Letjen Tandyo Dikabarkan Jadi Wakil Panglima TNI, Besok Dilantik Presiden Prabowo

Sosok Wakil KSAD Jenderal Tandyo Budi Revita pernah bekerja bersama Presiden Prabowo Subianto saat Prabowo masih menjabat Menteri Pertahanan.

09 Agt 2025 09:24 WIB · Politik & Hukum

Oleh Edna Caroline Pattisina, Iqbal Basyari

JAKARTA, KOMPAS — Teka-teki soal siapa wakil panglima TNI mulai terjawab. Letnan Jenderal Tandyo Budi Revita yang saat ini menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat dikabarkan telah ditunjuk mengisi posisi nomor dua di TNI tersebut.

Tandyo bakal dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Wakil Panglima TNI saat upacara gelar pasukan operasional dan kehormatan militer di Batujajar, Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/8/2025).

Informasi ini diperoleh Kompas dari seorang perwira tinggi di Kementerian Pertahanan dan sebuah dokumen terkait upacara gelar pasukan operasional dan kehormatan militer di Batujajar.

Dokumen dimaksud menerangkan soal susunan acara untuk upacara tersebut. Di dalamnya disebutkan, Tandyo bakal dilantik sekitar pukul 10.00 WIB. Pelantikan Tandyo setelah penganugerahan jenderal kehormatan bintang 4 untuk empat purnawirawan TNI, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M Herindra.

Susunan acara upacara gelar pasukan operasional dan kehormatan militer di Batujajar, Bandung, Jabar, Minggu (10/8/2025). Ada nama Wakil KSAD Letjen Tandyo Revita yang akan dilantik sebagai Wakil Panglima TNI.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Kristomei Sianturi saat dihubungi Kompas untuk mengklarifikasi hal itu, Sabtu (9/8/2025), belum menjawab. Begitu pula Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana.

Sebelumnya, Kristomei mengatakan, pelantikan Wakil Panglima TNI memang akan dilakukan saat upacara gelar pasukan operasional dan kehormatan militer di Batujajar.

Rekam jejak Tandyo Budi

Sebelum menjabat sebagai Wakil KSAD, Letjen Tandyo Budi Revita pernah menduduki sejumlah posisi penting di Kemenhan saat Prabowo masih menjabat Menhan, yakni Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (2018-2019), Direktur Kerah Pengamanan Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan (2019-2021), dan Kepala Badan Diklat Kemenhan (2021-2023).

Salah satu indikasi penting Tandyo akan menjabat Wakil Panglima TNI adalah Tandyo sebagai satu-satunya wakil kepala staf yang dipanggil Prabowo dalam pertemuan di Hambalang, 1 Agustus lalu.

Prosesi saat Presiden Prabowo Subianto menyerahkan Memorandum Menteri Pertahanan RI kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam Upacara Penerimaan dan Penyerahan Memorandum Menteri Pertahanan RI di halaman Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Selasa (22/10/2024). Presiden Prabowo Subianto menyerahkan Memorandum Menteri Pertahanan RI kepada Menteri Pertahanan Kabinet Merah Putih Sjafrie Sjamsoeddin. Acara ini menjadi seremoni pergantian jabatan Menteri Pertahanan dari Prabowo Subianto kepada Sjafrie Sjamsoeddin. Setelah seremoni penyerahan, Prabowo Subianto disambut barisan para pegawai Kementerian Pertahanan yang berjajar di tepi jalan hingga Istana Merdeka. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 22-10-2024

Dalam pertemuan di Hambalang itu, ada tiga kepala staf, yaitu Kepala Staf TNI AD Jenderal Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI AL Laksamana Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI AU Marsekal Tonny Harjono. Selain itu, tampak hadir pula Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI Letjen Yudi Abrimantyo.

Dosen Universitas Nasional, Selamat Ginting, sebelumnya mengatakan, calon kuat Wakil Panglima TNI adalah sosok bintang tiga yang pernah bekerja sama dengan Prabowo di Kemenhan.

Ia menyebut ada empat calon yang bisa menjadi Wakil Panglima TNI, yaitu tiga wakil kepala staf, masing-masing dari TNI AD, TNI AU, dan TNI AL, serta Kepala Staf Umum.

Selamat mengatakan, sosok Wakil Panglima TNI selalu memiliki konteks pada masanya. Terakhir, jabatan itu dipegang oleh Jenderal Fachrul Razi pada tahun Oktober 1999-September 2000. Saat itu, ada peristiwa yang terjadi, yaitu untuk pertama kali perwira tinggi TNI AL menjadi Panglima TNI yaitu Laksamana Widodo AS.

”Selama ini Panglima selalu dari AD. Oleh karena itu, harus diperhatikan,” kata Selamat.

Panglima TNi Jenderal Agus Subiyanto usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/5/2025). Komisi I DPR menggelar rapat kerja dengan Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan untuk membahas revisi Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Kompas/Hendra A Setyawan

Oleh karena itu, Fachrul yang pernah menjadi Sekjen Kemenhan dan Kepala Staf Umum TNI dianggap cocok karena selain senior, ia pernah menduduki dua posisi penting. Konteks hari ini, Selamat melihat besarnya organisasi TNI dengan lahirnya Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2025 membutuhkan sosok Wakil Panglima.

Bahwa Wakil Panglima dan Panglima TNI sama-sama dari TNI AD, Selamat mengatakan, kecenderungan Prabowo memang pada Angkatan Darat.

Dalam Perpres No 85/2025 tentang Susunan Organisasi TNI yang yang ditandatangani 5 Agustus 2025, jabatan Wakil Panglima TNI diatur dalam Pasal 13. Pasal itu menyebutkan, unsur pimpinan Markas Besar TNI terdiri dari panglima dan wakil panglima. Ketentuan ini sama dengan aturan dalam Pasal 13 Perpres No 66/2019.

Namun, di Perpres TNI terbaru itu tak disebutkan mengenai tugas-tugas Wakil Panglima TNI. Tugas itu tertera di Perpres No 66/2019 di antaranya bertugas untuk koordinasi pembinaan kekuatan TNI guna mewujudkan interoperabilitas tiga matra. Selain itu, membantu panglima TNI sehari-hari dan memberi saran.

Sementara itu, dalam perpres yang baru, tidak dijabarkan secara rinci tugas Wakil Panglima TNI.

Sejak April 2025

Sinyal bahwa jabatan Wakil Panglima TNI akan segera diisi sudah dilontarkan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Saat itu, Sjafrie mengatakan, pengisian posisi Wakil Panglima TNI akan dilakukan dalam waktu dekat.

Masih di tempat yang sama, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa jabatan wakil panglima sudah tercantum dalam struktur organisasi TNI meskipun hingga kini belum terisi. ”(Posisi) Wakil panglima tuh sudah ada cuman belum terisi. Nantinya, wakil panglima TNI bintang 4,” katanya.

Quote

Kan, tugas pemerintah seperti itu, banyak yang harus kami kerjakan.

Panglima mengaku telah mengantongi nama-nama kandidat untuk wakilnya. Namun, Agus enggan mengungkap nama-nama tersebut. Saat ditanya dari matra mana calon akan diambil, Agus hanya menyebut, semua kandidat yang dipertimbangkan sudah memenuhi syarat. Nantinya, hanya tinggal dipilih yang terbaik. ”Kan, sudah banyak yang eligible (memenuhi syarat), tinggal dipilih siapa yang terbaik,” ujarnya.

Menurut Agus, yang terpenting dari pengisian posisi wakil panglima adalah bisa membantu dirinya dalam melancarkan program-program pemerintah dan internal TNI. ”Kan, tugas pemerintah seperti itu, banyak yang harus kami kerjakan,” tuturnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Edna Caroline Pattisina, Iqbal Basyari
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan