Perjalanan dua wakil Indonesia dalam turnamen Final BWF World Tour berakhir pada Jumat siang. Gregoria dan Dejan/Gloria tersingkir di penyisihan grup.
13 Des 2024 15:12 WIB · Olahraga
HANGZHOU, JUMAT—Performa cukup konsisten pada 2024 dan hasil undian penyisihan grup membuat Gregoria Mariska Tunjung menargetkan lolos ke semifinal turnamen Final BWF World Tour dengan memenangi semua laga pada fase awal. Namun, target itu tak tercapai.
Alih-alih melaju ke semifinal, langkah Gregoria berhenti di babak penyisihan. Dari target tiga kali menang pada persaingan Grup A, dia sekali menang atas Busanan Ongbamrungphan dalam tiga gim. Adapun dua kekalahan, dari Aya Ohori dan Wang Zhi Yi, dialami dalam dua gim.
Gregoria hanya menempati peringkat ketiga klasemen akhir dan tak memenuhi syarat untuk lolos ke semifinal, yaitu menempati peringkat dua teratas. Tiket semifinal dari grup ini didapat Ohori dan Wang. Adapun semifinalis tunggal putri dari Grup B adalah An Se-young dan Han Yue.
Tunggal putri nomor satu Indonesia itu sebenarnya memiliki kesempatan mendapat hasil lebih baik dibandingkan Final BWF 2022 dan 2023 ketika tersingkir di fase grup. Hasil undian yang didapat tak seberat pada dua edisi sebelumnya. Namun, Gregoria mengawali perjalanan pada Final BWF 2024 dengan kekalahan dari Ohori.
Setelah menang atas Ongbamrungphan, dia memiliki kesempatan melaju ke tahap berikutnya saat melawan Wang di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, China, Jumat (13/12/2024). Keduanya bertaruh tiket semifinal untuk mendampingi Ohori.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/13/1c0920aec30baa88e8b145f890213278-Gregoria3_D3_WTF2024_PBSI_20241213.jpg)
Gregoria kehilangan tiket itu karena kalah dengan skor 8-21, 16-21. Dia kesulitan menghadapi kecepatan permainan Wang. Senjatanya berupa pukulan dropshot silang sulit membuahkan poin karena tak akurat.
Wakil ganda campuran, Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja, juga hanya menempati peringkat ketiga Grup B. Sama seperti Gregoria, mereka berebut satu tiket semifinal dengan lawan yang dihadapi pada hari terakhir fase penyisihan, yaitu Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie. Tiket akhirnya menjadi milik lawan setelah Dejan/Gloria kalah, 21-17, 15-21, 14-21.
Dejan/Gloria sebenarnya mengawali penampilan di Final BWF World Tour dengan kemenangan atas Hiroki Midorikawa/Natsu Saito. Namun, peliknya format round robin akhirnya terlihat. Kemenangan pada laga pertama tak lantas menjamin pemain melaju ke tahap berikutnya, apalagi, Dejan/Gloria kalah pada dua pertandingan lain.
”Sangat disayangkan kami tidak bisa melaju ke semifinal pada Final BWF pertama kami, tetapi secara keseluruhan, kami sudah mencoba yang terbaik. Dari sisi permainan, kami tidak kalah mudah,” kata Dejan.
Dejan juga mengevaluasi penampilannya bersama Gloria pada sepanjang 2024 yang naik-turun. Mereka memiliki peluang lolos ke Olimpiade Paris 2024, tetapi akhirnya gagal. ”Dari sana, kami berjuang. Saya dengan diri saya, Kak Gloria dengan dirinya untuk fokus ke tujuan berikutnya, Final BWF. Kami bersyukur bisa sampai ke sini walau belum bisa melaju ke babak berikutnya. Bagi saya, 2024 adalah tahun yang luar biasa,” lanjut pemain berusia 24 tahun tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/13/78e18f15482ac547c7d71aa8cd991ad8-DejanGloria6_D3_WTF2024_PBSI_20241213.jpg)
Salah satu hal yang benar-benar saya pelajari tahun ini adalah mencontoh banyak pemain untuk tidak menyerah begitu saja ketika ada dalam situasi sulit.
Pertandingan melawan Goh/Lai menjadi yang terakhir bagi Dejan/Gloria sebagai pasangan sejak mereka menjalani debut di All England 2022. Performa mereka pada 2024, di antaranya dua final beruntun pada September dan November membuat Dejan dipanggil PP PBSI untuk menjadi bagian dari anggota pelatnas pada 2025. Dia akan berpasangan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti dan didaftarkan ke turnamen India Terbuka serta Indonesia Masters pada Januari 2025.
Gregoria juga menilai 2024 bukanlah tahun yang buruk baginya, tetapi dia sadar performanya bisa naik-turun hanya dalam rentang sepekan.
”Salah satu hal yang benar-benar saya pelajari tahun ini adalah mencontoh banyak pemain untuk tidak menyerah begitu saja ketika ada dalam situasi sulit. Beberapa kali, saya berhasil melakukannya,” kata Gregoria.
Setelah berakhirnya perjalanan Gregoria dan Dejan/Gloria, Indonesia mengandalkan tiga wakil lain untuk mendampingi Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang telah dipastikan lolos ke semifinal. Pada perebutan tempat di semifinal pada Jumat sesi kedua, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi akan berhadapan dengan ganda putri tuan rumah peraih emas Olimpiade Paris 2024, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.
Pada kategori putra, Jonatan Christie berhadapan dengan Kunlavut Vitidsarn pada sektor tunggal, dan Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani melawan Aaron Chia/Soh Wooi Yik pada sektor ganda.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase