Permainan Liverpool semakin mengerikan di Liga Inggris. Kekurangan satu pemain tidak bisa merenggut ambisi ”Si Merah” tampil lebih superior dari lawan.
15 Des 2024 14:59 WIB · Olahraga
LIVERPOOL, MINGGU — Bermain dengan 10 pemain selama total durasi 89 menit, Liverpool tetap mampu mempertahankan identitas permainan menyerang nan dominan kontra Fulham, Sabtu (14/12/2024), di Stadion Anfield. Meskipun ditahan seri 2-2, ”Si Merah” sudah menegaskan predikat sebagai pesaing utama juara Liga Inggris musim ini.
Liverpool bangkit dari musibah ganda pada awal laga. Mereka tertinggal lebih dulu lewat gol Andreas Pereira, gelandang Fulham, pada menit ke-11, kemudian bek sayap kiri Liverpool, Andrew Robertson, dihukum kartu merah lima menit kemudian.
Dua kesempatan tertinggal, anak asuhan Arne Slot selalu bisa menyamakan kedudukan. Cody Gakpo (47’) membalas ketertinggalan gol pertama tim tamu. Selanjutnya, Diogo Jota (86’) melenyapkan ambisi Fulham menjadi tim kedua yang mengalahkan Liverpool di Liga Inggris musim ini berkat keunggulan dari sumbangan gol Rodrigo Muniz (76’).
Tidak hanya terhindar dari hasil negatif, Liverpool juga menunjukkan permainan dominasi yang tak berubah meskipun bermain dengan kuantitas pemain lebih sedikit dalam mayoritas durasi laga. Seluruh matrik serangan dikuasai Liverpool.
Liverpool menguasai 61 persen penguasaan bola, menghasilkan 16 tembakan, menciptakan tiga peluang besar, mencatatkan akurasi operan 89 persen, dan memiliki lima sepak pojok.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/15/f51cdd28b47ec2025b9ea5041f2dcefa-f709b517c0504e8cb948bf94c010d829_0_379e6da35a344133a033cc82a699ac8a.jpg)
Dari jumlah tembakan itu, semua tembakan tercipta dari dalam kotak penalti Fulham. Liverpool juga mengoleksi 2,13 expected goals (xG) yang jauh lebih unggul dari 1,22 xG milik Fulham.
Permainan menyerang itu membuktikan Slot tetap menuntut pemainnya untuk tidak merasa inferior ketika bermain hanya dengan 10 orang. Dalam beberapa kesempatan, Slot yang biasanya tenang di sisi lapangan terlihat sangat aktif memberikan instruksi, baik menggunakan suara lantang maupun gestur tubuh melalui tangannya.
”Saya tidak berpikir ada hal lain yang bisa saya minta kepada pemain, terutama setelah kami bermain dengan 10 orang. Ini laga yang emosional. Banyak momen yang menyesakkan, tetapi saya melihat performa luar biasa setelah beberapa kali mengalami situasi buruk,” ujar Slot kepada Sky Sports.
Ia menambahkan, ”Tertinggal dua kali, situasi itu sangat tidak menguntungkan kami. Saya pikir kami sangat luar biasa.”
Slot menjadi Manajer Liverpool dengan permulaan musim Liga Primer terbaik merujuk hasil dari 15 laga perdana. ”Si Merah” telah mengumpulkan 36 poin. Tujuh pendahulu Slot tidak mampu mengemas lebih dari 30 poin dari jumlah laga itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/15/f294d51f9ecd4c98ff79aa56e6161aaf-e6fec6d92ab54f9ab987dd0637313289_0_3c79958650bf4f309f6cf3fd3968d8e3.jpg)
Bek sayap kiri Fulham, Antonee Robinson, yang mendapat nilai tertinggi oleh laman statistik sepak bola, Sofascore dan Fotmob, mengakui sangat kesulitan menghadapi Liverpool yang telah kekurangan satu pemain. Kondisi itu, kata Robinson, menyebabkan timnya tidak bisa keluar dari tekanan tim tuan rumah.
”Pujian untuk mereka. Kami sama sekali tidak merasakan menghadapi tim yang telah bermain dengan 10 pemain,” kata Robinson dilansir BBC.
”Mereka tetap berani mengambil risiko dengan menekan kami dengan garis pertahanan tinggi. Mereka mampu memberikan tekanan dan bermain positif sehingga mendapatkan hasil dari performa mereka,” tutur Robinson.
Selain permainan tim yang semakin berkembang, Slot juga telah memugar ”mental monster” Liverpool yang terlihat ketika masih diasuh Juergen Klopp. Tidak ada menyerah dalam kamus pemain Liverpool. Gestur tubuh mereka pun menunjukkan spirit yang sama untuk memburu gol sebanyak-banyaknya walaupun kondisi tim tidak ideal.
”Kami harus membalikkan situasi buruk itu dengan terus berjuang dan memainkan gaya sepak bola kami. Hal itu terutama kami jalankan di babak kedua. Kami seharusnya bisa mendapatkan hasil lebih baik,” ucap bek tengah dan kapten Liverpool, Virgil van Dijk, dilansir laman klub.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/15/003efae5c5d3446c2fb24cd34463a883-dd30d910bc4348d4b9c2ee9102a2e8a1_0_dc064073a0a8443883f29d0ddefef215.jpg)
Di tengah mental tangguh dan sistem permainan yang apik, Liverpool tampil cukup buruk di kotak penalti. Mereka kurang tampil efektif karena gagal mencetak lebih sepasang gol meskipun menciptakan 16 tembakan. Lima tembakan Liverpool mampu diblok pemain Fulham.
Di sisi lain, pertahanan Liverpool juga tidak setangguh biasanya. Mereka gagal meredam dua gol tim tamu yang mengandalkan skema serangan balik.
”Kami berusaha mencari pemain bebas untuk menciptakan peluang. Seharusnya kami bisa mendapat hasil lebih baik, tetapi kami menerima satu poin ini dan akan berusaha semakin baik,” kata Van Dijk.
Chris Sutton, pakar Liga Inggris di BBC, memuji permainan Liverpool. ”Liverpool adalah fenomena. Mereka tidak menyerah dan larut dalam suasana tidak baik setelah bermain hanya dengan 10 pemain,” katanya.
Liverpool masih unggul lima poin dari Chelsea dan enam poin dari Arsenal. Keunggulan poin itu bisa berkurang jika Chelsea mengalahkan Brentford, Senin (16/12/2024) dini hari WIB. Namun, Liverpool masih memiliki satu laga tunda seiring derbi Merseyside kontra Everton yang ditunda karena cuaca buruk, pekan lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/15/39dbb84650ded34995d9eb0ac389aa75-AFP_36QE43D.jpg)
Liverpool yang melanjutkan kenyamanan mereka di pucuk klasemen juga dipengaruhi inkonsistensi pesaing. Arsenal, misalnya, ditahan imbang tanpa gol oleh Everton di Stadion Emirates, Sabtu.
Saking kecewanya, suporter Arsenal menyoraki dan memberikan siualan untuk pemain mereka setelah peluit akhir. Manajer Arsenal Mikel Arteta pun sependapat dengan pendukung timnya karena gagal memaksimalkan superioritas dengan 13 tembakan dan 76 persen penguasaan bola.
”Saya kecewa tidak memenangi pertandingan. Hanya ada satu tim yang pantas menang, yaitu Arsenal,” kata Arteta kepada Sky Sports.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji