Lewati Lawan Sulit, Swiatek Hadapi Lagi Laga Sulit

Iga Swiatek mempertahankan peluang menjuarai WTA Doha untuk keempat kali. Dia memenangi laga ketat pada babak ketiga.

13 Feb 2025 11:16 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

DOHA, RABU— Tak banyak petenis yang bisa membuat Iga Swiatek kesulitan saat dia berada pada performa yang baik. Di antara sedikit petenis itu, salah satunya adalah petenis Ceko ranking ke-33 dunia, Linda Noskova.

Noskova bahkan membuat kejutan ketika menyingkirkan Swiatek di arena Grand Slam, yaitu pada babak ketiga Australia Terbuka 2024 hanya pada pertemuan kedua mereka. Saat itu, Swiatek berstatus petenis nomor satu dunia dan menjadi unggulan teratas.

Pada tiga pertemuan berikutnya, Swiatek menang tetapi Noskova selalu merepotkan petenis dengan lima gelar Grand Slam itu, termasuk saat mereka bertemu pada babak ketiga WTA 1000 Doha. Di Khalifa International Tennis and Squash Complex, Doha, Qatar, Rabu (12/2/2025), Swiatek kehilangan set pertama sebelum akhirnya menang dengan skor 6-7 (1), 6-4, 6-4.

Dalam pertandingan yang berlangsung selama dua jam 32 menit itu, Swiatek bahkan kalah dalam berbagai indikator statistik, salah satunya as. Dia membuat empat as, sementara Noskova dengan 16 as. Total poin yang didapatnya, yaitu 98, lebih sedikit dari 101 poin yang didapat Noskova, tetapi, Swiatek menang karena bisa mendapat poin pada momen-momen penting.

Ekspresi Iga Swiatek saat merayakan poin pada pertandingan melawan Linda Noskova pada turnamen WTA 1000 Doha di Doha, Qatar, Rabu (12/2/2025). Swiatek melaju ke babak berikutnya.

Hasil tersebut membuat Swiatek kehilangan set untuk pertama kalinya di Doha sejak 2022, setelah dia menang dua set dalam 25 laga beruntun. Dengan demikian, petenis Polandia ini masih mempertahankan peluang untuk menjuarai WTA Doha empat kali berturut-turut. Dia bisa menyamai Caroline Wozniacki yang menjuarai sebuah turnamen empat kali beruntun, yaitu di New Haven, Amerika Serikat, pada 2008-2011.

Namun, sebelum berbicara tentang peluang juara, Swiatek harus bisa mengatasi permainan Elena Rybakina yang menang atas Rebecca Sramkova 7-6 (1), 6-2. Pertandingan yang akan berlangsung Rabu malam ini menjadi ulangan final 2024 yang dimenangi Swiatek dengan skor 7-6 (8), 6-2.

Kemenangan tersebut menjadi salah satu dari tiga kemenangan Swiatek atas Rybakina, tetapi, dia kalah dalam empat laga lain. Dengan servis dan forehand keras nan datar, yang cocok dalam permainan di lapangan berkarakter cepat, Rybakina menjadi salah satu kompetitor berat bagi Swiatek. Swiatek bahkan selalu kalah dalam tiga pertemuan dengan juara Wimbledon 2022 itu.

“Rybakina sangat menyukai tampil di sini. Dia mencapai final pada tahun lalu dan saya menghadapi laga sulit. Saya harus siap untuk reli yang intens, bola dengan pantulan rendah, dan servis yang sangat baik,” tutur Swiatek dalam laman resmi WTA.

Elena Rybakina saat tampil di turnamen tenis Abu Dhabi pada 7 Februari 2025. Petenis Kazakhstan ini akan menjadi lawan Iga Swiatek di WTA 1000 Doha.

Swiatek, Rybakina, dan Aryna Sabalenka pernah menciptakan persaingan teratas, terutama pada 2022-2023, sehingga mendapat julukan “Big Three” di tunggal putri. Mereka selalu bertemu pada babak-babak akhir turnamen besar, seperti level WTA 1000 dan Grand Slam.

Namun, karena kendala cedera, Rybakina belum menambah gelar Grand Slam dari Wimbledon 2022. Sedangkan Swiatek sudah mengoleksi lima gelar dan Sabalenka dengan tiga gelar.

“Iga selalu menjadi lawan tangguh. Saya hanya akan fokus pada diri sendiri dan berusaha bermain agresif dengan konsisten,” ujar Rybakina.

Rybakina dan Swiatek menjadi dua dari tiga juara Grand Slam yang masih bertahan setelah kekalahan petenis top lain di laga-laga awal. Sabalenka, Cori Gauff (juara AS Terbuka 2023), dan Zheng Qin Wen (finalis Australia Terbuka 2024), tersingkir pada babak kedua.

Elena Rybakina saat tampil di turnamen tenis Abu Dhabi pada 7 Februari 2025.

Juara Grand Slam lain yang akan tampil pada perempat final adalah Jelena Ostapenko yang bisa menjadi lawan Swiatek atau Rybakina pada semifinal. Juara AS Terbuka 2017 menghentikan langkah unggulan keempat, Jasmine Paolini, 6-2, 6-2.

Sementara, Jabeur menang atas Sofia Kenin (juara Australia Terbuka 2020) 6-3, 6-4 hingga belum kehilangan satu set pun pada tiga babak. Petenis Tunisia itu mencapai perempat final WTA Qatar untuk ketiga kali setelah 2020 dan 2022.

Tahun ini, Jabeur berusaha untuk kembali pada performa terbaik seperti pada 2022 dengan 2023 dengan pendekatan berbeda. Dia tak ingin bersikap terlalu keras pada dirinya sendiri hingga tak menjadi beban saat di lapangan.

Sejauh ini, pola pikir tersebut membuatnya bisa bermain lebih nyaman dan itu akan dites oleh Ostapenko yang membawa target lain. Petenis yang memukul forehand dan backhand dengan dua tangan ini ingin menghentikan kemenangan Jabeur atas dirinya dalam tiga pertemuan terakhir.

Ons Jabeur melakukan pukulan pengembalian saat melawan McCartney Kessler pada turnamen WTA 1000 Doha, 10 Februari 2025.

Dia pun membawa memori ketika tampil pada final Doha 2016 yang merupakan final pertamanya dalam turnamen besar. “Tempat ini menjadi awal segalanya bagi saya, saya sangat menikmati setiap tampil di sini,” kata petenis Latvia tersebut.

Pada paruh atas undian, perempat final mempertemukan unggulan keenam, Jessica Pegula, dengan Ekaterina Alexandrova dan Marta Kostyuk melawan Amanda Anisimova. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto