Skenario Liverpool Mengakhiri Dinasti Manchester City di Liga Inggris

Memasuki pekan ke-15 Liga Inggris musim ini, Liverpool menjauhkan diri dari para pesaing juara. Akankah Liverpool berhasil mengakhiri dominasi Manchester City?

07 Des 2024 06:00 WIB · Olahraga

Oleh Vincentius Gitiyarko

Memasuki bulan Desember, Liverpool bercokol di puncak klasemen Liga Inggris. Pada pekan ke-15, ”The Reds” mengumpulkan 35 poin.

Pesaing terdekatnya, Chelsea dan Arsenal, tertinggal tujuh poin dengan masing-masing meraih 28 poin. Sementara Manchester City, sang petahana juara, berada di peringkat ke-4 dengan perolehan 26 poin.

Bulan Desember merupakan masa-masa krusial Liga Inggris. Pasalnya, menjelang paruh musim, pertandingan akan berjalan sangat ketat dengan jadwal padat.

Klasemen paruh musim biasanya juga akan menggambarkan bagaimana peta persaingan juara di akhir musim nanti. Secara tren, Liverpool menjadi klub yang paling positif performanya. Lalu, akahkah Liverpool mengakhiri dinasti Manchester City?

Tren positif

Tren positif penampilan Liverpool setidaknya tergambar dari lima pertandingan terakhir. The Reds tidak terkalahkan dan hanya kehilangan 2 poin di laga terakhir melawan Newcastle United yang berakhir imbang dengan skor 3-3.

Apabila ditarik dalam rentang lebih panjang, performa sangat apik Liverpool juga terlihat dari 14 pertandingan yang telah dilakoni.

Dari seluruh laga sejauh ini, Liverpool hanya kalah sekali. Kekalahan dialami The Reds pada laga pekan ke-4 melawan Nottingham Forest.

Selebihnya, tim asuhan Arne Slot ini tak terkalahkan dan hanya kehilangan poin lagi dalam dua laga imbang melawan Arsenal dan Newcastle. Artinya, dari 42 poin maksimal dalam 14 laga, The Reds hanya kehilangan 7 poin.

Performa positif Liverpool pun tampak dari catatan selisih gol. The Reds mencetak sebanyak 29 gol dengan hanya kebobolan 11 gol. Jika dihitung rasio golnya, Liverpool mampu mencetak 2,07 gol per pertandingan.

Infografik Proyeksi Poin Paruh Musim Klasemen Liga Inggris

Di sisi sebaliknya, The Reds hanya kebobolan 0,78 gol tiap pertandingan sekaligus menjadi yang paling baik dari sisi pertahanan dibandingkan tim lain.

Catatan Liverpool ini berbanding terbalik dengan Manchester City. Padahal, ”The Citizens” merupakan petahana juara yang berturut-turut mengangkat trofi Premier League dalam empat musim terakhir.

Tengok saja lima pertandingan terakhir, City empat kali kalah dan hanya sekali meraih kemenangan.

Badai kehilangan poin Manchester City dimulai pada pekan ke-11. The Citizens tumbang melawan Bournemouth dengan skor 1-2.

Berturut-turut setelahnya, The Citizens kalah dari Brighton (1-2), Tottenham Hotspur (0-4), dan Liverpool (0-2). Beruntung pada pertandingan terakhir, City berhasil menang melawan Nottingham Forest dengan skor 3-0.

Performa negatif ini menjadi salah satu catatan terburuk Manchester City dalam empat musim terakhir.

Jika tidak segera memperbaiki performa, trofi Liga Inggris musim ini mesti siap direlakan sekaligus menandai berakhirnya dominasi City di Liga Inggris.

Penantang juara

Penantang juara lain yang perlu diperhitungkan oleh Liverpool adalah duo klub London, Chelsea dan Arsenal.

Chelsea, yang dalam beberapa musim terakhir masuk kategori tim medioker, belakangan menunjukkan tren sangat positif. Tren positif Chelsea mulai tampak dari pekan ke-9 ditandai dengan kemenangan 2-1 melawan Newcastle.

Sejak saat itu, ”The Blues” tak terkalahkan hingga pekan ke-14. Performa apik inilah yang membuat Chelsea berhasil melesat ke posisi kedua mendekati Liverpool. Dengan raihan poin yang sama, Arsenal juga menjadi penantang juara saat ini.

Meskipun memiliki catatan poin yang sama dengan Chelsea, secara tren Arsenal cenderung stagnan, bahkan menurun. Dalam lima pertandingan terakhir, Arsenal kehilangan lima poin.

Para pemain Liverpool merayakan gol mereka ke gawang Manchester City pada laga Liga Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Senin (2/11/2024) dini hari WIB. Liverpool menang, 2-0.

Padahal, di tujuh pekan awal, Arsenal tak terkalahkan. Performa menurun terjadi sejak pekan ke-8 setelah kekalahan 0-2 dari Bournemouth.

Meskipun begitu, ”The Gunners” sedang berpotensi memperbaiki performanya menjelang paruh musim dengan tiga kemenangan beruntun dalam tiga pertandingan terakhir.

Kemenangan ini salah satunya adalah pesta gol ketika Arsenal menaklukkan West Ham United dengan skor 5-2.

Lalu, bagaimana proyeksi poin akhir tim-tim kandidat juara ini di paruh musim nanti?

Proyeksi poin

Berkaca dari performa hingga pekan ke-14, Liverpool menjadi tim dengan probabilitas perolehan poin tertinggi.

Probabilitas mendulang poin maksimal The Reds mencapai 83,3 persen. Dengan model penghitungan yang sama, Chelsea dan Arsenal hanya memiliki probabilitas 66,7 persen.

Sementara itu, Manchester City sedikit lebih kecil lagi dengan probabilitas 61,9 persen. Jika probabilitas poin maksimal ini dijadikan dasar penghitungan proyeksi, Liverpool akan berpotensi mengakhiri paruh musim dengan raihan 48 poin.

Di sisi lain, Arsenal dan Chelsea berpotensi meraih poin masing-masing sebanyak 38 poin. Untuk Manchester City, potensi perolehan poin di paruh musim atau pekan ke-19 sebanyak 35 poin. Jika proyeksi poin ini sungguh terjadi, Liverpool akan semakin sulit terkejar.

Liverpool bisa optimistis meraih poin maksimal hingga paruh musim mengingat lawan-lawannya di lima pertandingan ke depan bukanlah tim besar ataupun penghuni papan atas.

Jika melihat jadwal, hanya dua tim yang berpotensi mengganggu Liverpool, yakni Fulham yang berada di posisi ke-6 dan Tottenham Hotspur yang kerap merepotkan tim besar.

Situasi ini berbeda dengan Manchester City yang secara performa harus memperbaiki diri ditambah masih harus berjumpa dengan Manchester United dan Aston Villa sebelum paruh musim.

Penyerang Liverpool, Mohamed Salah (kedua kanan), mencetak gol lewat titik penalti ke gawang Manchester City pada laga Liga Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Senin (2/11/2024) dini hari WIB. Liverpool menang, 2-0.

Sementara bagi Chelsea dan Arsenal, kedua tim London ini mesti berfokus untuk menyapu bersih lima kemenangan menjelang paruh musim. Jika ini terwujud, The Blues dan The Gunners bisa memangkas jarak hingga tiga poin menyusul Liverpool.

Meskipun demikian, skenario ini bisa saja tak terwujud jika Liverpool tidak kehilangan poin sama sekali dalam lima pertandingan mendatang.

Perlu diingat, Mohamed Salah sebagai motor serangan Liverpool sedang dalam performa terbaiknya. Sementara Pelatih Arne Slot tampak tak kesulitan menggantikan posisi Juergen Klopp.

Akhirnya, dengan hitung-hitungan di atas kertas, pada paruh musim, Liverpool berpotensi mengamankan posisinya di puncak klasemen. Pekerjaan rumah bagi Chelsea, Arsenal, dan Manchester City sebagai penantang juara adalah memaksimalkan poin di lima laga mendatang.

Barulah di paruh musim kedua, misi menggulingkan Liverpool dari puncak klasemen bisa diteruskan.

Meskipun di sisi lain, tekad Liverpool memutus dinasti Manchester City di Liga Inggris akan tetap membara hingga akhir musim. (LITBANG KOMPAS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Vincentius Gitiyarko
 | 

Editor:

Yohan Wahyu