Pencarian korban berpacu dengan waktu.
03 Sep 2025 07:02 WIB · Internasional
Lebih dari 1.400 orang tewas dan 3.000 lainnya luka-luka akibat gempa bumi bermagnitudo 6,0 yang mengguncang Afghanistan, Minggu (31/8/2025) malam. Pusat gempa berada sekitar 27 kilometer dari Jalalabad dengan kedalaman 8 kilometer di bawah permukaan Bumi.
Jumlah korban ini terus meningkat seiring semakin terbukanya akses ke daerah terdampak. Sebelumnya jumlah korban dilaporkan 800 tewas dan 2.500 lainnya terluka.
Gempa bumi mengguncang beberapa provinsi, menyebabkan kerusakan parah. Desa-desa rata dengan tanah dan penduduknya tertimbun dalam reruntuhan bangunan rumah. Konstruksi bangunan yang terbuat dari batu bata dan lumpur tidak mampu menahan guncangan gempa.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/03/355e3848-3348-4370-a707-08019c147b32_jpg.jpg)
Medan yang berat menghambat upaya penyelamatan dan bantuan. Otoritas Taliban menurunkan puluhan pasukan komando melalui udara untuk mengevakuasi korban luka dari tempat-tempat yang tidak dapat didarati helikopter.
Gempa susulan bermagnitudo 5,2 yang mengguncang wilayah tersebut pada hari Selasa (2/9/2025) membuat panik warga. Belum ada laporan kerusakan untuk gempa susulan. Pusat gempa susulan berada dekat dengan lokasi gempa bermagnitudo 6,0 yang melanda Minggu malam di provinsi pegunungan dekat perbatasan dengan Pakistan.
Tim penyelamat berlomba mencari korban gempa. Badan bantuan Save the Children mengatakan, salah satu timnya berjalan lebih dari 19 kilometer untuk mencapai desa-desa yang terputus oleh longsoran batu sambil membawa peralatan medis di punggung mereka.
Helikopter juga dikerahkan untuk mengirim bantuan dan mengangkut korban guna mendapatkan perawatan di lokasi yang lebih aman. Pemerintahan Taliban, yang hanya diakui oleh Rusia, telah meminta bantuan dari komunitas internasional dan badan kemanusiaan dunia.
Otoritas Taliban mendirikan sebuah kamp di Kunar untuk mengatur pasokan dan bantuan darurat. Terdapat juga dua pusat bantuan untuk mengoordinasikan transportasi korban luka, pemakaman korban tewas, dan penyelamatan korban selamat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/03/6db6a807-70af-4647-90c6-e460fb834e9a_jpg.jpg)
Afghanistan mencatat sekitar 100 gempa bumi sejak tahun 1900. Beberapa kehancuran terbesar terjadi pada tahun 1998 ketika dua gempa bumi mengguncang Afghanistan dalam waktu tiga bulan, yang pertama menewaskan 2.300 orang dan yang kedua 4.700 orang.
Gempa bumi terbesar di Afghanistan, dengan kekuatan M 7,5, terjadi pada tahun 2015 yang menewaskan 399 orang di Afghanistan, Pakistan, dan India. Letak negara ini yang berada di pegunungan Hindu Kush dekat pertemuan lempeng tektonik Eurasia dan India menjadikan Afghanistan dan beberapa negara tetangga rawan gempa.
Salah satu gempa yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir adalah gempa bermagnitudo 6 pada tahun 2022 yang menewaskan 1.000 orang. Beberapa gempa bumi yang terjadi dalam satu bulan pada tahun 2023 juga telah menewaskan 1.000 orang dan menghancurkan desa-desa. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan