Norwegia jadi tim pertama yang sanggup mengalahkan wakil Asia pada Piala Dunia 2026. Semua itu berkat ketajaman Erling Haaland.
17 Jun 2026 10:05 WIB · Olahraga
AP Photo/Charles Krupa
BOSTON, RABU — Walaupun telah mencetak ratusan gol sejak debut profesionalnya, ada sesuatu yang masih terus membuat Erling Haaland merasakan dahaga. Hal itu adalah mencetak gol di Piala Dunia.
Dahaga Haaland akhirnya terbasuh ketika menyumbangkan gol yang membantu Norwegia membekap Irak, 4-1, dalam laga penyisihan Grup I di Stadion Boston, Boston, Amerika Serikat, Rabu (17/6/2026) pagi WIB.
”Bukan hal mudah untuk menjadi tim debutan. Kemenangan kami di hari yang tidak begitu baik ini sungguh luar biasa. Pertandingan selanjutnya akan jauh lebih sulit daripada ini. Kami harus bermain jauh lebih baik,” kata Haaland seusai laga itu.
Norwegia bukanlah tim debutan sebagaimana dikatakan Haaland. Namun, penampilan terakhir mereka sebelumnya di Piala Dunia terjadi 28 tahun silam.
Pernyataan Haaland bukan mengarah pada kiprah Norwegia, melainkan berpusat pada dirinya. Setelah penantian panjang selama bertahun-tahun, baru kali ini Haaland berkesempatan mencicipi euforia Piala Dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/04841e9f5a8f2b24a13044ba3a2594ab-1000242748.jpg)
Ketajaman Haaland dalam mencetak gol sudah tidak perlu diragukan lagi. Hanya saja, seluruh penampilan cemerlangnya ia bukukan di level klub. Haaland belum sempat teruji ketika bermain di panggung terbesar.
Maka, ketika kesempatan itu tiba, Haaland tidak menyia-nyiakannya. Dia hanya butuh 29 menit untuk mencetak gol pertamanya di Piala Dunia.
Gol Haaland memecah kebuntuan Norwegia yang sempat kesulitan menembus pertahanan Irak. Menggunakan formasi 4-4-2, Irak berupaya memenangi pertarungan di lini tengah. Alhasil, jalur umpan progresif melalui area tengah tertutup.
Dua gol Haaland meruntuhkan apa yang telah dicapai para wakil Asia di Piala Dunia 2026 sejauh ini.
Akibatnya, Haaland terisolasi sehingga hanya mencatatkan 11 sentuhan bola pada babak pertama. Jumlah itu merupakan yang paling sedikit di antara semua pemain lainnya.
Para pemain Norwegia pun terpaksa melancarkan serangan melalui sisi sayap kiri yang dihuni Antonio Nusa dan David Moller Wolfe serta Julian Ryerson dan Alexander Sorloth di kanan.
Di sektor sayap, pemain Norwegia mampu menemukan ruang terbuka. Gol Haaland bermula dari pergerakan Wolfe di sisi kiri yang kemudian mengirimkan umpan terukur ke dalam kotak penalti.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/fee0144bdb74fe0695983d5c24643b44-1000242749.jpg)
”Saya sangat bangga bisa berpartisipasi di Piala Dunia dan membantu memenangi pertandingan pertama untuk Norwegia dalam 28 tahun,” ucap Haaland.
Irak menemukan momentum kebangkitan saat penyerang Ayman Hussein mencetak gol penyeimbang pada menit ke-39. Gol Hussein sangat khas Irak yang gemar memanfaatkan umpan silang dan kepiawaian memenangi duel udara.
Di titik ini, Haaland membangkitkan lagi daya juang Norwegia setelah mencetak brace atau gol keduanya empat menit berselang.
Upaya Haaland dalam menekan menimbulkan kepanikan di lini belakang Irak. Bek Irak, Zaid Tahseen, membuat keputusan keliru dengan mengoper bola ke kiper Jalal Hassan alih-alih membuangnya ke depan.
Operan Tahseen terlampau lemah sehingga memungkinkan Haaland menutup ruang tembak Hassan dari jarak yang sangat dekat.
”Kami memberikan perlawanan yang bagus kepada Norwegia. Tetapi, beberapa kesalahan melawan pemain di level ini akan selalu menghukum Anda. Jadi, kami perlu belajar dari kesalahan,” kata Pelatih Irak Graham Arnold.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/c7d8e530f88aafcf0c118c71d057a4cd-1000242751.jpg)
Norwegia memperlebar keunggulan di babak kedua dengan mencetak dua gol tambahan. Leo Ostigard yang baru tiga menit berada di lapangan sebagai pemain pengganti mencetak gol lewat sundulan, memanfaatkan asis dari sepak pojok Martin Odegaard.
Malang bagi Irak, Hussein yang sempat menjaga harapan timnya di babak pertama justru mencetak gol bunuh diri pada waktu tambahan.
Dua gol Haaland meruntuhkan apa yang telah dicapai para wakil Asia di Piala Dunia 2026 sejauh ini. Setelah tampil heroik, gol Haaland pada akhirnya memberikan kekalahan perdana pada wakil Asia. Sebelumnya, Jepang, Iran, Australia, Korea Selatan, dan Qatar membuat kejutan dengan tidak terkalahkan.
Dengan adanya Haaland, tampaknya, tidak ada hal yang mustahil bagi Norwegia meskipun berada di grup yang berat. Sepanjang Haaland masih bisa menjaga naluri golnya, peluang Norwegia melaju ke fase gugur masih sangat terbuka.
Meski begitu, ada sejumlah catatan yang perlu dibenahi Norwegia sebagai bekal menuju dua laga selanjutnya. Tim arahan Pelatih Stale Solbakken itu perlu meningkatkan performa, terutama di sepertiga pertahanan, di mana Norwegia terkesan sangat rapuh sehingga mudah ditembus.
Tidak ada upaya tekanan berarti dari gelandang bertahan Norwegia, Sander Berge, untuk mengganggu Amir al-Ammari saat mengirimkan umpan kepada Hussein. Berge pun beberapa kali kerap keluar dari posisinya sehingga lini tengah Norwegia kosong melompong.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/14/943e9c4440bd076af6495015fc05faa8-20260614_H03_ADI_Prediksi_Final.jpg)
Kecenderungan Berge keluar dari posisinya itu sangat mengganggu upaya bek Norwegia yang berupaya membangun serangan berbasis umpan-umpan pendek dari belakang.
Hal itu lantaran dua penyerang Iran, Hussein dan Ali al-Hamadi, terus berusaha memotong jalur umpan. Jika bola berhasil direbut, pertahanan Norwegia akan langsung mendapat ancaman besar.
Kemenangan ini langsung menempatkan Norwegia sebagai pemuncak Grup I, di atas Perancis yang pada laga lainnya mengalahkan Senegal, 3-1. Sebagai tim kuda hitam, kemenangan telak ini menjadi awal yang baik bagi Norwegia.
(AFP/Reuters)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar