Dewa United akan menjalani debut partisipasi di kompetisi Asia. Dengan skuad termahal, ”Banten Warriors” adalah calon kuat juara Liga Challenge Asia 2025-2026.
25 Okt 2025 16:02 WIB · Olahraga
ANTARA FOTO
TANGERANG, KOMPAS — Dewa United bakal menghadapi tiga laga fase grup Liga Challenge Asia 2025-2026 dengan mengemban dua ambisi. ”Banten Warriors” ingin menebus permulaan musim yang sangat buruk di BRI Liga Super. Di sisi lain, mereka membawa martabat Indonesia di kompetisi kelas ketiga kontinental itu.
Bergabung di Grup E Liga Challenge Asia, Dewa mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah babak penyisihan yang digelar mulai 27 Oktober hingga 1 November. Berbeda dengan dua kompetisi antarklub Asia lainnya, yakni Liga Champions Elite dan Liga Champions Dua, sistem babak penyisihan Liga Challenge digelar secara terpusat di salah satu kandang peserta. Bukan dengan format kandang dan tandang.
Dewa akan menjamu tiga pesaing, yaitu Shan United (Myanmar), Phnom Penh Crown (Kamboja), dan Tainan City (Taiwan), di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten. Meskipun berstatus tim tuan rumah, Dewa sejatinya adalah satu-satunya tim debutan di kompetisi pentas Asia pada Liga Challenge Asia musim ini.
Hal itu berbeda dengan Shan dan Tainan yang ikut serta pada edisi perdana Liga Challenge Asia 2024-2025. Begitu pun Phnom Penh Crown sudah mewakili Kamboja di Piala ASEAN dan Piala AFC.
Berstatus pendatang baru sejatinya tidak bisa menjadi alasan bagi anak asuhan Jan Olde Riekerink tampil melempem. Apalagi Dewa sangat sungguh-sungguh mempersiapkan musim ini untuk bersaing di Liga Super serta Liga Challenge Asia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/25/e46429580c5fecab8ff19802de8703de-antarafoto_psim_menang_atas_dewa_united_1761382320.jpg)
Mereka mengumpulkan pemain asing dan diaspora tim nasional Indonesia berkelas. Tak heran, Dewa—merujuk Transfermarkt—adalah tim dengan nilai pasar tertinggi di Liga Challenge Asia 2025-2026. Mereka dihuni 30 pemain yang menyusun nilai pasar akumulatif sekitar Rp 104,9 miliar. Hanya duta Oman, Al-Seeb, yang memiliki nilai pasar menembus Rp 100 miliar dari 19 partisipan Liga Challenge Asia lain musim ini.
Bahkan, untuk delapan tim zona timur di Liga Challenge Asia 2025-2026, tim dengan skuad termewah di bawah Dewa adalah Shan yang bernilai pasar Rp 60,84 miliar.
Dengan ketimpangan nilai skuad itu, Dewa adalah unggulan teratas untuk lolos ke babak perempat final, juga hingga menjadi perwakilan zona timur di babak final pada 9 Mei 2026. Pada musim lalu, duta wakil zona timur di partai puncak adalah Svay Rieng yang mengalahkan Madura United dengan agregat 6-3 pada babak semifinal.
Terlepas status unggulan itu, Dewa juga perlu penebusan dari performa buruk di kompetisi domestik. Mereka datang ke pentas Asia dengan dua kekalahan beruntun dari Madura dan PSIM Yogyakarta. Posisi Dewa pun berada di rangking ke-11. Mereka sudah berjarak 11 poin dari Borneo, sang pemuncak klasemen sementara.
Tak ayal, Dewa haram kehilangan poin pada gim pertama Liga Challenge Asia kontra Phnom Penh Crown, Minggu (26/10/2025) pukul 19.00 WIB. Setelah menghadapi tim Kamboja itu, Dewa menyusul ditantang oleh Tainan dan Shan.
Ini (Liga Challenge Asia) adalah kompetisi berbeda. Kami datang ke kompetisi ini dengan kepercayaan diri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/25/26219a6054999c8af5b9be4dae258b0b-antarafoto_madura_united_kalahkan_dewa_united_1761382353.jpg)
Pelatih Dewa Jan Olde Riekerink tidak khawatir dengan performa inkonsisten anak asuhannya di Liga Super. Menurut dia, pemain Dewa memiliki motivasi besar untuk tampil dengan baik dan meraih hasil maksimal di Liga Challenge Asia.
”Kami memang tidak dapat poin yang kami inginkan dalam beberapa gim terakhir, tetapi kami menunjukkan identitas permainan kami. Ini (Liga Challenge Asia) adalah kompetisi berbeda. Kami datang ke kompetisi ini dengan kepercayaan diri,” kata Riekerink dalam konferensi pers jelang laga di Stadion Indomilk Arena, Sabtu (25/10/2025).
Ricky Kambuaya, gelandang Dewa, mengamini pernyataan sang pelatih. ”Prinsipnya, saya dan seluruh pemain sudah siap bermain di kompetisi Asia ini. Kami harapkan dukungan dan doa dari suporter Indonesia agar bisa meraih hasil maksimal,” ucapnya.
Pelatih Phnom Penh Crown Oleg Starynski tidak ingin terpaku dengan performa Dewa di liga. Menurut dia, Dewa memiliki skuad berkualitas yang bakal menghadirkan laga sulit bagi timnya.
”Mereka (Dewa) adalah tim tangguh, walaupun hasil laga musim ini tidak baik. Mereka memiliki skuad yang sangat kuat dan tim dengan permainan taktikal sangat baik, tetapi tidak beruntung dalam produk akhir,” kata Starynski dalam kesempatan serupa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/25/2ad456c7bffbc43be5e69f4c813c8a91-antarafoto_dewa_unitedacircnbspditahan_imbang_persebaya_surabaya_1761382386.jpg)
Performa apik Dewa bakal sangat penting bagi ambisi Indonesia membenahi ranking di klasemen koefisien kompetisi Asia. Liga Super memulai musim 2025-2026 dengan berada di peringkat ke-24.
Namun, jelang berakhirnya bulan Oktober ini, peringkat Indonesia sudah melejit tiga posisi. Koleksi tujuh poin Persib Bandung dalam tiga gim babak penyisihan Liga Champions Dua adalah penyebabnya.
”Maung Bandung” membantu Indonesia sudah mengantongi 4.283 poin. Itu adalah kuantitas tertinggi untuk liga yang menghuni di bawah peringkat ke-20.
Pada musim lalu, Persib yang gugur di babak penyisihan Liga Champions Asia Dua dan Madura menembus semifinal Liga Challenge Asia, bernilai poin koefisien 7.204.
”Alhasil, jika Dewa bisa mengikuti minimal capaian Madura atau lebih baik, kemudian Persib juga menembus fase gugur Liga Champions Asia Dua, Liga Super Indonesia berpeluang minimal duduk di posisi ke-18 pada akhir musim 2025-2026.
Berada di posisi 20 besar ranking koefisien kompetisi AFC bakal menjadi capaian terbaik Indonesia dalam satu dekade. Dengan situasi itu, Liga Super berpeluang naik derajat jatah di Asia menjadi satu wakil lolos langsung ke Liga Champions Asia Dua, lalu satu tim lain ke babak playoff Liga Champions Asia Dua mulai musim 2027-2028.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/25/ddc38e7e48d6412de502b701967f887e-antarafoto_madura_united_kalahkan_dewa_united_1761382622.jpg)
”Bermain di kompetisi (Liga Challenge Asia) adalah kesempatan kami memenangi trofi. Penampilan kami pun penting bagi Indonesia untuk mendapat poin agar bisa menambah kuota tim tampil di Asia atau bisa bermain di kompetisi (Asia) lebih tinggi,” kata Riekerink yang berpaspor Belanda.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari