Latihan operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana ini bertujuan meningkatkan kerja sama, komunikasi, dan interoperabilitas di antara angkatan-angkatan laut.
05 Feb 2025 21:37 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Sebanyak 39 negara telah menyatakan keikutsertaannya dalam ajang Multilateral Naval Exercise Komodo atau MNEK Ke-5. Latihan yang berfokus pada bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam ini adalah media penting diplomasi militer Indonesia di tengah ketegangan geopolitik.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali mengatakan, sudah 39 negara yang menyatakan konfirmasinya. Menurut rencana, latihan ini akan dibuka pada 15 Februari 2025 di Bali. Acara pembukaan dilanjutkan dengan fleet review, yaitu berbarisnya semua kapal dan alat utama sistem persenjataan peserta latihan di laut.
Ali mengatakan, pihaknya telah mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk hadir di acara fleet review yang jatuh pada 16 Februari 2025. ”Kami sudah ajukan untuk beliau (Presiden Prabowo Subianto) bisa hadir, terutama dalam melaksanakan fleet review, menginspeksi kapal-kapal perang dari tamu-tamu negara-negara sahabat. Menhan sudah rencana hadir juga," kata Laksamana Ali di Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (5/2/2025).
TNI harus terus mengembangkan kemampuan dalam melaksanakan misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam. Bisa saja konflik tidak terlibat langsung, tetapi harus tetap melaksanakan kemanusiaan ini.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/05/a0b2d4092ee5d31e41c7dda21cc0ade1-WhatsApp_Image_2025_02_05_at_09.03.23.jpeg)
Selain kapal perang, akan hadir pula beragam aset dari sejumlah negara, seperti pesawat patrol maritim dalam acara yang juga akan diisi dengan simposium tentang keamanan maritim ini. MNEK adalah latihan multilateral yang memfokuskan diri pada latihan-latihan nonkombatan.
TNI AL menggagas MNEK sejak tahun 2014. Walaupun berfokus pada latihan-latihan nonkombatan, adanya latihan dalam operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana ini meningkatkan kerja sama, komunikasi, dan interoperabilitas di antara angkatan-angkatan laut. Tujuan utama dari latihan ini adalah menjaga perdamaian di kawasan.
Beberapa negara akan membawa kapal perangnya. Negara-negara itu adalah Australia, Perancis, India, Jepang, Malaysia, Pakistan, Filipina, Rusia, Singapura, Thailand, Inggris, Amerika Serikat, Vietnam, Iran, Korea Selatan, dan China. Rusia akan mengirimkan tiga kapal, sementara Malaysia, Iran, Singapura, dan India masing-masing mengirimkan dua kapal. Total ada 21 kapal perang asing dan 17 kapal perang TNI AL yang akan latihan bersama-sama di Bali.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/10/28/dfe2e60a-071c-40db-bb9b-decaf97b3652_jpg.jpg)
Anton Aliabbas, dosen di Paramadina Graduate School of Diplomacy, mengatakan, MNEK itu sejatinya adalah salah satu media untuk memastikan diplomasi militer berjalan. Pada 2025, MNEK menjadi salah satu indikator pelaksanaan janji Astacita, di mana pemerintahan Prabowo memang juga punya concern terhadap diplomasi maritim.
Menurut Anton, TNI AL mempunyai kesempatan untuk pengayaan terhadap kemajuan dari strategi, taktik, dan teknologi persenjataan lewat MNEK. Dengan begitu, pada level operasional dari pelaksanaan strategi pertahanan, RI akan mendapat banyak pengetahuan dan pertimbangan untuk dilakukannya improvisasi ataupun pemukhtahiran.
”TNI harus terus mengembangkan kemampuan dalam melaksanakan misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam. Bisa saja konflik tidak terlibat langsung, tetapi harus tetap melaksanakan (misi) kemanusiaan ini,” kata Anton.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/28/dd1c999d-9e2d-4423-8f0a-33a85fb8f763.jpg)
Dalam acara MNEK yang bakal berlangsung 15-22 Februari tersebut akan dilaksanakan bertahap fase pangkalan, yaitu latihan di darat dilanjutkan fase laut. Selain itu, ada juga forum pertukaran pengalaman dan wawasan antarperwira (SMEE), pertemuan bilateral dengan AL sejumlah negara, International Maritime Security Symposium (IMSS), pameran pertahanan, kegiatan budaya, dan parade budaya di Bali.
Para prajurit AL sejumlah negara ikut serta dalam program bakti sosial yang juga disebut engineering civic action programme (ENCAP) di Desa Antiga Kelod, Karangasem, Bali, selama 45 hari yang dimulai sejak 1 Januari 2025.
Program-program pembangunan yang direncanakan meliputi renovasi gudang peralatan nelayan; pembangunan fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK); serta pengaspalan jalan sepanjang 1 kilometer. Demikian pula ada program bantuan kesehatan, seperti pemeriksaan kesehatan dan gigi, operasi katarak, sunat masal, serta operasi bibir sumbing.
Penulis:
Edna Caroline PattisinaEditor:
Cyprianus Anto Saptowalyono