SEPAK BOLA

Layvin Kurzawa Datang ke Persib Bandung Bersama Rekam Jejaknya yang  Mengilap

Kurzawa pernah membela timnas Perancis dan bermain di klub Eropa, seperti PSG hingga Fulham. Rekan bermainnya pernah mendapat gelar pemain terbaik dunia.

26 Jan 2026 09:05 WIB · Olahraga

AFP/FRANCK FIFE

Oleh Cornelius Helmy Herlambang

Layvin Kurzawa, bekas rekan satu tim Neymar Junior di Paris Saint Germain, kini memperkuat Persib Bandung. Kehadirannya melengkapi ambisi Persib Bandung menorehkan tinta emas di kompetisi Asia.

Kurzawa diperkenalkan Persib pada laga melawan PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Minggu (25/1/2026). Dalam laga yang didedikasikan bagi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat, itu Persib menang 1-0. 

Kurzawa kini bisa dibilang menjadi pemain paling mentereng di kubu ”Maung Bandung”. Rekam jejak bek kiri ini paling mengilap. Namanya pernah tercatat dalam timnas Perancis.

Dia juga pernah berkelana di sejumlah papan atas Eropa. Kurzawa pernah bermain bersama bintang-bintang sepak bola yang pernah ada di dunia ini.

Semua pengalaman itu diyakini akan menjadi amunisi berharga bagi Persib untuk meraih gelar juara liga Indonesia tiga kali berturut-turut dan menapaki langkah paling jauh di kancah Asia.

Pemain Paris-Saint Germain, Layvin Kurzawa melompat menghindari hadangan pemain AS Monaco, Axel Disasi pada lanjutan pertandingan Liga Prancis di Stadion The Parc des Princes, Paris, Senin (22/02-2021) dini hari WIB. AP/Francois Mori

Kelas dunia

Kurzawa kembali menjadi penggawa Persib yang bisa bermain di banyak posisi. Musim ini, Pelatih Persib Bojan Hodak gemar mengumpulkan pemain versatile untuk memudahkannya merotasi pemain.

Punya posisi murni bek kiri, Kurzawa bisa bermain di sayap kiri hingga bek tengah. Besar kemungkinan, pemain berusia 33 tahun ini akan bermain di posisi bek sayap, tempat paling rawan Persib saat ini. 

Kemampuan bola silang dan kecepatan dalam serangan balik dibutuhkan Persib saat menghadapi laga padat selama enam bulan ke depan. 

Penyerang Ramon "Tangue" Souza merayakan gol sundulan yang dicetaknya pada menit 45+1 dalam laga pamungkas Grup G AFC Champions League Two kontra Bangkok United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api  Rabu (10/12/2025). Persib menang 1-0 di laga ini.

Saat ini, Persib berada di pemuncak klasemen BRI Super League 2025/2026. Persib juga bersiap bertarung di babak 16 Besar AFC Championship League Two.

Lawan pertama yang bakal dihadapi adalah Ratchaburi, raksasa Thailand. Mental kuat bersaing dengan tim kuat Eropa jelas sangat dibutuhkan Persib.

Di tengah perjalanan itu, rekam jejak Kurzawa sangat dibutuhkan. Dia anggota skuad timnas Perancis periode 2014-2019 yang pernah bermain bersama Karim Benzema, peraih Ballon D’or 2022.

Paris Saint-Germain's French defender Layvin Kurzawa (up) jumps over Anderlecht's French midfielder Adrien Trebel during the UEFA Champions League Group B football match between Paris Saint-Germain (PSG) and Anderlecht (RSCA) on October 31, 2017, at the Parc des Princes stadium in Paris. / AFP PHOTO / FRANCK FIFE

Di klub, deretan nama mentereng pernah ia singgahi. Mulai dari AS Monaco (Perancis), Fulham (Inggris), hingga Boavista (Portugal). Puncaknya saat bermain di Paris Saint-Germain di Liga 1 Perancis. Kurzawa bermain bersama Neymar Junior di Liga Champions. 

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan mengatakan, Kurzawa adalah pilihan langsung Hodak. Meski kontraknya hanya hingga enam bulan ke depan, harapan Kurzawa membawa langkah Persib lebih jauh di musim ini sangat besar. 

”Kemampuan Kurzawa tidak hanya memperkuat kekuatan di lapangan hijau, tapi juga menambah keguyuban di ruang ganti,” katanya. 

Quote

Ini petualangan baru dan saya sangat antusias. Saya tidak sabar lagi menunjukkan kemampuan di lapangan hijau.

Bek Paris Saint-Germain (PSG) Layvin Kurzawa (tengah) berjibaku dengan kiper Manchester United David de Gea (kanan) dalam laga perdana grup H Liga Champions Eropa di Stadion Parc des Princes, Paris, Perancis, Rabu (21/10/2020) dinihari WIB. PSG memiliki sembilan peluang, lima di antaranya mengarah tepat sasaran.AFP/FRANCK FIFE

Kurzawa mengatakan, pada tahun 2018, dirinya pernah datang ke Indonesia sebagai wisatawan. Kini, ia mantap datang sebagai pemain sepak bola. 

Kata Kurzawa, pilihannya bermain di Indonesia adalah bagian dari menempuh keputusan terbaik dalam karier sepak bolanya. Ia yakin Persib menjadi tim terbaik di Indonesia dan salah satu klub besar di Asia saat ini. 

”Ini petualangan baru dan saya sangat antusias. Saya tidak sabar lagi menunjukkan kemampuan di lapangan hijau,” ujar pemain seharga Rp 13,5 miliar itu.

Laga terdekat Persib di BRI Super League adalah saat melawan Persis Solo di Surakarta pada 31 Januari 2026. Adapun di ACL League Two, Persib akan bertandang ke markas Ratchaburi pada 11 Februari 2026.

Pemain sepak bola Indonesia U-22 Dion Wilhelmus Eddy Markx berhadapan dengan pemain Filipina U-22 Otu Abang Banatao pada laga fase grup C SEA Games 2025 di Stadion Peringatan 700 Tahun Chiang Mai, Thailand, Senin (8/12/2025). Tim sepak bola Indonesia U-22 harus mengakui kekelahan dari Filipina U-22 dengan skor tipis 0-1. Kekalahan ini membuat Indonesia harus berjuang melawan Myanmar di fase grup C agar dapat masuk ke babak semi final SEA Games 2025. Sementara Filipina telah mengantongi tiket semi final.

Masa depan Indonesia

Jika Kurzawa tak lagi muda, Persib juga kedatangan masa depan Indonesia dalam diri Dion Markx. Kontrak pemain berumur 20 tahun ini pun panjang, hingga 2,5 tahun. 

Markx besar dalam kultur budaya sepak bola Belanda. Dia didikan akademi Vitesse Arnhem dan NEC Nijmegen. Klub terakhir pemain timnas Indonesia U-23 itu sebelum datang ke Bandung adalah TOP Oss dj Divisi II Liga Belanda.

Di Bandung, bek tengah ini akan mendapat mentor dari pemain naturalisasi Indonesia berdarah Belanda, seperti Marc Klok, Thom Haye, dan Eliano Reijnders. 

Saat ini, di usia belia, Markx bisa jadi investasi. Namun, jika penampilannya terus meroket, Markx bukan tidak mungkin menjadi amunisi ampuh Persib di lini belakang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji