PIALA DUNIA 2026

Lewandowski Merasakan Kejamnya Sepak Bola

Robert Lewandowski, salah satu striker terhebat dalam 16 tahun terakhir, merasakan kejamnya sepak bola dan gagal lolos ke Piala Dunia terakhirnya.

01 Apr 2026 20:16 WIB · Olahraga

AFP/JONATHAN NACKSTRAND

Oleh Agung Setyahadi

STOCKHOLM, SELASA — Robert Lewandowski menjadi salah satu bintang sepak bola yang absen di Piala Dunia 2026. Kegagalan yang sangat mengecewakan karena bagi salah satu striker terhebat dalam 16 tahun terakhir itu, ini merupakan kesempatan terakhir tampil Piala Dunia. Bomber Barcelona itu tidak sendirian merasakan kejamnya sepak bola karena sejumlah bintang juga absen, seperti kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, dan gelandang Liverpool asal Hongaria, Dominik Szoboszlai. 

Mimpi Lewandowski untuk menjalani Piala Dunia terakhirnya pupus di Stockholm ketika Viktor Gyokeres mencetak gol kemenangan Swedia atas Polandia pada menit ke-88. Swedia menang dengan skor 3-2.

Lewandowski dan kawan-kawan sudah berjuang keras pada menit-menit terakhir laga, tetapi gol penyama kedudukan tak tercipta. Saat peluit panjang berbunyi, Lewandowski yang masih mengenakan masker pelindung cedera tulang rongga mata kiri terlihat sangat terpukul.

Dia kemudian melambaikan tangan ke suporter Polandia untuk meminta maaf sembari menahan air mata. Sesaat kemudian, dia melonggarkan ban kapten di lengan kirinya dan melangkah lesu meninggalkan lapangan. Di latar belakang, para pemain Swedia bergembira merayakan tiket ke Piala Dunia Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. 

Momen yang menyayat hati saat bintang sekelas Lewandowski gagal mewujudkan mimpi terakhirnya membela tim nasional di Piala Dunia sebelum pensiun. Di usia 37 tahun, peluang Lewandowski untuk kembali tampil di Piala Dunia sepertinya sudah berakhir. Dia sudah memperpanjang kariernya di tim nasional setelah nyaris mundur seusai Piala Dunia Qatar pada 2022.

Ekspresi Pemain Polandia Robert Lewandowski usai timnya kalah 2-3 dari Swedia pada laga playoff penyisihan Piala Dunia 2026 Zona Eropa di Solna, Swedia, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Kekalahan itu membuat Lewandowski gagal mengikuti Piala Dunia.

Dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2026, Lewandowski juga sempat menolak bermain selama Michal Probierz masih menjadi pelatih. Dia pun dicopot dari posisi kapten dan dialihkan ke gelandang Inter Milan, Piotr Zielinski. Probierz kemudian mundur dan Lewandowski kembali membela timnas Polandia sebagai kapten di bawah pelatih baru Jan Urban.

Sinyal pensiun

Namun, mimpi Lewandowski membawa Polandia ke Piala Dunia untuk ketiga kali beruntun pupus di Stadion Solna, Stockholm, Swedia, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Seusai kekalahan itu, dia mengunggah foto saat dirinya melangkah meninggalkan lapangan dan melambaikan tangan kiri.

Foto itu diiringi dengan lagu ”Time to Say Goodbye” yang dilantunkan oleh Andrea Bocelli dan Sarah Brightman. Unggahan ini memicu spekulasi dirinya akan pensiun dari timnas setelah kekalahan menyakitkan di Solna. Namun, dalam wawancara dengan televisi Polandia, TVP Sport, Lewandowski mengaku itu bukanlah pernyataan untuk pensiun dari timnas. 

Striker yang bersinar terang saat membela klub Bundesliga, Borussia Dortmund, itu telah tampil 165 kali bersama Polandia. Dia mengawali dengan gol pertamanya melawan San Marino pada 2008 ketika masih berusia 20 tahun. Ketajaman Lewandowski dibuktikan dengan koleksi 89 gol, yang hampir dua kali lipat dari para pemain Polandia lainnya. Dia juga mengantar Polandia dua kali lolos ke Piala Dunia di Rusia dan di Qatar. Namun, kiprah Lewandowski di Piala Dunia tidak terlalu cemerlang, di mana langkah terjauh Polandia hanya sampai babak 16 besar pada 2022. 

Dalam Piala Dunia 2018 di Rusia, dia tidak mencetak gol dan Polandia pun berada di dasar klasemen Grup H. Di Qatar, Lewandowski mencetak dua gol yang mengantar Polandia ke babak 16 besar, tetapi kemudian dikalahkan oleh Perancis.

Pemain Polandia Robert Lewandowski (kiri) dan pemain Swedia Carl Starfelt berebut bola pada laga playoff penyisihan Piala Dunia 2026 Zona Eropa di Solna, Swedia, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Swedia menang 3-2 pada laga itu.

Sementara dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 di Grup G, dia mencetak empat gol yang membawa Polandia ke posisi kedua Grup G, tiga poin di bawah Belanda. Langkah Polandia kemudian terhenti di kaki Swedia dalam babak playoff. 

”Ini bukan sebuah pernyataan. Saya perlu memikirkan beberapa hal terlebih dahulu, mempertimbangkannya. Seperti yang saya katakan pada konferensi pers, saya tidak dalam posisi untuk membuat pernyataan apa pun. Saya akan kembali ke klub, saya masih memiliki beberapa pertandingan untuk dimainkan. Saya harus menjawab sendiri tanda tanya yang ada di benak saya,” ujar Lewandowski.

Masa depan Lewandowski di klub juga belum jelas karena kontraknya dengan Barcelona berakhir musim ini. Namun, sepak bola selalu memiliki dua wajah, salah satunya sangat kejam. Kekejaman itu yang dia rasakan saat kalah dari Swedia.

”Sepak bola bisa sangat kejam. Anda bisa bermain bagus, mencetak gol, bangkit dua kali, dan kemudian berakhir tanpa apa-apa. Ini menyakitkan karena kami sudah sangat dekat dan kami pulang dengan tangan kosong. Sulit untuk menggambarkan bagaimana rasanya karena ini adalah rasa sakit dan kekecewaan yang sangat besar. Gol ketiga adalah yang paling menyakitkan karena terjadi pada menit ke-90, setelah bola memantul dan membentur tiang gawang,” ujar Lewandowski. 

”Perasaan terburuk akan terjadi besok ketika kita bangun dan bertanya kepada diri sendiri, apa yang terjadi kemarin. Itu akan menjadi momen paling menyedihkan, perasaan kecewa. Saya tidak ingin hal itu terjadi pada siapa pun. Kita harus menyadari bahwa kita tidak lolos ke Piala Dunia,” lanjut Lewandowski.

Pemain Polandia Robert Lewandowski (kiri) dan pemain Swedia Gustaf Lagerbielke berebut bola pada laga playoff penyisihan Piala Dunia 2026 Zona Eropa di Solna, Swedia, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Swedia menang 3-2 pada laga itu. *** Local Caption *** Poland's forward #09 Robert Lewandowski and Sweden's defender #02 Gustaf Lagerbielke vie for the ball during the FIFA World Cup 2026 European qualification final football match between Sweden and Poland in Solna, Sweden, on March 31, 2026. (Photo by Jonathan Nackstrand / AFP)

”Saya rasa, jika pertandingan berlanjut ke babak tambahan, peluang kami akan meningkat setiap menitnya. Saya merasa kami kebobolan gol, tetapi mereka adalah tim yang bisa kami kalahkan. Sayang sekali karena Swedia tidak menciptakan banyak peluang. Kami memiliki lebih banyak peluang, dan permainan kami lebih baik, tetapi pada akhirnya kami mencetak lebih sedikit gol,” ujar Lewandowski.

Kegagalan Polandia menuju Piala Dunia juga menyakitkan bagi para pendukungnya yang terus menyemangati para pemain. Oleh karena itu, Lewandowski menyempatkan berterima kasih dan meminta maaf saat di lapangan.

”Saya tahu ini sama sulitnya bagi mereka, seperti halnya bagi kami. Saya berterima kasih kepada mereka atas nama seluruh tim, karena dukungan mereka terasa dan terdengar. Bagi saya, ini adalah kebanggaan besar,” tegas striker Barcelona itu. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Agung Setyahadi
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar