PIALA DUNIA 2026

Lawan Norwegia ibarat Final bagi Senegal

Senegal menghadapi laga hidup-mati melawan Norwegia. Mereka wajib meredam ketajaman Erling Haaland untuk mendapatkan hasil positif.

22 Jun 2026 11:27 WIB · Olahraga

Kompas/Prasetyo Eko Prihananto

Oleh Prasetyo Eko Prihananto dari New Jersey, Amerika Serikat

NEW JERSEY, KOMPAS — Jika kita mengira penampilan Erling Haaland saat melawan Irak sudah luar biasa, Pelatih Norwegia Stale Solbakken berpendapat sang striker masih bisa lebih baik lagi. Haaland menjadi ancaman paling berbahaya bagi Senegal yang mengibaratkan pertandingan melawan Norwegia sebagai laga final.

”Haaland dalam kondisi yang bagus. Saya harap akan ada lebih banyak gol darinya. Mari berharap dia terus memberikan kegembiraan lewat gol-golnya,” kata Solbakken dalam jumpa pers di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (21/6/2026) malam waktu setempat.

Norwegia dan Senegal akan bertemu pada pertandingan kedua Grup I di Stadion MetLife, Selasa (23/6/2026) pukul 07.00 WIB. Laga ini akan sangat menentukan upaya kedua tim untuk melaju ke babak gugur.

Hasil pertandingan pertama kedua tim itu bertolak belakang. Norwegia menang 4-1 atas Irak dengan Haaland mencetak dua gol. Sementara Senegal kalah 1-3 dari salah satu favorit juara, Perancis.

Dengan hasil tersebut, laga melawan Norwegia ibarat final kepagian bagi Senegal. Laga ini adalah partai hidup atau mati. Kekalahan akan membuat peluang ”Singa Teranga” menuju ke babak 32 besar sangat berat meskipun laga terakhir akan menghadapi tim terlemah di grup ini, Irak.

Mereka tidak boleh meraih hasil negatif jika tidak ingin pulang lebih cepat dari Amerika.

Senegal sudah menyiapkan rencana untuk meredam salah satu striker terbaik dunia, Haaland. Meski demikian, Pelatih Senegal Pape Thiaw menegaskan Haaland bukan satu-satunya fokus karena Norwegia juga memiliki pemain lain yang tidak boleh dianggap enteng.

”Ini bukan rencana anti-Haaland, melainkan rencana anti-Norwegia. Kami punya para bek yang pernah tampil di kompetisi level tinggi dan sudah menghadapi penyerang dengan kaliber seperti ini,” kata Thiaw.

Perubahan tim

Meski demikian, Thiaw masih merahasiakan rencana seperti apa untuk meredam Haaland dan tim Norwegia. Ia kemungkinan akan merombak lini belakang agar tidak ada lagi celah seperti saat melawan Perancis.

Quote

Ini seperti pertandingan final. Kami kalah pada laga pertama, tetapi peluang masih terbuka.

Ia kemungkinan juga akan mengubah lini depan agar menjadi lebih hidup untuk menciptakan peluang. ”Apakah saya akan melakukan perombakan tim? Ya, kalian akan mengetahuinya nanti,” ujar Thiaw.

Demi meredam Haaland, Thiaw kemungkinan akan membangkucadangkan salah satu bek tengah, Kalidou Koulibaly atau Moussa Niakhate. Dari pengalaman laga sebelumnya saat Koulibaly terkena skors pada Piala Afrika di Maroko, Mamadou Sarr masuk menggantikannya.

Akan tetapi, pengalaman Koulibaly sebagai pemain senior terlalu berharga sehingga bek yang akan digantikan kemungkinan adalah Niakhate.

Thiaw juga bisa jadi akan memberikan kejutan dengan menampilkan penyerang muda, Ibrahim Mbaye, untuk menggantikan Ismaila Sarr sebagai pemain mula. Pemain berusia 18 tahun yang turun dari bangku cadangan sebagai pemain pengganti ini berhasil merobek gawang Perancis.

Infografik Piala Dunia di Benua Amerika

Thiaw menilai keliru jika perhatian hanya tertuju kepada Haaland. Di kubu Norwegia masih ada sejumlah pemain berbahaya, seperti Alexander Sorloth dan Antonio Nusa, serta gelandang pengatur serangan, Martin Odegaard.

”Saat menghadapi Haaland, kami tentu harus waspada. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kami menghentikan tim Norwegia secara keseluruhan,” ujar Thiaw.

Hal senada diungkapkan oleh penjaga gawang Mory Diaw yang hadir mendampingi Thiaw dalam jumpa pers.

”Ya, ada Haaland, tetapi ini bukan tentang Haaland seorang. Dia butuh rekan-rekan setimnya. Jadi, ini bukan sekadar bagaimana kami menghentikan Haaland. Ini tentang kesiapan kami untuk menghadapi Norwegia secara tim,” ucap Diaw kemudian.

Thiaw menambahkan, Senegal sejak awal menyadari beratnya tantangan di turnamen ini, apalagi mereka harus satu grup dengan Perancis dan Norwegia. Kekalahan dari Perancis menjadi pukulan, tetapi mereka masih memiliki dua laga yang harus dijalani.

”Ini seperti pertandingan final. Kami kalah pada laga pertama, tetapi peluang masih terbuka,” ucap Thiaw.

Tak anggap remeh

Adapun Solbakken menyatakan timnya tidak akan menganggap remeh Senegal. Menurut dia, pertandingan melawan Senegal tidak akan mudah. Tim Afrika ini akan memberikan ujian yang sulit bagi Norwegia karena mereka juga memiliki pemain-pemain bintang yang bermain di sejumlah klub top dunia.

Pelatih Norwegia Stale Solbakken (tengah) berbicara kepada wartawan dalam jumpa pers jelang laga lawan Senegal di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (21/6/2026).

Dengan pemain-pemain bertalenta tersebut, Senegal tidak bisa diremehkan. ”Saya tidak takut apa pun, tetapi kami harus menghormati Senegal,” ujar Solbakken.

Keunggulan Senegal, menurut Solbakken, adalah kecepatan dan fisik prima yang dimiliki para pemainnya. Norwegia harus mampu mengantisipasi kecepatan para penyerang sayap Senegal agar tidak kebobolan.

”Mereka sangat cepat dan kami harus siap menghadapinya. Bertahan dari para pemain sayap mereka dan waspada dengan serangan balik. Sadio Mane adalah pemain hebat,” ujar Solbakken.

Solbakken kemungkinan akan tetap mempertahankan susunan pemain yang sama seperti saat melawan Irak. Mereka akan turun dengan formasi 4-3-3 dengan Antonio Nusa melengkapi trio penyerang bersama Haaland dan Sorloth.

Di lini tengah, kreativitas Odegaard sangat dinantikan untuk membongkar pertahanan Senegal yang kali ini tak ingin lagi kebobolan seperti ketika diobrak-abrik Kylian Mbappe dan Michael Olise.

Kubu Senegal akan mengandalkan Mane sebagai penyerang sayap yang mendukung Nicolas Jackson sebagai ujung tombak. Satu penyerang lagi akan ditempati oleh Mbaye, menggantikan Sarr.

Di lini tengah, gelandang Idrissa Gueye, Pape Gueye, dan Lamine Camara harus bisa meredam kreativitas Odegaard. Mereka harus bisa memotong suplai bola ke lini depan Norwegia. Jika tidak ada aliran bola kepadanya, Haaland tak lagi menjadi ancaman.


Kerabat Kerja

Penulis:

Prasetyo Eko Prihananto dari New Jersey, Amerika Serikat
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar