026 in Lockhart, Texas. Oil and diesel futures climbed approximately 11% to nearly $112 per barrel after President Trump signaled continued military action against Iran. The increase is largely driven by the near complete closure of the Strait of Hormuz, a critical passage through which roughly 20% of the world�s oil supply flows.   Brandon Bell/Getty Images/AFP (Photo by Brandon Bell / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Menurut data Asosiasi Mobil AS (AAA), harga rata-rata bensin nasional di AS naik menjadi hampir 4,12 dolar AS per galon. Harga ini naik sekitar 0,80 dolar AS dibandingkan harga bulan lalu. Kenaikan itu dipicu oleh biaya dan pajak yang lebih tinggi, kapasitas penyulingan yang terbatas dan ketergantungan pada bahan bakar olahan impor, yang sebagian berasal dari Asia.

Harga di California berkisar 5,92 dolar AS per galon. Sementara di San Francisco harganya sudah sampai enam dolar AS per galon di SPBU. Adapun biaya solar di California mencapai rekor tertinggi pada hari Senin, yakni 7,68 dolar AS per galon.

Analis JPMorgan memperkirakan setiap kenaikan 0,10 dolar AS dalam harga rata-rata bensin reguler tahun ini akan memberi beban tambahan hingga 12 miliar dolar AS pada pengeluaran bensin tahunan. Jumlah ini menghabiskan sebagian besar atau bahkan seluruh manfaat pajak yang diharapkan dari Undang-Undang One Big Beautiful Bill.

”Tim ekonomi AS kami memperkirakan bahwa kenaikan harga bensin baru-baru ini, jika berlanjut hingga akhir tahun ini, akan mengakibatkan kerugian sekitar 100 miliar dolar AS bagi daya beli konsumen,” kata analis JPMorgan.

Harga minyak mentah berjangka AS (CL=F) naik di atas 112 dolar AS per barel, sementara Brent untuk pengiriman Juni (BZ=F) naik di atas 109 dolar AS per barel di tengah laporan bahwa Iran menolak proposal gencatan senjata terbaru AS. Sementara itu, harga spot pengiriman minyak yang dijual di Laut Utara baru-baru ini mencapai 140 dolar AS. Ini harga tertinggi sejak 2008 yang menunjukkan terbatasnya pasokan. (REUTERS/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra